Mengandung Benih Tuan Depresi

Mengandung Benih Tuan Depresi
Menyetujui pernikahan


__ADS_3

"Dan selanjutnya saya tidak tau apa yang terjadi.


"Klo begitu,sudah saya putuskan untuk menikahkanmu dengan putraku,mau tidak mau kamu tetap akan saya nikahkan dengan putraku,Ansel.


"Hah!!!!!,teriak Alexa karena terkejut mendengar majikannya akan menikahkannya dengan putranya.


"Tapi nyonya,tidak terjadi apa -apa antara saya dan tuan Ansel,dan saya akan mengundurkan diri saja nyonya,"ucap Alexa,setelah berpikir berulang kali sebelum menemui momy Ansel.


"Kamu sudah tak bisa mengundurkan diri Al,Kamu sudah menyanggupi bekerja di sini dan kamu juga mempunyai hutang ke putraku yang harus di bayar.


"Tapi nyonya,,,,,,, ,"


"Pernikahan ini hanya sementara saja Al ,sementara kamu menjadi pelayan Ansel,karena saya akan pergi ke luar negri menyusul dady Ansel dan untuk menghindari adanya pelecehan dan kamu akan lebih leluasa merawatnya nanti,kontrak akan berakhir setelah saya pulang kerumah ini lagi dan juga hutang di anggap lunas.


"Untuk itu nyonya,bukankah tuan Ansel pria dewasa dan normal,"ucap Alexa malu-malu.


"Kalau itu terjadi saya akan bertanggung jawab penuh untuk itu,"jawab nyonya Silvia.

__ADS_1


yang tau maksud Alexa.


"Kenapa nyonya bilang kalau itu terjadi, apa tuan Ansel sakit,"batin Alexa.


"Bagaimana Al,"tanya nyonya silvia membuyarkan lamunan Alexa.


"Baiklah nyonya,"jawab Alexa menyetujui tawaran tersebut,Alexa tidak tau lagi harus bagaimana membayar hutangnya,yang jumlahnya sangat banyak sedangkan dirinya hanya hidup seorang diri tidak punya siapa pun untuk tempat berkeluh kesah.


"Setelah selesai urusannya dengan nyonya Silvia Alexa keluar dari ruangannya,di ruangan itu tinggallah nyonya Silvia dan Asisten Rey masih membicarakan rencana pernikahan Ansel dan Alexa.


"Mom,yakin kah mau menikahkan Tuan Ansel dengan nona Alexa,"tanya Rey.


"Sakit,jadi tuan Ansel sakit,tapi sakit apa semuanya terlihat baik- baik saja hanya sikap dan kelakuaanya saja yang aneh,"batin Alexa setelah tak sengaja mendengar pembicaraan nyonya Silvia dari balik pintu yang baru Alexa tutup dan belum sempat melangkah menjauhi ruangan santai.


"Akhirnya Alexa melangkah menjauhi ruangan itu,Alexa tidak mau ketahuan kalau sempat mendengar pèmbicaraan nyonya Silvia, tujuan Alexa adalah pergi menuju dapur ,saat melewati meja makan pun Alexa terus melangkah tanpa menoleh ,Alexa terus berjalan menuju dapur.


"Al ,aku mau sarapan,"suara tuan Ansel menghentikan langkah Alexa.

__ADS_1


"Alexa berhenti melangkah dan menoleh ke arah suara yang memanggilnya,di lihatnya tuan Ansel sudah duduk manis di kursi meja makan.


"Tuan mau sarapan?,"tanyanya.


"Ansel pun menganggukkan kepalanya.


"Tunggu sebentar tuan saya siapkan,"ucap Alexa kemudian,lalu masuk ke dapur.


"Alexa membuatkan sandwich dan juga susu hangat untuk sarapan tuannya,dengan cepat Alexa membuatkan beberapa potong sandwich mengingat tuannya memiliki napsu makan yang tinggi,setelah semuanya siap di atas piring Alexa langsung menghidangkan ke tuan Ansel yang sudah menunggu di meja makan.


"Silahkan di makan tuan,"ucap Alexa setelah mengambilkan sepotong sandwich ke piring tuan Ansel.


"Ansel langsung memakan sampai habis dan mengambil lagi sendiri dan menaruhnya di piringnya lalu mengambil lagi dan menaruhnya di piring yang berbeda,Ansel menarik tangan Alexa yang sedang berdiri di sampingnya untuk menyuruhnya duduk,Alexa pun duduk ,lalu Ansel menyodorkan piring berisi sandwich tadi ke arah Alexa.


"Makanlah ,"ucap Ansel kemudian.


"Alexa langsung memakannya sambil terus memperhatikan Tuan Ansel,tuan sebenarnya tuan sakit apa,semuanya terlihat baik -baik saja,wajah tampan ,hidung mancung ,badan kekar walau banyak makan,kulit putih bersih tak ada sedikit pun bintik-bintik dan mata berwarna kebiruan cerah tak ada yang cacat sedikitpun,"batin Alexa.

__ADS_1


"Yang di perhatikan cuek saja,fokus dengan makanannya.


__ADS_2