Menikahi Bos Menyebalkan

Menikahi Bos Menyebalkan
eps 57. episode .57.


__ADS_3

"awas saja kau, aku akan memecatmu" ucap kia tegas


"Argghhh .... dasar wanita ******" umpat kia kesal


*****


" sudah cepat masuk,kita akan berbelanja untuk stokan makanan "ucap reyhan dengan senyuman


"iya-iya" jawab Nisa dan masuk kedalam mobil


Reyhan mencap gas pol dan pergi ke mall ,jalan raya dipenuhi kendaraan orang yang baru pulang kerja dan jalan sedikit agak macet. 30 menit pun berlalu mereka berdua sudah sampai di depan mall.


Reyhan dan Nisa turun dari mall dan memasuki mall, tidak lupa reyhan memegang tangan Nisa secara erat.


"hey .... tuan gerandong kenapa memegang tanganku" gerutu Nisa


"kenapa? ini sangat ramai ,nanti kau hilang" jawab reyhan ketus


"aku bukan anak kecil yang tidak tau arah jalan pulang" gerutu Nisa


"sudah diamlah" ujar reyhan ketus


Reyhan dan Nisa berjalan sekeliling mall untuk mencari sayur-sayuran yang mereka cari, setelah sampainya tujuan Nisa mulai memilih beberapa sayur yang masih segar.


"hey .... gerandong lepaskan tanganku, kalau begini bagaimana aku mau memilih sayur dengan satu tangan" gerutu Nisa dan memandang wajah reyhan


"aku tidak akan melepaskannya" ucap reyhan ketus dan menatap tajam Nisa


"terserahlah .... dari pada nanti dia marah dan mengamuk, nanti yang repot kan aku juga" Gumam nisa lirih dan mengumpat kesal


Reyhan yang sempat mendengar perkataan Nisa dia hanya bisa menahan tertawanya.


Nisa yang telah selesai memilih sayur ia membawanya kekasir dengan menggunakannya troli.


"tuan .... " panggil Nisa dengan suara manjanya


"hmm .... "


"kita mencari buah-buahan dulu ya dan membeli cemilan untuk alana" rayu Nisa dengan senyuman nya yang begitu manis


"sudah cepatlah, aku sudah gerah dengan satu harian bekerja dan pergi ke mall, aku ingin menyegarkan tubuhku" ucap reyhan ketus


"bagaimana aku mau pergi, sedangkan tanganku tuan pegang" gerutu Nisa


"aku Lupa .... sudah ayo" ucap reyhan dan menarik tangan Nisa


Nisa memilih buah-buahan yang segar tidak lupa juga Nisa memilih cemilan untuk Alana.


Nisa yang telah selesai memilih buah dan cemilan, dia berjalan dan menuju kasir kembali, ketika Nisa berjalan tiba-tiba ada seorang laki-laki yang memeluknya.


Reyhan yang melihat itu langsung menyingkirkan tubuh laki-laki itu dari Nisa.


"jangan kau sentuh dia" ucap reyhan geram


Nisa yang melihat ada seseorang yang memeluknya , dia begitu kaget untung saja reyhan bergegas menyingkirkan laki-laki itu darinya.

__ADS_1


"hey .... kau siapa?" tanya laki-laki yang memeluk nisa kepada reyhan.


Nisa yang mendengar suara yang begitu familiar dan wajah yang seperti dia kenal, ia baru ingat kalau laki-laki itu adalah Dimas sahabatnya.


"Dimas .... " gumam Nisa dan langsung memeluknya .


Dimas yang melihat Nisa memeluknya secara tiba-tiba sepertinya tadi, dia langsung membalas pelukan sahabatnya.


disisi lain reyhan yang melihat Nisa memeluk seorang laki-laki membuat dia marah dan wajahnya sudah mulai memerah apa yang di lakukan oleh Nisa.


Reyhan langsung menarik tangan Nisa dan memukul wajah Dimas.


"aku bilang jangan menyentuhnya" ucap reyhan tegas dan menarik kerah baju Dimas.


"tuan .... apa yang kau lakukan, dia itu sahabatku Dimas" ucap Nisa dan berusaha melepaskan tangan reyhan dari kerah baju Dimas.


Reyhan yang mendengar perkataan Nisa, kalau laki-laki yang dia pukul adalah sahabat Nisa ,dia langsung melepaskan tangannya dari kerah baju Dimas.


"Dimas apa kau tidak apa-apa" tanya Nisa khawatir


"aku tidak apa-apa, siapa laki-laki ini ,kenapa kau tidak pernah cerita kepada ku" tanya Dimas ketus


"kenalkan, aku adalah calon suaminya" ucap reyhan dan merangkul pinggang Nisa


"suami?" ucap Nisa kaget


bukan hanya Dimas saja yang kaget dengan apa yang dikatakan oleh reyhan, Nisa pun tidak kalah terkejutnya mendengar apa yang dikatakan oleh reyhan.


"sa .... kenapa kau tidak pernah bilang kalau kau sudah mempunyai calon suami" ujar Dimas ketus


"ya ampun .... kenapa masalahnya semakin rumit sih, bagaimana aku akan menjelaskannya kepada Dimas" gerutu Nisa dalam hati


"bukan gitu apa?" tanya Dimas heran


"ooiya selamat ya, dan jaga baik-baik Nisa, dia walaupun sedikit bawel dan nyocos aja tapi dia itu orangnya perhatian dan setia" ucap Dimas dan menepuk pundak bahu reyhan.


"terimakasih, aku akan menjaga dengan baik" ucap reyhan dengan senyuman.


"apa terimakasih? awas saja kau gerandong" gumam Nisa geram


" di .... Dimas kau salah paham" ucap Nisa dan ingin memberi penjelasannya


"sudahlah .... ternyata sahabat aku yang satu ini mau menikah, jangan lupa ngundang ya" goda Dimas kepada Nisa.


"aman .... aku akan mengundangmu" sahut reyhan


"baiklah kami duluan, kami sedikit agak sibuk" ucap reyhan


"oke baiklah" jawab Dimas dan melambaikan tangannya.


setelah jauh dari Dimas Nisa mulai memasang wajah marahnya kepada reyhan , tapi reyhan tidak menggubrisnya sama sekali.


"hey .... tuan gerandong kenapa kau berkata seperti itu kepada Dimas, dia kan jadi salah paham" gerutu Nisa


" dia tidak akan salah paham, karena itu akan terjadi" ucap reyhan dingin dan memandang wajah reyhan

__ADS_1


"ma .... maksudnya" tanya Nisa gugup dan jantung nya mulai berdetak sangat kencang.


"sudah lupakan " jawab reyhan dan merangkul pinggang Nisa lebih erat.


setelah sampainya di kasir reyhan membayar semua yang dia belanjakan, dan langsung masuk kedalam mobil.


#kediaman rumah reyhan Kusuma


tidak berapa lama reyhan sudah sampai dirumah nya yang begitu megah, reyhan dan Nisa turun dari mobil dan membawa barang belanjaan mereka.


Ting .... tong ...


"iya sebentar" sahut Alana dari dalam


cekrekkkk ....


Alana membuka pintu rumah dan mempersilahkan reyhan dan nisa masuk.


" tuan sini belanjaannya biar saya letakkan di dapur dan sekalian memasaknya" ucap Nisa dan meminta barang yang di pegang oleh reyhan.


Reyhan yang mendengar perkataan Nisa , dia memberikan barang belanjaan yang dia pegang dan pergi menaiki anak tangga menuju ke kamar.


" hmmm .... kak" panggil Alana


"iya"


" hari ini masak yang banyak ya kak, karena hari ini dan seterusnya ada orang yang istimewa dirumah ini" ucap Alana dengan senyuman yang begitu merekah


"siapa?" tanya Nisa


"nanti kakak bakal tau, yang penting kakak harus memasak yang banyak" pinta Alana


"oke baiklah, untuk adik kakak yang satu ini, apa yang di minta nya pasti kakak turuti" ucap Nisa dan mencubit pipi Alana


"makasih kak" seru Alana dengan senyumannya.


Nisa langsung pergi kedapur dan menaruh sayur-sayur di kulkas, Nisa mengambil beberapa sayur dan memasak masakan tradisional.


Nisa mulai memotong beberapa sayur dan cabai, bawang, setelah semua selesai di potong Langsung memasaknya di wajan.


tidak berapa lama,masakan Nisa selesai.


Nisa mengambil piring dan menyusun di meja makan. tidak lupa Nisa juga membuatkan kopi untuk reyhan dan menghantarkannya di kamar reyhan.


Nisa menaiki anak tangga dan menuju kekamar reyhan. Nisa mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam. Nisa membuka pintu kamar Reyhan dan memasuki bagian kepalanya saja dan melihat reyhan yang tidak ada di dalam kamarnya.


"kemana tuan gerandong itu? mungkin dia sedang mandi , ya sudah aku letakkan saja di meja". gumam Nisa dan menaruh kopi itu meja.


_


_


_


_

__ADS_1


bersambung,,,,,,


__ADS_2