
#hospital
Andi dan Maya langsung masuk kedalam rumah sakit dan bertanya kepada front office.
"Nona .... ruangan yang bernama Wahyu Annisa Dimana ya" tanya Andi yang begitu khawatir
" ruangan yang bernama Wahyu Annisa , diruangan 150 lantai 3 " sahut wanita
"baiklah, terima kasih" sahut Andi.
Andi dan Maya langsung masuk ke lift dan menemui Nisa .
sampainya di depan kamar Nisa ,Andi bergegas dan langsung membuka pintu ruangan yang di tempati oleh Nisa.
cekrek .... ( suara pintu terbuka)
"Nisa" gumam Andi lirih
Andi langsung mendekati Nisa dan memeluknya
"kau tidak apa-apa kan sayang" tanya Andi khawatir
"ayah tenanglah,kaki ku hanya terkilir ayah" sahut Nisa
"ayah aku haus" sahut nisa
"baiklah,ayah akan membelikan aqua sebentar, di luar" ujar Andi
Andi pun keluar dari ruangan dan meninggalkan Maya dan nisa.
ibu tirinya langsung mendekati Nisa ,dengan muka datar dan mata yang sinis.
" kau selalu menyusahkan orang tua"
ucap Maya dengan menjambak rambut Nisa
"aaww .... sakit Bu" ucap Nisa meringis kesakitan
__ADS_1
"ini pelajaran buat kau ,yang sudah menyusahkan orang tua,siapa yang bayar biaya pengobatan kau,kalau bukan aku dan ayahmu" ujar Maya tegas dengan mata sinisnya.
"ma .... maaf kan aku Bu" sahut Nisa dengan berusaha ingin melepaskan genggaman dari ibunya
"kau hanya minta maaf,besok kau harus bekerja,kau harus mengganti uang yang buat biaya pengobatan mu" ucap Maya Ketus
"ta .... tapi bu kaki ku Masih sakit Bu"
sahut Nisa,air matanya menetes karena menahan jambakan dari ibu tiri nya
"aku tidak mau tau,dan hal ini jangan Sampai kau bilang sama ayahmu,kalau kau bilang,kau sudah taukan akibatnya" ujar Maya ketus
"ba .... baik Bu,aku minta maaf" sahut Nisa menangis
tok .... tok .... tok ..m.( suara ketukan pintu)
seketika Maya kembali ke posisinya dan Nisa hanya bisa menghapus air matanya.
"nak .... ini air minum nya" ujar Andi(ayah Nisa)
"makasih ayah" sahut nisa
"oh .... ini tadi hanya kelilipan ayah" ujar Nisa gugup
"yasudah besok kamu jangan berkerja ya nak" ujar ayah Nisa dan mengelus rambut Nisa
Maya langsung menatap tajam Nisa,Nisa langsung tunduk karena Takut melihat ibu tiri nya.
"ah .... tidak apa-apa ayah,lagian ini cuma luka sedikit" ujar Nisa dengan senyuman terpaksa
"tapi nak .... " ucap Andi terpotong
"sudahlah ayah,besok nisa akan bekerja" sahut Nisa.
"baiklah nak,kalau kau memaksa" ucap ayah Alana ( Andi)
tiba tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangan Nisa dan itu tidaklah lain adalah dokter hendra.
__ADS_1
cekrekkkk .... ( suara pintu terbuka)
dokter Hendra langsung memasuki kedalam ruangan.
"hai paman" sapa dokter Hendra
Andi membalas nya dengan mengangguk kan kepala nya dan dengan senyuman
"kau .... gadis yang dikantor itu kan" tanya dokter Hendra
"eh .... dokter" sahut Nisa
"bagaimana dengan kaki mu" tanya dokter Hendra
"sudah lumayan dokter" sahut Nisa
"nak,kau kenal Dengan dokter ini" tanya ayah Nisa (Andi)
"iya yah,Nisa kenal" ujar Nisa
"baiklah Nisa,hari ini kamu bisa pulang tapi harus banyak istirahat" sahut dokter Hendra
"baiklah dok" sahut Nisa
"saya harus kembali, untuk memeriksa kondisi pasien yang lain,jaga dirimu Nisa" ucap dokter Hendra
"baik dok" sahut Nisa
dokter Hendra langsung meninggalkan Nisa dan pergi ke ruangan lainnya.
" nak ayo kita pulang" sahut ayah
" yuk ayah"ujar Nisa berjalan kaki dengan terpingkal pingkal
"masih sakit nak, kakinya" tanya ayah Nisa khawatir
" ah .... tidak ayah" ujar Nisa menahan kesakitan.
__ADS_1
bersambung,,,,,,,,,,,,