
#didalam mobil
"Alana apa kau baik-baik saja" tanya Nisa khawatir dan memeriksa tubuh Alana.
"Alana tidak apa-apa kak" jawab Alana dengan senyumannya
"kenapa non, apa yang terjadi pada nona Alana " tanya supir khawatir
"kami tidak digoda oleh dua preman dan untung saja Kak Nisa pemberani dan menghajar dua preman itu" ucap Alana yang begitu bangga
"apakah nona berdua baik-baik saja, maafkan saya sudah tidak menjaga nona Alana dan nona Nisa" ucap pak supir yang merasa bersalah
"sudahlah pak tidak apa-apa" jawab Nisa dengan senyumannya
"tapi non .... " ucap pak supir terpotong
"sudahlah pak .... lagian kamu berdua tidak apa-apa, bapak tidak perlu khawatir" ucap Nisa
"baiklah non" jawab pak supir sedih lega
#kediaman rumah reyhan Kusuma
setelah sampainya di rumah, pintu gerbang telah dibuka oleh satpam. Alana dan Nisa turun dari mobil dan membawa gaun yang mereka beli
ting .... tong ....
mama Jenni yang mendengar itu dia membuka pintu rumah dan melihat Nisa dan Alana yang ada di hadapannya.
"anak mama sudah pulang .... yuk masuk" ucap mama Jenni dan menarik tangan Nisa dan Alana untuk duduk di sofa diruang tamu.
"Alana .... wajahmu kenapa pucat" tanya mama Jenni khawatir
"ma .... Alana takut" ucap Alana dan memeluk mamanya
"nak takut kenapa .... cerita sama mama" tanya mama Jenni yang begitu cemas
Alana yang mendengarkan itu dia hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa-apa, dia masih trauma dengan kejadian di restauran yang tiba-tiba datang seorang preman.
"Nisa apa yang terjadi?" tanya mama Jenni cemas dengan sikap Alana dan Nisa yang hanya diam
"ta .... Tante kami tadi" ucap Nisa gugup dan belum selesai berbicara
"kenapa?" tanya mama Jenni yang semakin cemas
"ka .... kami tadi digoda oleh dua preman Tante" jawab Nisa dengan kepala tertunduk
"apa!!" ucap mama Jenni kaget
"kalian tidak apa-apa kan, tidak disentuh oleh dua preman itu kan" tanya mama Jenni dan memeriksanya tubuh Nisa dan Alana.
"kami tidak apa-apa Tante, ta .... tapi sepertinya Alana trauma dengan kejadian itu" ucap Nisa cemas dan melihat keadaan Alana yang hanya diam saja.
"kalau tau seperti ini, Tante akan mengirim dua pengawal untuk kalian" ucap mama Jenni dan memeluk Nisa dan Alana
"sudahlah ma .... mungkin kejadian tadi lupakan saja" imbuh Alana
"Tapi nak .... wajah mu pucat,apa perlu mama panggilkan seorang dokter" tanya mama Jenni cemas
"tidak perlu ma, mungkin ini karena Alana takut melihat wajah preman itu" tutur Alana yang sedikit senyum
" hmmm .... baiklah lebih baik kalian berdua beristirahat di kamar" ucap mama Jenni dan mengecup kening Nisa dan Alana
"iya ma .... " ucap Alana dan pergi ke kamarnya
Nisa yang hendak beranjak dari duduknya dan pergi kekamar tapi mama Jenni menahannya.
"Nisa .... " panggil mama Jenni dan memegang tangan Nisa
"iya Tante" sahut Nisa
__ADS_1
"nak .... kenapa bisa jadi seperti ini, coba kamu ceritakan gimana awal sampai preman itu mendekati kalian berdua"ucap mama Jenni
Nisa yang mendengar perkataan mama Jenni dia menceritakan kejadian awal dimana dia dan alana sedang makan di restauran. dan mama Jenni yang mendengar itu dia sangat terkejut dengan tindakan Nisa kepada preman itu.
"untung saja kalian tidak kenapa-kenapa" ucap mama Jenni dan mengelus rambut Nisa
"tenanglah Tante, selagi Nisa ada disamping alana. Alana tidak akan terluka" ucap Nisa dengan senyuman yang begitu merekah
"baiklah sekarang istirahat lah" pinta mama Jenni kepada Nisa.
Nisa yang mendengar itu, dia hanya menjawab menganggukkan kepalanya dan beranjak dari duduknya untuk pergi ke kamar Alana, dia merebahkan tubuhnya di samping Alana yang sedang berbaring.
Alana yang melihat itu dia membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Nisa yang berbaring.
"kak .... " panggil Alana dengan suara lembutnya.
Nisa yang mendengar itu dia menoleh melihat Alana
"kak jika preman itu balas dendam kepada kita, tentang apa yang kita buat terhadapnya, gimana kak" tanya Alana yang ketakutan
"tidak .... itu tidak akan terjadi, semoga saja kita tidak akan berjumpa dengan kedua preman itu" ucap Nisa yang sedikit cemas dengan apa yang dikatakan oleh Alana.
"tapi kak .... " ucap Alana terpotong
"sudahlah Kejadian itu lupakan saja, lebih baik Alana tidur" pinta Nisa
"baiklah kak" jawab Alana dan mulai memejamkan kedua matanya.
"semoga saja tidak berjumpa dengan kedua preman itu" gumam Nisa dalam hati yang cemas apa yang dikatakan oleh alana.
Nisa mulai memejamkan kedua matanya dan tidak ingin mengingat kejadian yang terjadi di restauran.
#ruang tamu
mama Jenni yang tengah duduk diruang tamu dan melamun apa yang terjadi dengan kedua putrinya. tiba-tiba ada yang menepuk pundak bahunya.
"ma .... " panggil Reyhan
"eh .... Reyhan kamu sudah pulang, kapan Sampai" tanya mama Jenni.
"baru aja mam, mama kenpa melakukan" tanya reyhan heran
"mama melamun karena adikmu dan Nisa digoda oleh dua preman" ucap mama Jenni
"apa!!" ucap reyhan terkejut dengan apa yang dikatakan oleh mamanya
"sekarang dimana mereka ma" ucap reyhan yang begitu khawatir
"apa keadaan mereka baik-baik aja ma .... apa ada yang terluka" tanya reyhan yang begitu banyak pertanyaan
"jika mereka berdua terluka aku tidak akan melepaskan preman itu, dan Akan ku bunuh" ucap reyhan geram dan menggepalkan kedua tangannya
"Reyhan tenanglah .... mereka berdua baik-baik saja. untung saja Nisa pandai melawan kedua preman itu" jawab mama Jenni dan menenangkan reyhan
"Nisa?" tanya reyhan heran
"iya, Nisa memelintirkan tangan preman itu dan menunjang ******** laki-laki itu" tutur mama Jenni
"dia sangat berani, mama hanya Takut saja kedua preman itu akan balas dengan dengan Alana dan Nisa" ucap mama Jenni yang begitu cemas
"Nisa itu wanitaku, aku bangga dengan dia yang bisa melawan kedua preman itu" gumam reyhan dalam hati yang begitu bangga dengan apa yang dilakukan oleh Nisa.
" mama tenang saja, kita akan kirim beberapa pengawal ketika Alana dan Nisa keluar" ucap reyhan yang menenangkan mamanya
" ma .... dimana Nisa dan Alana" tanya reyhan
" mereka berdua di kamar sedang tidur" jawab mama Jenni
"baiklah ma .... Reyhan keatas dulu" ucap reyhan.
__ADS_1
mama Jenni yang mendengar perkataan reyhan dia hanya menjawab menganggukkan kepalanya.
Reyhan menaiki anak tangga dan menuju ke kamar Alana, dia membuka pintu kamar dan masuk kedalam kamar Alana. Reyhan mendekati Nisa yang sedang tertidur pulas dan mengelus rambut Nisa
"untung saja kau baik-baik saja, kalau kau terluka sedikit saja, aku tidak akan melepaskan kedua preman itu " ucap reyhan yang sambil mengelus rambut Nisa
"kau tidur tertidur sangat pulas, sampai kau tidak sadar kalau aku ada disini" ucap reyhan dan mendekati wajahnya ke nisa.
Reyhan mengelus pipi Nisa dan semakin mendekatkan wajahnya, reyhan mencium bibir Nisa dan melumatkan bibir Nisa.
disisi lain Nisa yang merasa bibirnya yang basah dia mulai mengerjapkan kedua matanya dan melihat reyhan yang sedang menciumnya.
Nisa membulatkan kedua matanya dan mendorong tubuh Reyhan.
"tu .... Tuan apa yang kau lakukan" tanya Nisa gugup dan wajahnya mulai memerah
"tidak ada .... aku hanya ingin menciummu" ucap reyhan menggoda Nisa dan mendekati wajahnya lagi.
Nisa yang mendengar itu dia menelan Salivanya yang begitu sudah dan melirik ke Alana yang masih tertidur.
"jangan melihat alana,dia masih tertidur" goda reyhan dengan senyuman liciknya
tapi Nisa tidak menggubrisnya sama sekali, dia tetap memandangi wajah Alana untuk menghindari ciuman dari reyhan.
reyhan yang melihat itu dia memegang dagu runcing Nisa dan mulai mencium bibir nisa. Reyhan mencium bibir Nisa dengan lembut membuat Nisa terjebak dalam permainan reyhan.
Nisa membalas ciuman dari reyhan dan mereka berdua terbuai asmara yang sangat lama.
disisi lain Alana yang sedang tertidur disamping Nisa, dia mengigau dan menyebut nama Nisa.
Reyhan dan Nisa yang melihat Alana mengigau, mereka mengehentikan ciuman mereka dan saling menjauh.
"dia hanya mengigau" gumam reyhan dan mengelus dadanya.
begitu juga dengan Nisa. Nisa mengelus dadanya dan merasa lega kalau Alana hanya sedang mengigau.
Reyhan yang melihat Nisa yang sama sepertinya yang mengelus dada. Dia mendekati wajahnya lagi ke nisa
Nisa yang melihat itu dia mendorong tubuh Reyhan dan menarik tangan reyhan untuk keluar dari kamar Alana.
"kau mengusir ku" goda reyhan dengan senyumannya liciknya
"tuan .... aku hanya ingin tidur" ucap Nisa yang tangannya memegang kepalanya.
"baiklah, tapi urusan kita belum selesai" bisik reyhan dan mencium pipi Nisa, reyhan pergi dari kamar Alana dan menuju ke kamarnya.
Nisa yang mendengar perkataan reyhan membuat dia merinding dan mengerutkan dahinya.
"urusan apa ya?" gumam Nisa yang merasa binggung dengan perkataan reyhan.
_
_
_
_
bersambung,,,,,
hallo readers siapa yang disini yang ingin mempunyai mertua yang baik seperti "Jenni"πππ
pasti semuanya ingin seperti itu dong ππ,
tapi kalau punya suami seperti reyhan ? itu hanya mimpi πππ
mana ada dunia nyata yang ada cowok seperti itu, yang ganteng , perhatian ,tajir.
mimpi lahπππ
__ADS_1
oiya jangan lupa like dan komen di bawah ya ππ dan berikan vote kalian sebanyak-banyaknya π€πβ€οΈ