
"Alana.... " sahut Nisa
"ayolah kak jawab"merengek Alana
"aduh .... bagaimana aku menjelaskan nya" gumam Nisa dalam hati
"hmmm .... baiklah kakak akan jawab,tapi janji jangan kasi tau tuan reyhan" ucap Nisa dan menjulurkan jari kelingkingnya
"baiklahAlana janji, Alana tidak akan memberitahu kak reyhan" jawab Alana dan menjulurkan jadi kelingkingnya
"baiklah, sebenarnya kakak menyukai kakak mu,tapi sikap kakak mu itu selalu nyebelin dan kami jarang sekali akur" tutur Nisa sambil mengelus rambut Alana
"benarkah,ni ya kak Alana kasi saran,kalau seseorang menjalani suatu hubungan tanpa berkelahi itu bukan namanya suatu hubungan kak dan kak reyhan itu sebenarnya baik kok kak,asal kakak tau jarang sekali kak reyhan bersikap seperti itu kepada wanita kak" jawab alana menjelaskan
Nisa yang mendengarkan perkataan Alana hanya terdiam dan memikirkan apa yang di katakan Alana
"sudahlah kak, lebih baik kita tidur" ucap Alana dan memindahkan tubuhnya di samping ranjang yang kosong
"ah .... iya" jawab Nisa yang tiba tiba lamunannya bubar,Nisa juga merebahkan tubuhnya di ranjang dan mulai memejamkan kedua matanya
******
dipagi hari yang cerah, matahari memasuki sekeliling kamar alana, angin yang berhembus sekeliling kamar , membuat kamar Alana dingin.
Nisa yang merasakan wajahnya terkena sinar matahari dan udara yang dingin membuat Nisa bangun dari tidur nya dan mulai mengerjapkan kedua matanya.
Nisa bangkit dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi, setelah selesai mandi Nisa menggunakannya handuk yang melintir di bagian bidang dadanya.
Nisa mengambil pakaian kerja nya dilemari pakaian yang berwarna biru ,sama seperti warna langit yang begitu cerah.Nisa tidak membaluti wajahnya dengan make up, walaupun tidak bermake up wajahnya tidak menghilangkan aura kecantikan nya,Nisa mengikati rambutnya tinggi dan terlihat leher yang jenjang,yang mulus, putih dan bersih.
setelah selesai semua Nisa membangunkan Alana dan langsung menuruni anak tangga menuju ke dapur.
sama seperti tadi malam Nisa hanya memasak nasi goreng dan telur dadar, karena yang tersedia hanyalah Tinggal telur.
Nisa menaiki anak tangga dan menuju kamar reyhan.
tok.... tok.... tok....( suara ketukan pintu)
Nisa mengetuk pintu kamar reyhan ,tapi tidak ada sahutan dari dalam,Nisa mengulang mengetuk pintu kamar reyhan.
tok.... tok.... tok....
" iya sebentar" jawab reyhan dari dalam
Reyhan membuka pintu kamar dan melihat Nisa yang berdiri di hadapannya
Nisa melihat reyhan membuka pintu, langsung membulatkan kedua matanya,karena reyhan baru selesai mandi dan handuk nya yang melintir di pinggang , dan terlihat bentuk tubuh nya yang kotak kotak dan kekar seperti orang main petinju membuat Nisa terdiam seperti patung.
"kenapa?" tanya reyhan dingin
"ti.... tidak apa apa,saya pikir tuan belum bangun" jawab Nisa gugup dan membalikan tubuhnya membelakangi reyhan.
__ADS_1
Reyhan yang melihat tingkah laku Nisa,baru sadar kalau dia belum memakai pakaian nya, reyhan langsung menutupi pintu kamarnya dan bergegas mengambil pakaiannya.
Nisa yang mendengar reyhan menutup pintu kamar,dia mengerutkan dahinya dan kembali kedapur untuk membuat kopi dan susu coklat.
disisi lain Alana dan reyhan setelah selesai bersiap siap mereka berdua turun ke bawah dan menuju ke meja makan untuk sarapan.
Alana dan reyhan duduk di kursi dan melihat sudah ada tersedia makanan di meja .
________
Nisa yang baru selesai membuat kopi dan susu coklat dia langsung menuju kemeja makan, Nisa sudah melihat kakak beradik yang memakan sarapannya ,Nisa memberikan susu coklat kepada Alana dan kopi kepada reyhan setelah itu Nisa ikut duduk di kursi dan memakan sarapannya.
setelah selesai sarapan nisa membersihkan sisa makanan yang ada dipikiran , setelah itu Nisa menghampiri reyhan.
"tuan .... saya berangkat dulu" ucap Nisa.
"tunggu .... kau mau pergi ke kantor naik apa" tanya reyhan dingin
"naik bus" jawab Nisa dengan wajah yang polos nya
"tidak, kau pergi kekantor bersama ku,dan jangan memberi alasan" ucap Reyhan dingin
Nisa yang mendengar perkataan reyhan hanya mengerucutkan bibirnya.
"Alana .... jaga dirimu kakak pergi kekantor dulu" ucap reyhan mengelus rambut Alana dan tangan yang satu lagi memegang tangan Nisa
"yasudah Alana kakak pergi dulu" ucap Nisa
Reyhan yang sudah memegang tangan Nisa langsung mengajak Nisa keluar dan menuju ke mobil yang sudah di sediakan oleh Raka.
Reyhan membuka pintu mobil dan memberi isyarat untuk Nisa masuk.nisa yang dia layaknya seperti seorang putri dia mengerutkan dahinya.
di dalam mobil tampak hening tidak ada satu pun yang berbicara, Raka yang melihat Tuan nya dan Nisa saling tidak berbicara ia mulai untuk berbicara dan menghilangkan keheningan.
"tuan.... apa penyakitmu sudah sembuh" goda Raka kepada reyhan.
Raka yang sudah tau rencana tuannya yang berpura pura sakit untuk mencari perhatian Nisa,dia tetap saja menggoda tuannya.
"sudah" jawab reyhan dingin
"Nisa,apa tuan reyhan menyusahkan mu" tanya Raka menggoda Nisa
"menyusahkan? tidak. tapi sikap dia semalaman membuat aku gila, kadang ngajak pacaran kadang ngajak nikah" gerutu Nisa dan memalingkan wajahnya kearah lain
"benarkah Nisa, kenapa tidak panggil saja dokter sakit jiwa" goda Raka dan menahan tertawa nya
Reyhan yang mendengar perkataan Raka langsung menatap tajam Raka,tapi Raka tidak menggubrisnya sama sekali,dia tetap akan menggoda tuannya dan Nisa.
"aku sudah ingin menelfon dokter,tapi di tahan olehnya" gerutu Nisa dan memandang wajah reyhan
"ditahan?, kalau seperti itu cepat cepat lari,nanti di terkam oleh singa yang lagi ngamuk" goda Raka dan menahan tertawa nya
__ADS_1
"iya aku akan lari,lihat saja wajahnya seperti singa,mana ada wanita yang mau dekat dengan seekor singa" ejek Nisa dan menahan tertawa nya.
Reyhan yang mendengar perkataan Raka dan Nisa wajahnya mulai memerah karena sebagai alat permainannya mereka berdua.
"diiiammm" ucap reyhan tegas
Nisa dan Raka yang melihat tuan nya yang mulai marah dan wajahnya seperti singa langsung terdiam.
"hey .... kak lampir kau ingin aku marah ya" tanya reyhan ketus
"tidak, siapa yang membuat tuan marah,saya hanya mengatakan apa yang terjadi dan itu benar, wajah tuan memang seperti singa,yang datar aja,jarang senyum dan sering mengancam" jawab Nisa menjelaskan
"walaupun aku seperti ini,tapi banyak wanita yang mengejarku dan ingin menjadi istri ku" jawab reyhan bangga kepada dirinya.
"cih .... aku enggak tuh tuan,tuan jangan kegeeran , Hanya sedikit yang menyukai tuan, buktinya aja aku enggak" jawab Nisa Ketus
"baiklah, kalau kau tidak menyukai ku,aku akan membuat kau menyukai ku" goda reyhan dengan senyuman liciknya
"oke .... kita lihat saja nanti" jawab Nisa ketus dan memandang wajah reyhan dengan sinis
"oke baiklah,saya akan lihat siapa yang akan cemburu duluan ketika salah satu mendekati lawan jenisnya" seru raka dan Raka mencoba untuk menyatukannya keduanya
"baiklah raka kau jadi wasitnya" ucap reyhan dan memandang wajah Nisa dengan senyuman liciknya
"kalau salah satu yang menang dapat hadiah apa" tanya Nisa
"kalau kau yang menang aku akan mencium mu,kalau aku yang menang kau akan menciumku" goda reyhan kepada Nisa dengan senyuman liciknya
"enggak? aku GK setuju,itu mah cari keuntungan sendiri" ucap Nisa ketus
"kenapa? karena kita sudah membuat perjalanan, jadi harus kita laksanakan" ucap reyhan dengan senyuman nya
"cih .... mencari kesempatan kesempitan,kalau dia menciumku itu jadi keuntungan bagi dia,kalau aku juga menciumnya itu juga menjadi keuntungan nya dia. Argghhh .... menyebalkan" gerutu Nisa lirih.
Nisa tidak mengetahui kalau apa yang di katakan olehnya terdengar oleh reyhan.
Reyhan yang melihat Nisa menggerutu tentang dia dan Nisa mengerucutkan bibirnya , membuat reyhan menggeleng gelengkan Kepalanya dan senyuman senyum sendiri.
Raka melihat kejadian perdebatan antara tuannya dan Nisa membuat dia tertawa,tapi jika dia tertawa dia akan di marahi tuannya,jadi Raka harus menahan tertawa nya,karena gara gara ulah dia sendiri yang terjadi perdebatan ini terjadi.
_
_
_
_
bersambung,,,,,,,
hallo readers jangan lupa like dan komen di bawah ya 👇😊
__ADS_1
dan berikan vote kalian sebanyak-banyaknya 🤗🙏❤️