
Jam sembilan pagi di perusahaan ANCELEN INDUSTRI CONTRUKCION terdengar bisik-bisik para karyawan kalau sang CEO akan pulang dari bulan madunya dan akan langsung kekantor untuk menghadiri meeting yang sangat penting hari ini.
Brayn,Dannis dan juga Lily di tunjuk oleh Shane untuk menghadiri meeting pagi ini untuk menunjukkan presentase.
''Kakak sudah benarkah dandananku,aku harus terlihat paling cantik untuk meeting kali ini,''Lily bertanya soal penampilannya kepada Alexa.
''Lily sadar Lily,''Brayn yang menyahut pertanyaan Lily.
''Biarin napa,nggak ada CEO tampanku masih ada sekertaris pribadinya yang juga tidak kalah tampan,''ucap Lily.
''Lily...,''tegur Shane yang sudah berdiri di belakang Lily sejak tadi.
''Hehe...,kakak,''ucap Lily cengengesan.
''Semua sudah siap?,''tanya Shane dengan tegas.
''Siap tuan,''jawab Brayn,Dannis juga Lily dengan tegas serempak.
Kemudian Shane berjalan menuju ruang meeting di ikuti oleh Brayn,Dannis juga Lily.
''Kak Alexa nanti makan siang duluan aja ya,nggak usah nungguin Lily, takutnya meetingnya lama,''ucap Lily sebelum meninggalkan ruangannya,dan di angguki oleh Alexa sebagai jawabannya.
****
Dari pagi buta tanpa henti dan tanpa lelah Ansel terus menyetir mobilnya menyusuri jalanan ibu kota,tempat-tempat keramaian pun ia singgahi siapa tau akan menemukan keberadaan Alexa di sana.
Restoran,cafe ,toko-toko,Ansel singgahi dan tanyakan siapa tau Alexa bekerja di sana,itu semua Ansel lakukan demi bisa menemukan Alexa.
Drŕŕŕrrt!!
__ADS_1
Ponsel di dalam saku pakaian Ansel berbunyi,Ansel yang sedang berjalan di antara keramaian orang yang sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing pun menghentikan langkahnya dan langsung menerima telepon yang ternyata dari Rey yang sedang ada di kantor menghandle pekerjaan yang seharusnya Ansel kerjakan.
''Hallo tuan,''
''Hmmm,''
''Tuan,anda harus datang kekantor sekarang,untuk meeting penting kali ini tidak bisa di wakilkan ,''ucap Rey
''Apakah harus?,''tanya Ansel yang merasa keberatan harus menunda pencariannya mencari Alexa.
''iya tuan''jawab Rey.
Dan sambungan teleponnya langsung putus secara sepihak,Ansel tentu saja yang mengakhirinya dan Rey sudah terbiasa dengan itu.
Ansel pun langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran di mana dia memarkirkan mobilnya.
Setelah masuk kedalam mobil,Ansel langsung tancap gas,dan hanya berselang beberapa menit saja Ansel sudah sampai di depan gedung perusahaannya yang menjulang tinggi juga megah.
''Parkirkan yang benar!!''perintah Ansel dan langsung berjalan memasuki gedung perusahaannya.
''Baik tuan,''jawab security membukukkan sedikit badannya tanda hormat.
Dengan gagahnya Ansel berjalan masuk gedung perusahaannya yang sudah beberapa bulan tidak ia kunjungi
Seketika para karyawan membungkukkan sedikit badan nya tanda hormat ketika melihat kedatangan sang CEO berjalan masuk gedung perusahaan.
Tidak ada sambutan khusus,karena memang kedatangannya tidak di rencanakan.
Ansel langsung menuju ruang meeting,karena semuanya yang bersangkutan sudah menunggunya di sana.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian ....
Tepat jam makan siang meeting selesai,semuanya berjalan dengan lancar dan memuaskan,bagaimana tidak memuaskan?,Ansel berhasil mendapatkan proyek yang sangat besar kali ini,proyek yang sangat Ansel inginkan dan impikan.
Setelah selesai meeting,Ansel menuju ruangannya terlebih dahulu.
Ansel langsung lari dengan kilat kekamar mandi yang ada di kamar pribadinya begitu masuk ruang kerjanya.
''Hoeeeek,,,'
''Hooeèeeeek...,''
Ansel yang sudah tak tahan mau muntah, dengan kilat lari ke kamar mandi,itu sudah biasa setiap pagi,jam makan siang dan juga malam hari.
''Tuan anda tidak apa-apa?,''tanya Rey dari depan pintu ruangan pribadi Ansel,Rey berbicara mengunakan bahasa formal kalau di kantor.
''Aku baik-baik saja,''ucap Ansel dari dalam,dan setelah merasa baikkan Ansel keluar dari kamar pribadinya,lalu duduk di sofa ruang kerjanya bersama Rey.
''Kamu yang handle pekerjaan,kirimkan saja laporan ke emailku seperti biasa,aku mau pergi lagi,''ucap Ansel tak menghiraukan betapa repotnya Rey menghandle pekerjaannya.
''Baiklah,tidak masalah asal gajiku Tuan naikkan,''sahut Rey santai.
''Tidak masalah,''ucap Ansel,
''Pergilah!cepat temukan istrimu sebelum di ambil orang lain,''ucap Rey.
''Kau berani mengusirku,''ucap Ansel kesal.
''Mana berani aku mengusirmu,''sahut Rey santai.
__ADS_1
''isssh,kau ini menyebalkan sekali,''ucap Ansel berdecak kesal.
Kemudian Ansel segera beranjak dari tempat duduknya,melangkah keluar ruang kerjanya tanpa sepatah kata pun, meninggalkan Rey yang masih duduk manis di sofa.