Mengandung Benih Tuan Depresi

Mengandung Benih Tuan Depresi
Bab 48 Honeymoon yang tertunda


__ADS_3


Indahnya langit senja menyelimuti Villa seakan tau dengan suasana bahagia dua insan yang sedang saling menyempurnakan kisah cinta mereka berdua.


Memaafkan memang tidak mengubah masa lalu,tetapi itu memperbesar masa depan.


Tidak ingin menyia-yiakan momen yang paling indah dalam hidupnya,Ansel mencium seluruh wajah Alexa dengan lembut penuh cinta, di hisapnya bibir lembut Alexa,wangi semerbak aroma vanilla yang lembut tapi menghanyutkan dari tubuh Alexa membuat Ansel semakin bergairah.


''Boleh kah aku menjenguk baby ku,''ucap Ansel dengan nafas tersengal dan memburu.


Dengan malu-malu dan wajah merah merona Alexa menganggukkan kepalanya.


Ansel pun lalu membenamkan lagi bibirnya,sekarang bukan lagi menghisap tetapi **********,lidahya melesak masuk mengobrak abrik isi mulut Alexa.


Sambil terus memainkan bibir Alexa,Ansel melepas kain yang menutupi tubuh Alexa,hingga tanpa sehelai benang pun menutupinya,Ansel dengan perlahan mulai turun ke leher Alexa dengan meninggalkan jejak merah di sana.


Suara Alexa terdengar merdu di telinga Ansel dan membuat Ansel semakin bergairah.

__ADS_1


''Aaaaaàh........Dad,''


Dengan perlahan tapi pasti,Ansel merayapi setiap inci tubuh Alexa,dalam sekejab di kulit putih dan lembut Alexa terlihat beberapa tanda merah di sana,sesaat Ansel melihat pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan di depan matanya,sepasang gunung kembar yang masih padat dan berisi dan ukurannya lebih besar dari sebelumnya bergerak naik turun oleh nafas Alexa yang memburu,seolah-olah melambai-lambai memanggilnya,kedua tangan Ansel langsung meraihnya dengan lembut kemudian mengisap ujung gunung yang berwarna agak kemerahan secara bergantian dan tangannya tak berhenti memainkan benda kenyal seperti bola karet kecil yang menggemaskan


''Aaaaaaah.........Dad,''desah Alexa saat Ansel tak hentinya memainkan ujung gunung dengan lidahnya,Alexa semakin membangkitkan gairah Ansel,dengan kuat tangan Alexa meremas rambut Ansel dan menekan kepala Ansel untuk berbuat lebih.


Ansel mencium dan mengusap perut Alexa di mana di dalamnya ada benihnya yang sedang tumbuh.


Lalu semakin kebawah.


Setelah di kiranya cukup melakukan pemanasan,kemudian Ansel bangkit dan melepas kain yang menutupi asetnya yang sudah mengeras dan berdiri tegak dengan sempurna.


Alexa membelalakkan matanya ketika melihat ukuran senjata yang di miliki Ansel.


''Kenapa berubah jadi besar sekali,''tanya Alexa.


''Honey,ya memang segini ukurannya,dan kamu sudah pernah menikmatinya,''sahut Ansel mengernyitkan keningnya merasa heran dengan pertanyaan Alexa.

__ADS_1


''Tidak sebesar itu Dad,aku pernah melihatnya seperti bagian belalai bayi gajah goyang kesana kemari,''cicit Alexa.


''Honeeèey,kapan kamu melihat hm,''tanya Ansel mengoda sambil mendekatkan wajahnya kewajah Alexa.


''Emmmmm.......Dady aja yang tidak tau malu,''ucap Alexa kemudian membisikkan sesuatu ketelinga Ansel.


Ansel pun mengernyitkan dahinya merasa belum pernah melakukan itu di depan Alexa.


''Dad,lain kali saja ya,itu besar sekali seperti kepala kura-kura Aldabra terbesar di dunia,pantas saja aku sakit sekali


waktu itu,''ucap Alexa pelan sambil mengusap rahang Ansel.



''Honeey,itu pertama kali,sekarang pasti tidak akan sakit lagi,''ucap Ansel lembut untuk meyakinkan Alexa.


Ansel pun terus merayu Alexa,supaya mau melakukannya,Ansel janji akan melakukannya dengan pelan-pelan.

__ADS_1


__ADS_2