
Malam semakin larut,udara dingin sangat terasa menusuk hingga tulang,di tambah hujan deras yang turun sejak sore hari.Alexa terus berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Ansel dengan gelisah,masalahnya tuannya mengunci diri di dalam kamar sejak sore sepulang dari restoran dan melewatkan makan siang dan juga makan malamnya.
Setelah beberapa menit berfikir, Alexa memutuskan untuk mengambil kunci cadangan,Alexa tidak mau terjadi sesuatu yang tak di inginkan pada tuannya,tuannya sedang dalam keadaan tertekan,dia bisa saja melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri.
"Aku harus mengunakan kunci cadangan untuk membuka pintu kamar tuan,ini sudah terlalu lama memberi waktu untuknya menyendiri,"ucap Alexa pada diri sendiri lalu turun ke lantai bawah.
Alexa mengambil kunci cadangan di dalam laci lemari dekat meja makan,dan segera kembali keatas setelah mengambilnya.
Praaang!! prang,praaang!!!!!!!.
Terdengar barang-barang pecah dari dalam kamar tuan Ansel sangat memekakkan telinga ,Alexa yang sedang berjalan kurang beberapa langkah lagi menuju pintu kamar tuannya segera mempercepat langkahnya lebih tepat nya Alexa langsung lari dan langsung membuka pintu dengan kunci cadangan yang di bawanya.
Alexa sangat terkejut melihat keadaan tuannya begitu Alexa berhasil membuka pintunya,kamarnya acak-acakan,pecahan kaca berserakan di mana-mana,semua barang habis dan pecah berserakan mungkin di lempar ke segala arah.
"Dasar bodoh!!!!dasar tak berguna!!!!,"Ansel teriak dengan histeris,.
"Tuan tenanglah,"ucap Alexa yang berdiri tak jauh dari tuan Ansel,mencoba menenangkan tuannya.
"Non Al apa yang terjadi,"tanya bibi gracia yang baru tiba di kamar tuan Ansel,setelah mendengar barang - barang pecah bibi Gracia langsung pergi menuju ruang utama rumah itu.
__ADS_1
"Astaga tuan!,"ucap bibi Gracia terkejut setelah melihat keadaan tuannya.
"Dasar bodoh!!!!!!dasar tak berguna!!!!,"Ansel terus berteriak menyalahkan dirinya sendiri.
Ansel tak menghiraukan keberadaan Alexa dan bibi Gracia di kamarnya.
"Bibi tolong secepatnya beri tahu tuan Rey,"ucap Alexa yang bingung harus berbuat apa untuk menenangkan tuan Ansel.
"Baik non,"jawab bibi gracia segera keluar dari kamar tuan Ansel untuk menelpon tuan Rey,karena telepon yang berada di kamar tuan Ansel sudah hancur.
"Tuan tenanglah,"Alexa terus mencoba menenangkan tuan Ansel.
"Tuan tenanglah,jangan banyak bergerak tuan nanti tuan terluka,"ucap Alexa dengan lembut ketika sudah berhasil mendekati tuan Ansel.
"Anakku ,maafkan papa!!,"teriak Ansel sambil menangis.
"Tuan tenanglah,"ucap Alexa sekali lagi terus mencoba menenangkan tuan Ansel dan sekarang ikut duduk berhadapan dengan tuannya sambil memegang pundak tuan Ansel.
Ansel yang merasakan lembutnya sentuhan Alexa pun menatap ke arah Alexa.
__ADS_1
"Anakku,"ucapnya.
"Tuan ingin anakmu memaafkan mu,"tanya Alexa dengan lembut.
"Ansel pun menganggukkan kepalanya.
"Saya akan membantumu ,tapi tuan jangan seperti ini,nanti tuan terluka,"ucap Alexa dengan lembut.
"Tenanglah tuan,"ucap Alexa lagi.
"Ansel pun menganggukkan kepalanya,lalu menjatuhkan kepalanya di pangkuan Alexa.
Alexa lalu mengusap-usap kepala tuan Ansel.
"Saya akan mencoba membantumu tuan, ada sedikit petunjuk untuku mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,"batin Alexa,tangannya terus mengusap kepala tuannya yang sudah mulai tenang di pangkuannya.
"Bibi ,tak biasanya tuan Ansel mengamuk separah ini,"ucap Rey yang berdiri dekat pintu masuk kamar tuan Ansel bersama bibi Gracia.
"Iya tuan Rey,syukurlah Alexa berhasil menenangkannya,"jawab bibi Gracia terus melihat ke arah Alexa yang setia megusap kepala tuan Ansel.
__ADS_1