Mengandung Benih Tuan Depresi

Mengandung Benih Tuan Depresi
Bab 30


__ADS_3

Malam ini di mansion tuan Ansel Alexa sedang merasa gelisah,ini untuk pertama kalinya Alexa mendapat pesan dari tuan Ansel untuk bersiap untuk tidur bersamanya.


Alexa kira permintaan itu hanya candaan saja setelah apa yang terjadi kejadian yang tak di duga tadi pagi.


"Apa dia akan meminta haknya nanti malam?ooh tidak-tidak, aku tidak akan memberikannya begitu saja,aku tidak mencintainya dan tuan belum tentu mencintaiku,selepas kontrak nanti aku tidak mau menjadi janda yang mengenaskan apa lagi di luar sana semua orang tidak tau soal pernikahan ini,apa kata orang nanti andai aku hamil saat aku menjadi seorang janda,"gumam Alexa sambil memasak untuk makan malam.


"Non Al mengatakan sesuatu,"tanya bibi Gracia yang ada tidak jauh dari Alexa mendengar gumaman Alexa.


"Tidak bibi,"


"Bibi kapan nyonya Silvia pulang,"tanya Alexa.


"Bibi tidak tau non,nanti coba saja bertanya sama tuan,"jawab bibi Gracia.


"Memangnya ada apa non tumben nanyain nyonya?,"tanya bibi bibi Gracia.


"Tidak ada apa-apa bibi ,hanya sekedar bertanya saja," jawab Alexa.


******


Makan malam tiba,tuan Ansel juga sudah siap di kursi ruang makan dan sedang menunggu Alexa.


"Duduk!",singkat padat dan jelas.

__ADS_1


Alexa yang sedang mandi merasa aneh,tidak seperti biasanya ada pelayan lain datang kekamarnya dan memintanya untuk segera turun karena tuan Ansel sudah menunggunya di ruang makan untuk makan malam bersama.


Alexa pun langsung duduk dan segera mengambilkan beberapa menu makanan kepiring tuan Ansel sebelum tuan Ansel menyuruhnya.


Keduanya makan dengan pikiran masing-masing,hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.


Sesekali Ansel melirik ke arah Alexa yang biasanya cerewet hanya diam saja fokus dengan makanannya.


Alexa yang merasa ada yang memperhatikan ,diam saja pura-pura tidak tau dan terus melanjutkan makannya.


"kamu masih ingatkan kalau mulai malam ini tidur di kamarku,"ucap Ansel .


"Iya saya masih ingat,"sahut Alexa.


"Tamatlah riwayatku,"gumam Alexa segera menyelsaikan makannya dan langsung membereskan meja makan.


Tiba -tiba tubuh Alexa merinding,ia fikir tuan Ansel akan melakukannya malam ini.


"Huff,aku harus berani,aku tidak boleh takut,tidak akan terjadi apa pun",gumam Alexa kemudian berjalan menuju kamar tuan Ansel setelah selesai denģan tugasnya di dapur.


Tok!


Tok!

__ADS_1


Tok!


"Masuk",


"Tuan saya tidur di mana,?"tanya Alexa saat sudah memasuki kamar tuan Ansel.


"Di sini,"jawab Ansel sambil menepuk-nepuk bantal di sebelahnya tanpa melihat ke arah Alexa karena sedang fokus ke layar laptop yang ada di pangkuaannya.


Alexa pun menghampiri tempat tidur yang sama di tempati tuan Ansel dan langsung naik ke kasur di sebelah tuan Ansel berada,Alexa pun merebahkan tubuhnya dan memakai selimut sebatas perut.


Ansel yang sedang fokus dengan laptopnya tidak terganggu sedikit pun dengan gerakan Alexa.


"Saya minta maaf sudah memanfaatkanmu supaya momy tidak cerewet padaku,bagaimana pun juga kamu istriku,mulai besok saya akan menafkahimu,"ucap Ansel kemudian menoleh kearah Alexa,yang di ajak bicara ternyata sudah tidur pulas.


Ansel pun mematikan laptopnya kemudian menyimpannya di atas nakas dekat tempat tidur ,setelahnya ikut merebahkan tubuhnya saling berhadapan dengan Alexa.


Kemudian mencium kening Alexa dan tidur memeluk Alexa seperti bantal guling.


Alexa yang pura-purà tidur jantungnya berdebar-debar mendengar ucapan tuan Ansel yang meminta maaf kepadanya di tambah lagi ciuman di kening dan pelukannya yang terasa hangat.


Sungguh membuat pikiran Alexa menjadi bimbang.


***********

__ADS_1


__ADS_2