
Dengan semangat baru Ansel memimpin jalannya meeting di perusahaannya,entah apa yang membuatnya sangat merasa bersemangat hari ini,yang jelas ia ingin menghapus kenangan manis yang ia jalin bersama mantan kekasihnya,yang berakhir ia di khianati oleh mantan kekasihnya.
Memperbaiki keadaan perusahaan yang ada sedikit masalah ketika ia tidak begitu memperhatikan perusahaan ,waktu dirinya sibuk mengejar cinta mantan kekasihnya.
Perusahaan yang ia bangun dari nol berkembang pesat dalam waktu singkat,Ansel merasa bangga di usianya yang terbilang masih muda sudah memiliki perusahaan sendiri.
Dan Ansel merasa beruntung belum menikahi wanita murahan dan licik seperti Monic.
"Dasar wanita bodoh,"ucap Ansel lirih di sela- sela menejer keuangan sedang menjelaskan laporan hasil kinerjanya.
"Tuan mengucapkan sesuatu?,"tanya Rey yang berada di samping tuan Ansel mendengar gumamannya.
"Tidak,"jawabnya.
"Kau,"tunjuk Ansel kepada manager keuangan,perbaiki lagi laporan yang kau buat,perintah ini juga berlaku untuk kalian semua,perbaiki laporan yang kalian buat,"ucap Ansel dengan tegas ke seluruh bawahannya.
"Kerjakan cepat!dan harus selesai hari ini juga!,"ucapnya penuh penekanan kemudian Ansel beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan meeting.
Setelah bos nya sudah meninggalkan ruang meeting terlebih dahulu ,semua karyawan yang berada di ruangan meeting segera keluar dari ruang meeting dan segera mengerjakan apa yang di perintahkan oleh bos nya sebelum bos nya berubah pikiran dan berakhir dengan pemecatan karena tidak puas dengan hasil kerja karyawannya.
Dan setelah keluar dari ruang meeting,Ansel kembali masuk ke ruangannya karena banyak pekerjaan yang menanti di atas meja ruang kerjanya,setumpuk kertas berharga yang harus ia periksa satu persatu dengan teliti dan di bubuhi tanda tangannya.
__ADS_1
Tok!
Tok!
Tok!
"Masuk!,"
"Tuan ,saya bawakan kopi untukmu,"ucap seorang wanita dengan suara kemayu nya, dandanan menor dan berpakaian kurang bahan mencoba untuk mencari perhatian dan menggoda tuan Ansel.
Dia adalah Rena salah satu karyawan wanita di perusahaan Ansel yang sudah menaruh hati kepada bos nya sejak lama.
Dan hari ini dia mencoba mendekati bos nya karena sudah beberapa hari memperhatikan tuan Ansel tidak lagi di kunjungi oleh Monic.
"Mengantar kopi untukmu tuan,"jawab rena.
"Tidak perlu,itu bukan pekerjaanmu,"ucap Ansel dingin.
"Pergilah!,"
"Tapi tuan,"
__ADS_1
"Pergilah dari ruanganku!,dan ubahlah cara berpakaianmu kalau masih ingin bekerja di perusahaanku,"Ansel berucap dengan nada dingin namun penuh peringatan karena kesal Rena tak memenuhi aturan dan perintahnya.
Rena pun keluar dari ruangan bosnya dengan derai air mata karena usahanya untuk mendekati bosnya berakhir mengecewakan.
Setelah kepergian rena Ansel pun melihat ke arah jam tangan yang di pakainya.
Sudah sore,seketika Ansel ingat kejadian tadi pagi bersama Alexa di dalam kamar.
Ansel mengusap wajahnya frustasi,ia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau tidak akan menyentuh Alexa dan sekarang untuk melepaskan pun tak rela.
"Come on Ansel,kau yang membawa Alexa kedalam masalahmu,kau juga yang harus bertanggung jawab,"gumam Ansel sambil duduk bersandar di kursi kebesarannya menatap langit-langit ruang kerjanya.
Ansel akui dirinya lemah dalam urusan cinta,kegagalan selalu saja menghampirinya,dan dengan Monic dirinya hampir di buat gila.
"Siapa yang menyalakan video itu di kamarku?tidak mungkin Alexa,dia tidak tau apa-apa,aku harus cari tau dari mana asal video itu,"gumam Ansel kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruang kerjanya.
"Tuan ini laporan yang anda minta sudah selesai,"ucap salah satu karyawan saat berpapasan dengan Ansel di luar ruangan kerjanya.
"Kau serahkan saja kepada asisten Rey,biar dia yang akan mengeceknya ,saya mau ada urusan,"ucap Ansel tegas.
"Baik tuan,"
__ADS_1
**************