
Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan tenang saja sayang,"bisik Ansel ditelinga Alexa,kemudian Ansel mencium bibir Alexa dengan lembut,bahkan sangat lembut kemudian ********** untuk memberi rangsangan buat Alexa.
Ansel menggoda Alexa dengan pelan-pelan,supaya Alexa percaya kepadanya,tangan Ansel mulai menelusuri setiap inci tubuh Alexa dengan lembut,Ansel menggerakan tangannya dengan perlahan menelusuri bagian sensitif Alexa, membuat Alexa mendesah,
mulut Alexa ingin sekali berkata untuk menolaknya,tapi tubuhnya berkata lain,tubuhnya sangat menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Ansel.
Ansel mengecupi leher putih jengjang Alexa dan meninggalkan jejak kepemilikannya di sana,kemudian bibir lembutnya mulai menelusuri dua bukit kembar yang masih sangat ranum , melahap dengan rakus tonjolan kecil yang berada di ujung gunung kembar yang sangat padat dan kenyal ,seketika Alexa membusungkan dadanya merasakan sensasi yang baru pertama kali ia rasakan,tangan dengan sepontan memeluk kepala Ansel,meremas rambutnya dan menekan kepalanya lebih dalam lagi ke dadanya,.
Sayaaaang kamu sudah cukup basah,aku akan memulainya,"ucap Ansel parau sambil menatap Alexa,keduanya terlihat jelas sudah di penuhi kabut gairah.
Tanpa menunggu jawaban dari Alexa,Ansel mulai mengarahkan senjatanya dan dengan lembut menggesek -gesek area sensitif Alexa dengan senjatanya,setelah di rasa cukup siap Ansel mendorong senjatanya dan.........
Buk!
Aow!
Ansel terbangun dari mimpinya setelah salah satu tangan Alexa mendarat tepat di wajahnya dengan sedikit keras.
__ADS_1
Ansel pun menyingkirkan tangan Alexa dari wajahnya dengan perlahan supaya Alexa tetap terjaga tidurnya.
"Huff hanya mimpi ternyata,"gumam Ansel mengusap wajahnya dengan kasar.
Karena merasa ada yang tidak nyaman di bagian bawah sana minta untuk di tuntaskan Ansel pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan pergi masuk ke kamar mandi.
********
Alexa terbangun,di rasanya ada hembusan angin lembut menerpa pipinya,di liriknya tuan Ansel masih tidur lelap di sisinya dan masih setia memeluknya.
Dengan perlahan Alexa menyingkirkan tangan tuan Ansel yang setia melingkar di perutnya.
"Uuùh apa ini?,jorok sekali dia membuang ingus di mana saja,tidak di siram lagi,apa susahnya tinggal pencet tombol nanti airnya akan keluar sendiri,"gerutu Alexa saat ia berdiri di bawah shower dan ternyata di lantainya banyak sekali cairan kental seperti ingus bercecer di lantai,dan dengan cepat Alexa membersihkannya.
Setelah menyelsaikan aktifitas di kamar Alexa segera turun kedapur untuk membuatkan sarapan,membuat nasi goreng adalah pilihan menu untuk pagi ini.
"Pasangkan dasi,"ucap Ansel yang sudah berdiri di belakang Alexa yang sedang menata sarapan di meja makan.
__ADS_1
Alexa pun langsung membalikkan badannya kearah tuan Ansel,lalu mengambil dasi yang di bawa tuan Ansel dan langsung memakaikannya.
"Kenapa keluar kamar sebelum aku selesai mandi?,''tanya Ansel.
"Karena saya harus menyiapkan sarapan,"jawab Alexa.
Kemudian Ansel langsung duduk di kursi meja makan setelah Alexa selesai memasangkan dasinya dan menghabiskan sarapan di piringnya yang sudah di siapkan Alexa.
"Ini untukmu ,untuk membeli keperluanmu,belilah apa pun yang kamu mau,"ucap Ansel menyodorkan kartu black card .
"Tidak perlu,semua keperluanku sudah tersedia di sini,"tolak Alexa dengan lembut.
"Simpan saja,siapa tau nanti kamu membutuhkannya,"ucap Ansel kemudian meletakkan kartu black card nya di tangan Alexa karena Alexa tak kunjung mengambilnya.
"Aku berangkat,"pamitnya lalu beranjak dari duduknya.
""Terimakasih,"ucap Alexa sebelum Ansel meninggalkan meja makan.
__ADS_1
"Ya,pergilah shoping supaya kamu tidak bosan diam di rumah terus,"titah Ansel kemudian pergi meninggalkan meja makan menuju perusahaan.
"Alexa masih diam duduk,ia bingung dengan perubahan tuan Ansel yang jadi perhatian kepadanya.