
Hujan turun dengan deras ketika taxi yang membawa Alexa pulang sampai di depan gerbang mansion Ansel.
Alexa pun turun dari dalam taxi,tak apa kehujanan nanti bisa langsung ganti baju setelah sampai di dalam mansion.
"Paman,paman,''panggil Alexa kepada satpam.
"Nona,'paman satpam terkejut melihat Alexa yang baru pulang dan kehujanan,
"Paman,saya mau masuk tolong bukakan gerbangnya"pinta Alexa dengan sopan.
"Silahkan nona,"ucap paman satpam setelah membukakan gerbangnya.
"Nona pakailah payung ini,nanti nona bisa sakit kalau kehujanan terlalu lama,''ucap paman satpam memberikan payung yang di bawanya.
''Tidak perlu,terimakasih,saya sedang ingin bermain air hujan ,lagian sudah terlanjur basah,''tolak Alexa dengan sopan.
Setelah mengucapkan terimakasih kepada satpam,Alexa berjalan kearah rumah mewah yang menjadi tempat tinggalnya beberapa bulan terakhir.jarak antara gerbang dan mansion lumayan jauh,Alexa berjalan dengan senyum yang mengembang sambil menikmati air hujan yang jatuh mengenai seluruh tubuhnya dengan bebas.
Dari kejauhan mata Alexa melihat ada seseorang yang berjalan mondar-mandir di depan pintu mansion karena derasnya hujan yang turun Alexa tidak bisa melihat dengan jelas siapa itu,Alexa menambah kecepatan langkahnya menuju mansion untuk segera memastikan siapa yang ada di depan pintu mansion.
''Tuan,"ucap Alexa setelah dekat dengan tuan Ansel yang berdiri membelakanginya.
Ansel pun langsung membalikkan badannya kearah Alexa yang sekarang ada di hadapannya.
Pandangan mata keduanya bertemu.
Alexa langsung menundukkan kepalanya ketika melihat rona merah wajah tuan Ansel yang di kuasai emosi.
"Maaf terlambat pulang,"ucap Alexa masih menundukkan kepalanya.
Emosi Ansel memuncak ketika melihat Alexa sedang berdua dengan pria paruh baya di depan sebuah cafe,apa lagi Alexa terlihat selalu tersenyum manis ke pria itu.
Dan sekarang Alexa pulang tidak membawa apa pun,padahal tadi Ansel mendapatkan notifikasi pengambilan dana yang sangat banyak di ponselnya dari kartu black card yang dia berikan pada Alexa.
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan maaf Alexa ,Ansel langsung menarik tangan Alexa dengan kasar dan menyeretnya kedalam mansion.
"Tuan lepaskan tanganku sakit sekali!,"teriak Alexa kesakitan.
Ansel tak menghiraukan teriakan Alexa dengan emosi yang semakin menguasainya semakin kuat Ansel mencengkram tangan Alexa,dan terus menyeretnya berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
''Tuan tolong lepaskan aku,ini sangat sakit sekali,apa salahku,"teriak Alexa mulai ketakutan mendapat perlakuan kasar dari tuan Ansel.
Ansel masih tetap tak menghiraukan rintihan dan teriakan Alexa.
Setelah sampai di dalam kamar Ansel langsung menghempaskan tubuh Alexa dengan kuat dan kasar hingga Alexa terbaring di atas kasur.
"Kamu keterlaluan,apa salahku,"ucap Alexa dengan gemetar dan berusaha bangkit.
"Dasar p*l*c*r !,"geram Ansel kemudian mendorong Alexa kembali yang berusaha untuk bangun hingga terbaring kembali kemudian mengukungnya.
"Lepasin aku,dasar pria gila,''Alexa terus meronta di bawah kukungan tubuh kekar Ansel.
"Menyingkirlah, kumohon lepaskan aku,bicaralah apa salahku,"teriak Alexa menangis dan terus meronta berusaha mendorong dada kekar Ansel yang menindihnya.
''Tenang sayang tidak usah khawatir,aku nggak akan melakukan itu secara gratis,aku akan membayar berapa pun yang kau mau,lebih dari pria tua yang sudah menikmati tubuhmu,"ucap Ansel kemudian bangkit dari atas tubuh Alexa dan mengambil setumpuk uang kertas dengan kedua tangannya di dalam brankas dekat tempat tidur,kemudian melempar uang itu ketubuh Alexa yang setengah polos hingga uang itu berhamburan menghujani tubuh Alexa.
Alexa semakin tak bisa menahan tangisnya di perlakukan seperti itu,Alexa tak mengerti kenapa Ansel memperlakukannya seperti seorang pel***r.
Kemudian Ansel kembali mencekal tangan Alexa yang berusaha lari,dan mendorongnya kembali ke atas kasur dan mengukungnya kembali,Ansel terus meluapkan emosinya karena dia pikir wanita yang bersetatus istrinya itu sama saja,wanita pel***r.
"Dasar gila,breng****k,"kamu pikir aku wanita apaan,"teriak Alexa di perlakukan seperti pela***r,.
"Kau sama saja dengan dia,apa kau juga mau pura-purà mengandung anakku dengan pria tua itu,tenang saja,kamu tidak perlu pura-pura,aku akan membuatmu mengandung anakku,dan aku akan melenyapkan kalian dasar wanita mu****han,''ucap Ansel dengan geram penuh emosi kemudian mencium dan mel***t bibir Alexa dengan kasar,kedua tangannya ia gunakan untuk melepas pakaiannya dan juga pakaian Alexa hingga robek tak berbentuk,kini keduanya sama-sama polos.
walau pun tenaga Alexa tak sebanding dengan Ansel,tapi ia terus mencoba mendorong tubuh kekar itu dari atas tubuhnya,Alexa terus meronta,memohon untuk di lepaskan,tapi emosi dan nafsu yang lebih menguasai Ansel membuatnya seakan ia tuli,Ansel terus mencumbu setiap inci tubuh Alexa,tak ada kelembutan di setiap sentuhan tangan Ansel membuat Alexa semakin menjerit.
"Tenanglah,aku akan membuatmu puas dengan layananku,tenagaku lebih banyak dari pria tua hidung belang itu,''ucap Ansel mulai mengarahkan senjatanya kebagian sensitif Alexa,bibirnya sibuk mencumbu leher putih Alexa.
__ADS_1
"Alexa sudah lemas sejak tadi meronta dan berteriak tapi tak ada hasilnya,Alexa mencengkram seprei yang menjadi alas tidurnya dengan kuat,merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan ketika Ansel menggesek area sensitifnya dengan senjatanya.
Ansel terus berusaha mendorong senjatanya dengan kuat.
Dan
Deg!
Ansel langsung menegakkan sedikit tubuhnya,merasakan cairan hangat dan segar yang membasahi senjatanya,di lihatnya darah.
"Aku yang pertama,"batin Ansel kemudian menatap wajah Alexa yang terus memakinya dengan sejuta arti.
Tangan Alexa semakin kuat mencengkram seprei ketika Ansel berhasil memasukinya.
"Aku benci kamu!,aku tidak akan pernah memaafkanmu dasar pria gila!,"maki Alexa dengan deraian air mata yang terus mengalir,Alexa menatap penuh rasa benci kearah Ansel yang terus menatapnya setelah berhasil memasukkan setengah dari senjatanya.
Seketika Ansel langsung mencium bibir Alexa dengan lembut,ada rasa bersalah di hatinya,kemudian mendorong senjatanya lebih dalam lagi dengan lembut.
Kali ini Ansel melakukannya dengan lembut,tapi itu tidak mengubah rasa sakit hati Alexa,hati Alexa hancur mendapatkan hinaan demi hinaan yang keluar dari mulut Ansel.
Tidak ada keberuntungan yang memihak Alexa,malam pertama romantis yang ia impikan dengan belahan jiwanya hancur sudah.
Alexa sudah lemas kehabisan tenaga,ia membiarkan Ansel yang sudah merenggut kesuciannya dengan cara kasar yang selama ini ia jaga menikmati tubuhnya.
Setelah menuntaskan hasratnya Ansel terkulai lemas di atas tubuh Alexa,kemudian mencium seluruh wajah Alexa dengan lembut sebelum ia terbaring di sisi Alexa.
Alexa membalikkan tubuhnya membelakangi Ansel setelah Ansel turun dari tubuhnya,cairan bening terus mengalir dari matanya mewakili betapa hancurnya Alexa dengan hinaan dan perlakuan kasar yang di lakukan Ansel,suaminya.
Alexa sungguh tak menyangka ini semua akan terjadi,pagi tadi Ansel bersikap begitu manis,Alexa mencoba memejamkan matanya, ia berharap ini semua hanya mimpi buruk setelah bangun nanti.
"Maafkan aku,"I love you,"ucap Ansel sambil memeluk Alexa dari belakang.
********
__ADS_1