Mengandung Benih Tuan Depresi

Mengandung Benih Tuan Depresi
Bab 42


__ADS_3

Ansel yang merasa lapar setelah muntah tadi,ia menunda untuk pergi dan kembali ke ruang kerjanya untuk minta Rey menemani makan siang di kantin,.


Yah tiba-tiba saja Ansel pengen makan di kantin,mungkin karena dia lagi ngidam.


''Temani aku makan di kantin,aku lagi pengen makan di sana,''ucap Ansel tegas,membuat Rey yang sedang membereskan meja kerjanya terlonjak kaget.


''Mengagetkanku saja !,''ucap Rey sedikit keras, karena kaget big bos yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya lagi.


''Kirain udah pergi,''gerutu Rey yang masih sibuk merapihkan dokumen di meja kerja big bos.


''Cepat!,jangan banyak ngadumel,''


''Yang lagi ngidam merepotkan saja,''batin Rey.


''Cepat,kalau tidak gajimu....,''ucap Ansel.


"iya iya iya,''jawab Rey lalu segera mengikuti big bos keluar dari ruang kerjanya.


ANSEL dan REY berjalan beriringan dengan gagah dan tegas,ketampanan Keduanya membuat para karyawan wanita jomblo di mabuk cinta.

__ADS_1


Jantung mereka di buat dakdikduk ser melihat ketampanan wajah CEO dan REY ,''Seandainya......,''batin para karyawan wanita jomblo saat CEO dan REY berjalan melewatinya.


Rey menekan tombol lift menuju lantai dua perusahaan,di sana kantin kantor berada,lalu keduanya masuk kedalam lift begitu pintu lift terbuka lebar.


******


Di lantai dua,para karyawan dibuat kaget melihat CEO mereka keluar dari lift lantai dua, apa lagi Ansel berjalan ke arah kantin,sedangkan di kantin sedang ada keributan,ini kali pertamanya CEO datang ke kantin.


Ansel terus berjalan menuju kantin,seketika para karyawan menunduk hormat padanya ketika Ansel berjalan melewatinya.


Ansel merasa heran melihat kantin yang rame seperti ada keributan terjadi.


Semua karyawan yang ada di dalam kantin langsung diam dan berdiri ketika melihat kedatangan CEO di kantin.


Ansel berdiri dengan tegas dan gagah di depan pintu masuk kantin yang terbuka lebar.


Ansel geram dengan adanya keributan di perusahaannya,apa lagi Ansel mendengar perdebatan itu saling menghina satu sama lain,.


Para karyawan lain yang tidak terlibat dalam perdebatan semuanya berdiri ketika melihat kedatangan SANG CEO,itu membuat Ansel yang baru datang tidak bisa melihat siapa yang berdebat di dalam karena pandangannya terhalang.

__ADS_1


Ansel melangkah masuk kantin,dan para karyawan satu persatu bergeser memberi jalan untuk Ansel masuk.


Kedua tangan Ansel mengepal,Ansel semakin geram melihat pemandangan di depannya.


''Dasar wanita murahan kamu,"ucap Rena menunjuk-nunjuk wajah Alexa,dan hampir saja Alexa di dorong oleh Rena,beruntung shane segera menghalangi tubuh Alexa dari amukan Rena.


Shane geram dengan ucapan kotor Ren."Sudah aku bilang,Alexa bukan wanita murahan,tapi alexa adalah istri a...


"Aku,Alexa istriku,"ucap Ansel tegas,suara Ansel begitu jelas dan menggema di dalam kantin.


"Tuan,"batin Alexa melihat ke arah suara yang mengakuinya istri.


Suasana di dalam kantin mendadak mencekam,Ansel melangkah semakin maju menghampiri para karyawan yang sedang berdebat,yang sedari tadi tidak menyadari kehadirannya.


Semua karyawan menundukkan kepalanya dengan perasaan takut masing-masing.


"Bila benar Alexa istri CEO tamatlah riwayatnya,"batin para karyawan.


"Kau!,"tunjuk Ansel kepada Rena yang berdiri mematung ketakutan."Pintu keluar gedung perusahaan ini tidak berubah,silahkan keluar dan jangan pernah kembali lagi kesini!!,"ucap Ansel geram penuh penekanan menahan emosi,kalau saja yang di depannya seorang pria,Ansel pasti sudah menghajarnya.

__ADS_1


Rena pun segera pergi,begitu pun dengan karyawan lainnya bubar setelah Rey membubarkannya.


Setelahnya Ansel menatap ke arah Shane,tatapan keduanya bertemu,Shane yang mengerti dengan arti tatapan atasannya segera menggeser posisinya dari hadapan Alexa,dan melangkah menjauh,begitu pun dengan tiga temannya.


__ADS_2