
" berani sekali kau ingin menikmati tubuhnya" ucap seorang laki-laki yang menyelamatkan nisa.
laki-laki itu menghajar kedua preman itu habis-habisan, hingga wajah kedua preman itu berlumuran darah dan tidak berdaya untuk membalas laki-laki yang menyelamatkan Nisa.
" kau ingin menikmati tubuhnya bukan!" ucap laki-laki itu yang begitu marah kepada kedua preman itu.
"tidak tuan .... maafkan kami" ucap kedua preman itu meminta ampun
"aku tidak akan melepaskanmu " ucap laki-laki yang menyelamatkan Nisa dan terus menghajar kedua preman itu hingga tergeletak di jalan raya.
setelah seorang laki-laki itu sudah selesai menghajar kedua preman, dia menghampiri Nisa dan memberikan jasanya untuk menutupi tubuh Nisa.
"kau tidak apa-apa" tanya laki-laki itu kepada Nisa
Nisa yang mendengar suara yang begitu familiar dia mendungakkan kepalanya dan melihat siapa yang menyelamatkannya, begitu dilihat siapa yang menyelamatkannya dia langsung memeluk laki-laki itu.
"tolongin aku, hiks .... hiks .... " ucap Nisa yang begitu ketakutan
"tenanglah .... sekarang aku ada disini, tidak akan terjadi apapun" ucap laki-laki itu menenangkan Nisa dan mengusap rambut Nisa secara lembut.
"hiks .... hiks .... aku takut dengan kedua preman itu, di .... dia ingin menyentuh tubuhku" ucap Nisa yang begitu ketakutan
" sudah tenanglah, tidak akan terjadi apapun" tutur laki-laki itu dan memeluk Nisa semakin erat.
"sekarang kita pulang dan jelaskan bagaimana ini bisa terjadi" ucap laki-laki itu dan berusaha membantu Nisa berdiri.
"di .... dimas terima kasih sudah menyelamatkanku, kalau kau tidak ada disini, a .... aku tidak tahu lagi harus gimana" seru Nisa dengan suara yang tersedu-sedu.
"sudah tenanglah, Kita sebagai sahabat tidak perlu berterima kasih, aku akan selalu menjagamu" ucap Dimas dan mengelus pipi Nisa
"sekarang masuk kedalam mobil, kedua preman itu biar aku yang urus ,akan aku masukkan mereka kedalam penjara" imbuh Dimas dan membantu Nisa masuk kedalam mobil
__ADS_1
Nisa yang mendengar itu dia hanya menjawab menganggukkan kepalanya dan berjalan sedikit terpincang.
didalam mobil tampak hening, tidak ada dari mereka berdua yang ingin berbicara, yang terdengar hanyalah suara mobil.
Dimas yang hanya terdiam dan sekilas melihat Nisa, membuat dia berfikir bagaimana memberitahu kondisi ayahnya sekarang, sedangkan kondisi dia, sedang tidak baik.
"bagaimana aku memberitahu Nisa, kalau aku mencari dia, karena untuk memberitahu bahwasanya ayahnya sudah masuk kedalam rumah sakit karena kecelakaan" batin Dimas
"kalau aku memberitahunya sekarang .....tapi kondisinya sekarang?" batin Dimas yang begitu khawatir dengan kondisi Nisa.
"Nisa .... bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Dimas yang begitu khawatir
"dan, kenapa kau bisa ada di jalan sepi seperti itu sendirian, kemana tuan reyhan?,apa dia tidak menjagamu dengan baik" tanya Dimas yang begitu banyak pertanyaan
"aku dengan tuan reyhan, bukanlah pasangan kekasih, kami hanya sebagai bos dan pegawai, tuan reyhan sudah mempunyai kekasih. aku hanyalah sebagai orang ketiga" ucap Nisa dan langsung memalingkan wajahnya kearah lain, dia tidak bisa menahan air matanya, dan air matanya terus mengalir.
"tapi .... tuan reyhan bilang di mall, dia akan menikahimu?" tanya dimas kebingungan
Dimas yang mendengar itu dia langsung menginjak rem dan melihat wajah Nisa.
Dia langsung menarik tangan Nisa dan memeluknya untuk tidak menangis lagi.
"sudah .... sudah .... jangan menangis laki, aku ada bersamamu, aku tidak akan membiarkamu tersakiti" ucap Dimas menenangkan Nisa
"hiks .... hiks .... aku membenci tuan reyhan, aku tidak ingin berjumpa dengan dia lagi hiks .... hiks .... " ucap Nisa yang begitu terluka dan terus terbayang dengan kejadian di pesta.
"sudah jangan menangis lagi .... tenanglah dirimu, aku akan berusaha membantumu" ucap Dimas dan melepaskan pelukannya, dia mengusap pipi Nisa untuk tidak terus menangis lagi.
" sekarang kau sementara tinggallah dirumah ku dulu, ada yang ingin aku bicarakan, sementara itu kita akan ke rumah sakit untuk mengobati luka yang ada di lututmu" ucap dimas yang begitu khawatir, kalau dia akan memberitahu ayahnya ada dirumah sakit itu akan semakin memperburuk kondisinya.
Dimas melajukan mobilnya dan menuju ke rumah sakit untuk mengobati luka yang ada lutut Nisa.
__ADS_1
setelah Dimas membawa Nisa ke rumah sakit untuk mengobatinya lukanya. Dimas Langsung membawa Nisa kerumahnya untuk beristirahat.
# Rumah Dimas
Nisa dan Dimas telah sampai di depan rumah yang begitu megah, mereka berdua melepaskan sabuk pengaman dan keluar dari mobil.
"kakimu masih sakit kah .... apa perlu aku gendong " tanya Dimas yang begitu khawatir
"tidak usah .... ini sudah mendingan kok, aku bisa berjalan sendiri" seru Nisa dan berjalan sedikit pincang.
"baiklah, kalau itu mau mu aku tidak akan memaksa" ucap Dimas dan memegang tangan Nisa secara erat
mereka berdua masuk kedalam rumah dan di sambut oleh bi Mila.
"nak Dimas sudah pulang, biar bibi siapkan kopi untuk nak Dimas dan yang ada di sampingnya" ucap bi Mila.
" tidak usah bi" imbuh Dimas
"bi .... ini Nisa sahabat dimas, dia akan tinggal disini untuk beberapa hari, bibi siapkan baju dan kamarnya saja, dia butuh beristirahat" ucap Dimas menjelaskan
" baik nak Dimas .... ayo nak Nisa biar bibi tidak tunjukkan kamar nya" ucap bi Mila
_
_
_
_
bersambung ....
__ADS_1