
Setelah selesai sarapan dan mendengar cerita bibi Gracia,Alexa pergi ke kamar tuan Ansel,membereskan kekacauan yang di buatnya tadi pagi,kamarnya sangat berantakan setelah terjadi aksi saling kejar dan saling lempar bantal sebelum akhirnya Alexa mendapat hukuman lari keliling halaman belakang.
Setelah selesai membereskan tempat tidur,alexa duduk di sofa dekat foto kekasih tuan Ansel berada,lama Alexa memandangi foto itu.
"Kamu sungguh beruntung di cintai pria setampan tuan Ansel,aku sendiri tidak tahu apa alasannya tuan Ansel menikah denganku,yang aku lihat dia sangat mencintaimu,aku juga tidak tau masalah apa yang terjadi di antara kalian,yang membuat kalian berpisah,yang aku tau tuan sangat mencintaimu,setiap malam dia selalu menangis dalam diam,selalu menyendiri dan melamun menatap fotomu penuh harap kau kembali,apa tak ada kesempatan untuknya memperbaiki semua kesalahannya,aku tau memang sakit rasanya kehilangan orang yang kita sayangi tapi akan lebih sakit ketika kita berpisah dengan orang yang menyayangi kita.tidak ada cinta yang sempurna tanpa kita saling mengerti satu sama lain,saling melengkapi kekurangannya dan selalu bersama saat suka dan duka,"ucap Alexa pada foto kekasih tuan Ansel,seolah-olah orang tersebut ada di hadapannya.
"Apa yang dia lakukan?,apa dia tidak cemburu terus memandangi foto itu?,apa dia tidak jatuh cinta padaku?,apa aku terlihat sangat menyedihkan,"batin Ansel yang sudah berdiri di pintu kamar sejak tadi.
"Apa kau tidak ada pekerjaan yang lain selain terus menatap foto kekasihku,"ucap Ansel dingin mengagetkan Alexa yang sedang fokus melihat foto itu.
"Tidak ada tuan,"jawab Alexa kemudian beranjak dari tempat duduknya.
"Bersiap lah kita akan pergi,"ucap Ansel lalu masuk kamar mandi setelah melepas jas dan juga kemejanya.
Alexa pun menuju kamarnya untuk bersiap.
__ADS_1
Alexa bersiap -siap dengan cepat,ia tak ingin tuannya nanti menunggu terlalu lama dirinya dan benar saja ketika Alexa turun,tuan Ansel sudah siap dan menunggunya di ruang tamu.
"Tuan kita mau pergi kemana,"tanya Alexa.
Ansel tidak menjawab pertanyaan Alexa,Ansel langsung berjalan keluar rumah,karena tidak mendapatkan jawaban Alexa pun mengikuti langkah tuannya.
Di luar sudah ada asisten Rey yang setia menunggu dan mengantar tuannya kemana pun tuan Ansel akan akan pergi .
Dengan sigap Rey membukakan pintu mobil untuk tuannya,tak lupa untuk Alexa.
Ansel pun langsung masuk kedalam mobil,tapi bukan di depan melainkan di belakang di samping Alexa,membuat Rey terheran tapi tak banyak bertanya langsung membuka pintu yang sebelah nya lagi.
Hening tak ada satu pun yang bersuara,Alexa yang bingung sesekali melirik ke arah tuan Ansel yang duduk diam menatap lurus kedepan entah apa yang di lihatnya.
Setelah mobil melaju di jalan yang Alexa tau itu adalah jalan menuju restoran tempatnya bekerja sebelumnya,Alexa pun melirik ke tuan Ansel dan bertanya.
__ADS_1
"Tuan apakah kita mau ke restoran tempat kerjaku?,"tanya Alexa.
"Apakah tuan mau mengembalikan saya ke sana lagi?,"tanya Alexa
"Dengan senang hati saya akan bekerja lagi jadi pelayan restoran itu,"ucap Alexa dengan semangat.
"Diamlah kau ini bawel sekali,"sahut Ansel dingin.
"Kamu akan tetap jadi pelayanku sebelum hutangmu lunas,jadi jangan mimpi kamu bisa lepas dariku.
"Turun,dan siapkan makan siang untukku dan kekasihku,"ucap Ansel kemudian setelah mobilnya berhenti tepat di teras restoran.
"Baik tuan,"jawab Alexa.
"Mau ketemuan rupanya,pantesan diam saja dari tadi, lagi galau ternyata,"gerutu Alexa lirih tapi masih bisa di dengar oleh Ansel.
__ADS_1
"Apa kau bilang,"ucap Ansel.
"Tidak bicara apa -apa tuan,selamat berjuang tuan,"ucap Alexa kemudian segera keluar dari dalam mobil.