Mengandung Benih Tuan Depresi

Mengandung Benih Tuan Depresi
Bab 39


__ADS_3

Keesokan harinya...


Alexa menatap jendela kamar rumahnya dengan tatapan sendu,rintik-rintik hujan di luar semakin membuat suasana hati Alexa yang sedang sedih menjadi semakin pilu,Alexa berharap ada seseorang yang datang menghiburnya,tapi itu sungguh tak mungkin karena Alexa tidak mempunyai siapa pun di dunia ini.


Sungguh sangat miris bukan,Alexa tersenyum pilu.


Alexa berusaha terlihat tegar,sekuat-kuatnya Alexa tapi sebenarnya Alexa rapuh.Alexa bisa tersenyum saat berada di sekitar orang-orang di luar sana,tapi saat Alexa di rumah yang hanya seorang diri,Alexa selalu menangis.


Bagaimana kalau yang sebenarnya terbongkar,bagaimana kalau mereka tau kalau aku sedang mengandung anak orang kaya sedangkan aku hanya orang sederhana,apa mereka akan menatap kasihan padaku atau aku akan mendapatkan hinaan dari mereka yang lebih menyakitkan dari yang Ansel lakukan padaku.


''Apa kau percaya kalau aku sedang mengandung anakmu,''ucap Alexa.Aku yakin kamu tak akan percaya,bahkan kamu pasti akan langsung melenyapkannya bila tahu aku sedang mengandung anakmu,''ucap Alexa sambil melihat foto Ansel yang ada di dalam ponselnya,tak terasa air matanya terus saja mengalir tak tertahan mengingat kejadian dan hinaan itu,di mana dirinya di anggap sebagai pela**r.


Alexa memegang dadanya yang tiba-tiba sesak.


********

__ADS_1


Seminggu sudah berlalu,Alexa menjalani hari-hari seperti biasa,dengan perlahan Alexa bangun dari tempat tidurnya dan segera kekamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri Alexa memperhatikan dirinya di pantulan cermin sambil merapihkan pakaiannya,tatapan matanya turun kebagian perutnya,dengan lembut tangannya mengusap perutnya yang mulai terlihat menonjol.


Setelah Alexa berfikir,Alexa tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya yang mungkin akan menilai buruk tentang dirinya yang hamil tak ada suami,Alexa tak mau stres memikirkan itu semua,karena itu akan mempengaruhi kesehatan bayi di dalam perutnya seperti nasehat dokter yang di ucapkan kepadanya,yang terpenting Alexa lakukan saat ini adalah bekerja,mengumpulkan uang untuk masa depan anaknya juga dirinya.


Alexa bahagia,Alexa sudah tak sabar ingin segera melahirkan anak pertamanya,Alexa tak kan sendiri lagi,akan ada dua malaikat kecil yang akan menemani hari-harinya nanti.


''Kak Alexa .....aku datang,''suara cempreng Lily sudah terdengar di teras rumah Alexa yang sederhana.


Alexa segera keluar rumah saat mendengar suara kedatangan Lily,Alexa segera membukakan pintu dan tak ketinggalan menampakkan senyum manis di wajahnya yang cantik.


''Berangkat sekarang kak..,''ucap Lily menampilkan senyum manisnya.


''Baiklah,'' jawab Alexa yang memang sudah siap,tak lupa Alexa mengunci pintu rumahnya sebelum pergi.

__ADS_1


''Seharusnya kamu tidak perlu repot menjemputku,kakak sudah terbiasa naik angkutan umum''ucap Alexa merasa tak enak hati sudah beberapa hari Lily selalu menjemputnya.


''Lily nggak repot kok kak,senang malah punya kakak yang bisa di ajak ngobrol,''sahut Lily.


Tiba-tiba Alexa meringis karena merasakan perutnya kram dan itu terlihat oleh Lily.


''Kakak kenapa,ada yang sakit kah,kita kedokter ya aku nggak mau keponakanku kenapa-kenapa,''ucap Lily panik keceplosan.


Alexa pun langsung menatap Lily,tatapan keduanya bertemu,Lily yang tau pun berbicara.


''Lily sudah tau kok kak,''ucap Lily,selamat ya kakak sebentar lagi akan menjadi ibu,dan aku jadi aunty yang paling cantiiiik,"ucap Lily kemudian.


''Kita rawat sama-sama kak,bolehkan,''ucap Lily yang melihat Alexa termenung.


Dan Alexa menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya,dan air matanya meluncur begitu saja membasahi pipi putih dan mulusnya,Lily pun meraih tangan Alexa dan menggenggamnya untuk menyalurkan kekuatan.

__ADS_1


''Kakak pasti bisa....''


__ADS_2