Mengandung Benih Tuan Depresi

Mengandung Benih Tuan Depresi
Bab 37


__ADS_3

Alexa hanya tersenyum melihat tingkah ketiga teman barunya.


"Eghmmm,lima menit lagi waktu makan siang selesai,!"ucap Shane tegas yang masih merasakan perdebatan Brayn dan Lily di bawah meja.


Brayn dan Lily pun langsung menghentikan perdebatan kaki mereka di bawah meja dan fokus ke makan siangnya.


"Makan yang banyak Lily ku yang cantik,"goda Dannis yang melihat Lily yang selalu makan sedikit karena takut gemuk.


"Nggak ah,takut gemuk,"ucap Lily.


"Kamu itu udah langsing,yang ada malah sakit nanti,lihat tu kakak baru kamu tiap hari makan banyak pede-pede aja,"sahut Brayn.


"Besok kita seimbangin dengan olahraga,besokan hari minggu,kita olahraga bersama oke,"ucap Dannis.


"Iya,iya iya bawel,"jawab Lily cemberut.


Sepuluh menit berlalu....


Sebenarnya bukan lima menit yang tersisa waktu istirahat makan siangnya,itu hanya akal-akalan kak Shane saja untuk menghentikan perdebatan Brayn dan Lily.

__ADS_1


"kakak sepertinya aku....,''ucap Lily tak beranjak dari tempat duduknya saat semuanya sudah selesai makan siang dan sudah pergi dari kantin kembali ke posisi kerjaan masing-masing.


Deg!


Alexa yang mengerti melihat Lily masih duduk dengan gelisah,seketika Alexa sadar kalau ia belum mendapatkan bulanan selama empat bulan.


"Kakak kok malah bengong,"ucap Lily sambil menggoyangkan tangan Alexa yang di pegangnya.


"Eh iya,kamu kenapa?,"tanya Alexa tersadar.


""Kak Alexa,aku basah,sepertinya aku datang bulan,"ucap Lily lirih.


"Kamu pakai ini buat nutupin dan segera ke toilet,kakak beliin dulu pembalutnya,kamu tunggu di toilet,"ucap Alexa sambil melepas blazer warna hitam yang di pakainya dan di berikan ke Lily.


Begitu pun Lily segera pergi ketoilet sebelum keadaan dirinya tambah kacau.


Setelah mendapatkan apa yang di butuhkan Lily,tak lupa Alexa mampir ke apotek yang ada di sebelah mini market untuk membeli tespeck untuk dirinya.


Dengan segera Alexa kembali ke perusahaan setelah mendapatkan apa yang di perlukan.

__ADS_1


"Lily ini punya mu,"ucap Alexa setelah sampai di toilet di mana tempat Lily menunggunya.


''Terima kasih kak,"ucap Lily sambil mengambil pembalut dari tangan Alexa kemudian menutup pintu toilet.


Alexa pun ikut masuk ke toilet di sebelahnya yang kosong,dengan dada yang berdebar dan hati yang cemas Alexa mengeluarkan tespecknya dari tas kecil yang di bawanya.


Beberapa menit kemudian....


Alexa menggigit bibir bawahnya,menatap kosong dirinya di depan cermin toilet.


"Aku hamil,"ucap Alexa lirih pada diri sendiri kemudian di lihatnya lagi tespeck di tangannya yang menunjukan garis merah dua.


Alexa tersadar dari lamunannya ketika ia merasakan ada yang bergerak di dalam perutnya.


Alexa mengusap perutnya yang masih rata dengan lembut,"ternyata ada bayi mungil di dalam perutku,aku kira cacing ,"ucap Alexa haru.


"Aku harus kuat,aku pasti bisa,demi anakku,''ucap Alexa menyemangati diri sendiri.


Kemudian Alexa bercermin,melihat dirinya di cermin dengan seksama,badan Alexa yang kini lebih berisi karena ternyata perutnya juga sedang berisi bayi mungil dan juga Alexa makannya kini lebih banyak dari biasanya.

__ADS_1


Alexa berjalan dengan tegar,setelah ia menyemangati dirinya sendiri,dia tidak ingin terlihat lemah di mata orang lain,Alexa yakin Alexa bisa melewati ujian hidup ini.


Demi anak yang sedang di kandungnya.....


__ADS_2