Mengandung Benih Tuan Depresi

Mengandung Benih Tuan Depresi
Bab 23


__ADS_3

Dengan emosi yang sudah sampai ke puncak ubun-ubun setelah melihat video Monic yang sedang tertawa bahagia dengan seorang pria menertawakan dirinya.


Dengan cepat Ansel menyambar kunci mobil yang ada di atas meja tepat di depannya ia berdiri, Ansel langsung melangkah keluar kamar,meninggalkan kamarnya dengan penuh emosi.


Ansel masuk ke mobil yang sudah terpakir tepat di depan pintu mansion,Ansel mengendarai mobilnya seorang diri dengan kecepatan penuh di jalanan,dan tak menghiraukan teriakan orang lain yang memprotes dirinya karena membahayakan pengendara lain.


"Rey di mana wanita itu?"tanya Ansel dengan tegas menelfon asisten Rey di sela-sela menyetirnya.


Rey yang sudah tau kenapa tuannya,setelah di telfon Alexa beberapa menit yang lalu kalau tuan Ansel pergi keluar rumah mengendarai mobilnya dengan kondisi tak baik-baik saja,pun langsung menjawabnya.


"Dia sedang menginap di hotel,"jawab Rey,yang tadi sempat melihat ketika dirinya meeting bersama teman di area sebuah hotel.


"Awas saja kau,berani -beraninya kau menipuku br*****k,"berang Ansel mengumpati Monic sambil mencengkram setir kemudi menambah kecepatannya.

__ADS_1


Emosi Ansel sudah tak terbendung lagi,niat hati ingin bertanggung tapi di manfaatkan untuk hal yang menjijikkan oleh Monic.


Ansel menutup pintu mobilnya dengan kasar saat kendaraan roda empat yang di kendarainya itu berhenti tepat di depan pintu lobby sebuah hotel mewah,Ansel segera melangkah menghampiri resepsionis untuk menanyakan di kamar no berapa Monic menginap.


Resepsionis memberikan kunci cadangan setelah mendapatkan ancaman dari Ansel,Ansel yang geram karena tak kunjung mendapatkan izin untuk ke kamar yang Monic sewa pun langsung mengancamnya.


Rey yang baru sampai menyusul tuannya dan beberapa satpam dan pelayan pria hotel tersebut mengikuti Ansel yang melangkah menuju kamar Monic berada,karena tak ingin terjadi keributan yang akan mencoreng nama baik hotel tempat mereka bekerja,dengan melihat kondisi Ansel yang penuh emosi.


Sorot mata tajam Ansel yang di penuhi emosi langsung menangkap sosok wanita dan pria di atas tempat tidur yang bertelanjang tanpa sehelai benang pun yang menghalangi tubuh keduanya,sedang menikmati permainan yang mereka lakukan,dan tak menyadari ada orang yang datang memasuki kamarnya.


"Sangat menjijikkan!!"ucap Ansel geram dan tegas sambil tetap berdiri bersedekap tangan tak jauh dari tempat tidur kedua manusia itu yang sedang menikmati permainan yang tidak seharusnya mereka lakukan sebelum waktunya.


Monic yang kaget mendengar suara lantang Ansel yang menggema di kamar itu pun langsung mengentikan aktifitasnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut kemudian menatap ke arah Ansel dengan wajah tegang.

__ADS_1


"Kau malu tubuhmu di lihat banyak orang hah!,tapi kau tidak malu melakukan hal yang sangat menjijikkan!,"ucap Ansel tegas dan berusaha santai melihat itu semua.


"Sayaaang ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan,aku akan menjelaskan semua nya,"ucap Monic membela diri.


"Jangan pernah lagi panggil aku sayang dari mulutmu dan aku sudah tidak sudi lagi melihatmu,"


Dan aku tidak butuh lagi penjelasan darimu,aku sudah tau semua rencana licikmu,"ucap Ansel tegas kemudian.


"Rey,ambil kembali saham yang ada padanya,"titah Ansel kepada Rey,tapi masih bisa terdengar oleh Monic.


Setelah itu Ansel segera pergi meninggalkan hotel tersebut.


Dan Monic frustasi karena tidak lagi mempunyai uang karena saham dan juga kartu kredit di ambil kembali oleh Ansel,dan juga Dev memilih meninggalkan Monic.

__ADS_1


__ADS_2