Mengandung Benih Tuan Depresi

Mengandung Benih Tuan Depresi
Bab 35


__ADS_3

Tak ingin mendengar hinaan dan merasakan sakit hatinya lebih dalam lagi Alexa memutuskan untuk pergi meninggalkan kediaman Ansel,Alexa sudah tak peduli dengan kontrak kerja yang mengikatnya.


Sebelum benar-benar pergi Alexa meletakkan kartu black card yang di berikan Ansel beberapa hari yang lalu di atas nakas,baju pun Alexa tak ingin membawanya,hanya pakaiannya yang ia pakai saat pertama kali datang kerumah mewah itu yang kini Alexa pakai.


Alexa segera pergi ,selagi langit masih gelap dan penghuni mansion masih terlelap.


Terdengar pintu gerbang di buka,menandakan ada yang datang,Alexa segera berlari mengendap-ngendap di antara pot-pot besar yang menghiasi sepanjang jalan menuju gerbang.


Dan segera keluar gerbang selagi ada kesempatan tanpa terlihat siapa pun.


Di liriknya sekilas siapa yang datang di dini hari.


''Momy,''ucapnya lirih.

__ADS_1


''Syukurlah aku pergi di saat yang tepat,kontrak itu selesai,"gumam Alexa dan segera berjalan menjauh dari gerbang untuk mendapatkan kendaraan yang akan membawanya pergi.


Dan di sinilah Alexa sekarang,di rumah sederhana peninggalan kedua orang tuanya yang ia tinggalkan untuk mencari pengalaman.


***********


"Honey kenapa kau pergi,aku tau aku salah,bukankah aku sudah meminta maaf!! ''teriak Ansel frustasi di dalam kamarnya menyesali kebodohannya.


Momy Silvia pun tak kalah emosi saat mendengar penjelasan putranya,memarahi putranya atas kelakuannya pun tidak ada gunanya, momy Silvia turut mencari Alexa bersama putranya.


"Apa anda menyakitinya sehingga dia pergi,?"tanya paman Bil yang kini sedang duduk berhadapan dengan Ansel di restoran tempat Alexa bekerja


Paman Bil adalah salah satu pegawai restoran tersebut yang dekat dengan Alexa,paman Bil sudah menganggap Alexa seperti putrinya sendiri.

__ADS_1


Ansel yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya bisa menundukkan kepalanya,sungguh-sungguh sangat menyesal tidak mau mendengarkan penjelasan Alexa waktu itu.


''Alexa adalah gadis yang ceria, kuat,dia bebas kemana pun dia mau pergi karena dia tidak mempunyai sanak saudara satu pun,terakhir saya bertemu dengannya di depan sebuah cafe,dia sedang menunggu taxi di sana karena taxi yang sebelumnya dari pantiasuhan ban nya kempes.


Dan rekaman yang anda pegang ,Alexa yang menemukannya,dia sangat mengingat setiap pengunjung yang dia layani,''jelas paman bil.


''Bila takdir kalian bersatu,kalian pasti akan di pertemukan entah itu kapan,janganlah putus asa mencarinya dan berdoa,paman yakin dia baik-baik saja dia gadis yang kuat dalam kondisi apa pun,''ucap paman bil melihat wajah Ansel penuh sesal.


Dengan langkah gontai Ansel memasuki Mansion,Mansion yang kini sepi tak ada suara bawel Alexa.hari sudah larut malam Ansel memutuskan untuk pulang dan melanjutkan pencariannya esok hari.


Saat melangkah melewati ruang makan Ansel berhenti sejenak menghela nafas dengan berat,biasanya Alexa akan cerewet menyuruhnya makan sepulang kerja,.


Ansel menerùskan langkahnya menuju kamar,berharap bisa mengistirahatkan mata dan juga pikirannya,Ansel mendekati tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di tempat biasa Alexa tempati.

__ADS_1


Di hirupnya udara dalam-dalam,udara yang masih menyisakan aroma tubuh Alexa yang sudah menjadi candunya,aroma yang sangat membuat Ansel menjadi tenang,sekilas muncul bayangan memori di kepalanya ,Alexa yang selalu mengusilinya,yang bisa membangunkan jiwa kelakiannya.


"Aku harus kuat ,aku pasti bisa menemukannya,"gumam Ansel kemudian memejamkan matanya memeluk bantal yang biasa di pakai Alexa erat-erat.


__ADS_2