
"Nona Alexa!!!!,"teriak bibi Gracia dengan keras ketika melihat Alexa yang baru datang dari taman dengan berlumuran warna merah seperti darah di tangan dan juga pakaiannya.
Akexa yang mendengar teriakan bibi Gracia pun bingung dan langsung menghentikan langkahnya yang tadinya mau ke kamar untuk membersihkan warna tersebut dan mengganti pakaiannya.
"Non apa yang terjadi denganmu,"ucap bibi Gracia sambil menghampiri Alexa dengan panik.
Ansel yang sedang fokus makan pun menghentikan makannya ketika mendengar teriakan bibi Gracia lalu menengok ke arah bibi Gracia yang sedang menghampiri Alexa yang sedang berdiri mematung tak jauh dari meja makan.
Ansel shock melihat Alexa berlumuran warna merah seperti darah,dan itu mengingatkan Ansel dengan kejadian kecelakaan itu yang di alaminya bersama Monic kekasihnya.
"Darah!!darah!!!darah!!,"teriak Ansel tiba-tiba lalu menghampiri Alexa dengan panik sambil terus berteriak,
"Darah!!!darah!!darah!!,"teriak Ansel sambil menyentuh tangan dan juga pakaian yang di kenakan Alexa dengan panik.
"Tuan ini bukan darah,ini pewarna yang tak sengaja tumpah mengenai bajuku,"ucap Alexa mencoba menjelaskan pada tuan Ansel.
Ansel tak menghiraukan ucapan Alexa,dia terus saja berteriak dengan panik.
"Darah!!!darah!!! siapa pun tolong panggilkan dokter teriak Ansel lagi kemudian menggendong Alexa dan berjalan ke arah kamarnya sambil terus berteriak.
"Tuan turunkan saya,saya tidak kenapa-kenapa tuan,"ucap Alexa berusaha turun dari gendongan tuan Ansel tapi tidak bisa karena pegangan tangan kokoh tuan Ansel sangat kuat.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, aku pasti bisa menyelamatkan mu,"jawab Ansel.
"Tuan ini bukan darah ,tapi pewarna,"jelas Alexa ,namun tak di hiraukan oleh tuan Ansel.
Ansel terus berjalan dengan cepat ke kamar sambil menggendong Alexa.
Sesampainya di kamar,Ansel lalu membaringkan Alexa di tempat tidurnya dan menyelimutinya kemudian berjalan lagi ke arah pintu dengan panik.
"Rey cepat panggilkan dokter,dia butuh dokter," teriak Ansel ,yang di suruhnya sudah ada di depan pintu kamar Ansel.
Kemudian Ansel kembali masuk ke dalam kamarnya,tapi yang di carinya tidak ada di tempat tidur ,hanya ada noda merah yang menempel di sprei berwarna putih,itu membuat Ansel semakin panik.
Terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi,Ansel menghampiri kamar mandi lalu mengetuknya dengan keras karena pintu di kunci.
Dengan cepat Alexa membersihkan warna merah yang ada di tangan dan kakinya,karena memang Alexa tidak terluka,dia langsung lari ke kamar mandi ketika tuan Ansel kembali keluar kamar setelah membaringkan dirinya di tempat tidur.
Rey mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar Ansel,Ansel terlihat terus mengetuk pintu kamar mandi,mungkin nona Alexa sedang membersihkan diri,takut melihat yang tidak sopan,Rey pun menunggu di depan kamar untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu dengan Ansel.
Dan benar saja pintu di dobrak oleh Ansel,baru saja Alexa selesai memakai jubah mandi panjang karena tidak ada baju ganti.
"Tuan!!pekik Alexa terkejut,
__ADS_1
Ansel masuk kamar mandi begitu saja setelah berhasil mendobraknya,dan langsung menghampiri Alexa yang hanya memakai jubah mandi saja.
"Darah!!! ,"teriaknya lagi ,sambil terus melihat dan memegang ke tangan Alexa dan tangannya.
"Tuan ini bukan darah tapi pewarna,"kata Alexa mencoba terus menenangkan tuan nya yang sejak tadi panik.
"Bukan darah,"ucapnya,kemudian mendongakan kepalanya melihat wajah Alexa yang ada di hadapannya.
"Iya ini bukan darah,saya bantu untuk membersihkannya,"ucap Alexa kemudian menuntun Ansel ke wastafel dan mencuci tangan tuannya yang terkena noda merah tadi saat menggendongnya,tak lupa juga melepas bajunya juga terkena banyak noda merah.
"Sudah selesai tuan,bersihkan,"ucap Alexa, tersenyum sambil mengeringkan tangan tuannya dengan handuk kecil.
"Bersih,bukan darah,"ucapnya sambil melihat tangannya.
"Iya itu bukan darah, tapi pewarna yang tak sengaja tumpah mengenaiku,"jelas Alexa,tuannya sudah mulai tenang.
Deeg!
Tiba tiba saja Ansel memeluknya.
"Huf mana nggak pakai baju lagi,"batin Alexa didalam pelukan tuan Ansel yang juga belum memakai baju.
__ADS_1
**************