Menikahi Bos Menyebalkan

Menikahi Bos Menyebalkan
eps 62. episode .62.


__ADS_3

"Tante,Alana .... Nisa tidak bisa bernafas" ucap Nisa yang suaranya sedikit serak


"eh .... maaf-maaf soalnya Tante terlalu senang" ucap mama Jenni yang senyumanya begitu merekah


"iya kak, Alana juga minta maaf ya" ucap Alana Cengengesan


"sudahlah tidak apa-apa" jawab Nisa yang senyumanya begitu merekah


"oh iya Alana dan Nisa tidak jadi member gaun" tanya mama Jenni


"oh iya lama lupa mam" ucap Alana dan menepuk dahinya


"yasudah kak, kita bersiap-siap untuk ke butik dan dianterin sama pak supir" ucap Alana dan menarik tangan nisa


"Tante Nisa tinggal dulu ya, maaf Tante Nisa berteriak karena Alana menarik tangan Nisa" ucap Nisa sedikit teriak


"iya sayang tidak apa-apa" ucap mama Jenni sedikit teriak


Nisa dan Alana bersiap-siap untuk keluar, setelah selesai Nisa dan Alana menaiki mobil yang sudah disediain oleh pak supir.


"mau pergi kemana non" tanya pak supir


"antarkan kami kebutik yang sering didatangi oleh mama" sahut Alana


"baik non" jawab pak supir


#Butik


setelah sampai di butik , nisa dan Alana turun dari mobil dan memasuki butik.


"wah .... besar sekali dan banyak sekali gaun-gaun yang cantik" gumam Nisa dalam hati dan termenung seperti patung


"kak .... kakak kenapa" tanya Alana heran


"ah .... tidak apa-apa" jawab Nisa


"yasudah kak, kakak pilih yang mana gaun yang kakak sukai, setelah itu tunjukkan kepada Alana kak" pinta Alana


"baiklah kakak akan memilih gaunnya dan ini sedikit butuh waktu yang lama" ucap nisa dengan tersenyum nya yang begitu merekah


"baiklah kak, Alana akan menunggu dan duduk di sofa" jawab Alana


”mbak" panggil Alana kepada karyawan butik.


"iya Nona, ada yang saya bisa bantu" tanya karyawan wanita dan sedikit membungkukkan tubuhnya.


"bantu kakak yang ada disana ,yang sedang memilih gaun" pinta Alana


"baik nona" jawab karyawan wanita dan langsung mendekati Nisa yang sedang memilih gaun


"Nona" panggil karyawan wanita dan memegang bahu Nisa.

__ADS_1


"iya", jawab Nisa heran


"saya diperintahkan oleh Nona yang sedang duduk di sofa itu untuk membantu nona memilih gaun" ucap karyawan wanita menjelaskan


"baiklah, itu mempermudahkan saya untuk memilih salah satu diantara gaun yang sebanyak ini" ucap Nisa yang tersenyum


karyawan wanita mulai memilih gaun yang keluar terbaru dari Jepang, dan memberikan kepada Nisa, Nisa yang melihat itu dia langsung mengenakan gaun itu.


Nisa berjalan dan menunjukkan kepada Alana, Alana yang melihat itu spontan terkejut dan langsung berdiri dari duduknya, dia tidak melepas pandangannya dari Nisa yang begitu cantik memakai gaun.


"Alana .... apakah ini bagus kakak kenakan" tanya Nisa


" kakak begitu cantik" ucap Alana cepat dan langsung menghampiri Nisa


"Alana .... walaupun gaun ini sangat cantik tapi di belakangknya sedikit terbuka, Kakak tidak terbiasa memakainya" imbuh Nisa


"kakak ini .... cuma sedikit kok, kalau kakak tidak mau menunjukkan nya nanti rambutnya kita buat terurai saja" ucap Alana memberi ide


"yasudah lah, lagian kakak soal begini kurang mengerti dan ini kan pertama kali nya kakak datang kepesta" ucap nisa


"kakak tenang saja kan ada Alana, Alana akan membuat kakak tercantik di pesta itu" goda Alana dengan senyumannya yang begitu merekah


"adik kakak yang satu ini" ucap nisa dan mencubit kedua pipi Alana


"kakak .... " merengek Alana dan menahan tertawa nya


" yasudah kakak akan membuka gaun ini dulu" ucap Nisa dan pergi keruang ganti, setelah itu menjumpai Alana kembali


"kak .... sini gaunnya biar Alana bayar " ucap Alana dan meminta gaun yang di pegang oleh Nisa.


mereka berdua duduk di kursi dan mulai memesankan makanan kepelayan.


"Alana .... kalau boleh kakak tau, Harga gaun itu berapa?" tanya Nisa ragu-ragu


"oh itu harganya 30jt kak" jawab Alana santai


"apa!! " teriak Nisa terkejut


"kakak .... jangan teriak" ucap Alana dan menutupi mulut Nisa.


"30jt itu bisa jangka waktu aku makan dalam dua tahun" gumam Nisa dalam hati


"Alana .... lebih baik kita tidak membeli gaun ini ya, ini sangat mahal" pinta Nisa


"tenanglah kak, calon suami kakak itu direktur, kalau hanya gaun ini tidak ada apa-apanya" jawab Alana


"baiklah , tapi kan .... " ucap Nisa terpotong


"sudahlah kak, tidak apa-apa" jawab Alana dan memegangi tangan Nisa.


"lebih baik kita makan saja kak, sebelum makanannya dingin" pinta alana

__ADS_1


"baiklah" jawab Nisa.


mereka berdua menghabiskan makanannya secara lahab, tiba-tiba ada dua seorang laki-laki yang mereka tidak kenal menghampiri mereka.


" hai gadis cantik, kami berdua bolehkan menemani kalian makan" goda dua laki-laki yang seperti preman yang hanya memperainkan wanita saja.


"tidak .... lebih baik carilah tempat yang lain, masih banyak kursi yang kosong" ucap Alana ketus dan memandang wajah dua preman dengan tidak suka.


" hai gadis kecil, jangan marah-marah , kami hanya ingin menemani kalian makan saja " ucap salah satu preman dan memegang dagu runcing Alana


Nisa yang melihat itu, dia langsung berdiri dan menepis tangan preman yang ada didagu Alana.


"Alana .... lebih baik kita pergi dari sini" ucap Nisa dan Langsung menarik tangan Alana.


"hey tunggu .... jangan terburu-buru" ucap kedua preman dan menghentikan langkah Nisa dan Alana berjalan.


"kalian berdua ini begitu sangat cantik, apa perlu aku temani kalian pulang" goda salah satu preman dan memegang dagu runcing Nisa


"berani sekali kau" ucap Nisa geram dan menepis tangan preman itu.


Nisa Semakin memegang tangan Alana Secara erat dan tidak ingin melepaskan tangan Alana .


"kak .... Alana takut" ucap Alana ketakutan. tubuh nya mulai menggeletar karena melihat wajah preman .


"tenanglah kakak ada disini" ucap Nisa menenangkan Alana


kedua preman itu semakin mendekati Nisa dan Alana, Nisa yang melihat itu dia berjalan semakin mundur hingga sampai ke tembok.


"ayolah .... kami hanya ingin menghantar kalian pulang saja" ucap preman salah satu dengan senyumannya liciknya.


preman itu memegang dagu runcing Nisa ,tapi Nisa langsung memelintirkan tangan preman itu.


"berani sekali kau memelintir tangan dia" ucap preman yang satu lagi dan ingin bertindak mencapai nisa. Tapi Nisa Langsung menunjang ******** laki-laki itu. Nisa melepaskan pelintiran tangan preman itu dan mendorongnya kepreman yang sudah dia tunjang.


Nisa menarik tangan Alana dan langsung berlari keluar dari restauran, Nisa mencari supir dan akhirnya mereka berdua menemukan supir mereka dan langsung menaiki mobil.


disisi lain preman yang kena tunjang oleh Nisa , meringis kesakitan dan tidak bisa mengejar Nisa dan Alana.


"dasar wanita brengsek " ucap preman geram


"tenang saja kita akan membalasnya, kali ini dia boleh kabur, tapi nanti aku tidak akan melepaskannya " ucap preman geram dengan senyuman liciknya.


_


_


_


_


bersambung,,,,,,,

__ADS_1


hallo readers jangan lupa untuk like dan komen di bawah ya 👇😊


dan berikan vote kalian sebanyak-banyaknya 🤗🙏❤️


__ADS_2