
"baik tuan" jawab kia dan mulai memijit kepala reyhan
"ya ampun .... ini moment yang paling langka" gumam kia dalam hati yang begitu bahagia
"lihatlah wajahmu Mak lampir , seperti cicak yang kekurangan makan , aku sudah tau kau pasti cemburu" gumam reyhan dan melihat wajah Nisa terus menerus dengan senyuman liciknya.
"kia .... pijitin aku" ejek Nisa dalam hati
"Argghhh .... aku kok bisa secemburu begini sih" gerutu Nisa dalam hati mengumpan kesal
"Nisa ...." panggil reyhan
"iya tuan" sahut Nisa dengan nada malasnya
"buatkan aku kopi sekarang" perintah reyhan dengan senyuman liciknya
"baik tuan" jawab Nisa.
Nisa pergi dari ruangan direktur dan membuat kopi untuk reyhan.
"Nisa .... buatkan aku kopi" gerutu Nisa dan mengulangi apa yang di katakan oleh reyhan
"ya ampun .... aku baru ingat kalau gerandong kan hanya membuatku cemburu aja. baiklah gerandong aku akan mengerjaimu" Gumam Nisa lirih dan merencanakan sesuatu
Nisa kembali keruangan direktur dan membawa kopi untuk reyhan
"tuan .... ini kopi nya" ucap nisa dengan senyumannya yang begitu merekah
"Mak lampir kenapa, tadi aku lihat dia cemberut sekarang kenapa di senyum begitu merekah" gumam reyhan dalam hati
"kia ambilkan kopi itu ,dan berikan kepada ku" perintah reyhan
kia yang mendengar perintah reyhan , ia menghentikan pijitannya dan mengambil kopi di meja di hadapan reyhan , kia memberikan kopinya dan diterima oleh reyhan.
ketika reyhan meminumnya , reyhan langsung menyemburkan kopi yang dia minum kearah kia dan mengenakan baju kia.
"ya ampun baju ku jadi kotor , tuan saya permisi saya mau kekamar mandi untuk membersihkan kotoran yang ada di baju saya" ucap kia dan pergi dari keruangan direktur
Nisa yang sudah melihat kia yang pergi dari ruangan direktur ,dia merasa sangat bahagia.
"tuan .... bagaimana? apakah kopinya enak" tanya Nisa dan menahannya tertawa nya
"kau taruhkan apa ini , kenapa bisa seasin ini" ucap reyhan ketus dan mengambil air putih untuk diminumnya supaya terasa asin nya hilang.
"saya kasi garam tiga sendok , karena gula sudah habis tuan jadi pengganti gula ya saya kasi garam aja" jawab Nisa dengan wajah polosnya , padahal ini adalah rencana Nisa untuk membuat kia pergi dari ruangan direktur.
"apa!! kau sudah gila , ini sangat asin " teriak Reyhan dan mendekati Nisa
"saya tau tuan kalau ini asin ,kan kopinya saya yang buatkan bukan tuan" ucap Nisa menahan tertawa nya
"kau lagi mengerjai ku ya" ketus reyhan tegas
"tidak? saya tidak mengerjai tuan,saya hanya ingin kasi pelajaran buat nona kia" jawab nisa jutek dan memandang wajah reyhan dengan mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"ternyata aku benar , kau cemburu kan aku mendekati kia" tanya reyhan dengan senyumannya
"iya" jawab Nisa polos
"ti .... tidak? maksud ku tidak" jawab Nisa gugup
"Argghhh .... dasar Bodoh Nisa kenapa kau bilang iya" gerutu Nisa dalam hati
"kau berkata iya bukan tidak" goda reyhan dan mendekati tubuhnya ke Nisa. Reyhan memegang pinggang Nisa , otomatis tubuh Nisa menyatu ketubuhnya
"i .... iya aku bilang tidak , mungkin tuan salah dengar" ucap Nisa Cengengesan dan berusaha melepaskan tangan reyhan yang melekat di pinggangnya.
"kau jangan berusaha untuk melepaskan tangan ku , jika kau berusaha sekali lagi maka aku akan lebih mempereratnya lagi" ancam Reyhan dengan senyuman liciknya
"kau selalu saja mengancam" gerutu Nisa dan mengerucutkan bibirnya
Reyhan yang melihat Nisa mengerucutkan bibirnya membuat reyhan gemas dan mengusap bibir Nisa dengan ibu jarinya.
Nisa yang melihat bibirnya di usap oleh ibu jari reyhan ia membulatkan kedua matanya.
"tu .... tuan apa yang kau lakukan" tanya Nisa gugup , wajah Nisa merah merona dan jantung nya berdetak sangat kencang.
tapi reyhan tidak menggubrisnya sama sekali , tangannya menjalar ke sehelai rambut yang menutupi wajah Nisa dan menyelipkan ke telinga Nisa.
Reyhan mendekati wajahnya ke Nisa ,tapi Nisa menjauhkan wajahnya.
"tu .... tuan kau ingin berbuat apa" tanya Nisa gugup dan wajah semakin merah merona
Reyhan mendungakkan kepalanya sedikit dan mengecup kening Nisa.
Nisa yang merasa keningnya sedikit basah, ia membuka kedua matanya.
"tu .... tuan"
"kau pikir aku aku akan mencium mu" tanya reyhan dan mengelus pipi Nisa.
Nisa hanya menjawab menganggukkan kepalanya
"sepertinya tadi, ketika aku akan mencium mu ,kau pasrah saja dan menerima ciumanku" goda reyhan dan menghembus halus pipi Nisa.
Nisa yang melihat tingkah laku reyhan,ia mulai merinding , karena hembusan reyhan ke pipinya.
Nisa yang mendengarkan perkataan reyhan wajahnya semakin merah merona seperti tomat ,ia malu karena sudah berfikir yang tidak-tidak tentang apa yang di lakukan oleh reyhan.
"wajahmu seperti tomat" goda reyhan dan menahan tertawa nya.
Nisa yang hanya mendengar perkataan reyhan ,ia hanya memalingkan wajahnya kearah lain.
"hey .... Mak lampir apa kau marah , jangan marah nanti cepat tua dan gigimu akan semakin sedikit ataupun tinggal dua" goda reyhan dan memegang dagu runcing Nisa
"tidak , aku tidak marah. lagian biarkan saja aku cepat tua" gerutu Nisa dan menjulurkan lidahnya
"hey .... jangan begitu" ucap reyhan dan mencubit pipi Nisa
__ADS_1
"jangan mencubit pipi ku ,itu sakit" ucap Nisa dan mengerucutkan bibirnya.
"biarkan saja, kalau di cubit merah di pipimu akan berkurang" goda reyhan dan tertawa lepas
Nisa yang melihat reyhan tertawa dia pun ikut tertawa , mereka berdua tertawa sangat bahagia.
Reyhan menghentikan tertawa nya dan memeluk Nisa secara erat.
"tetaplah bersamaku" ucap reyhan dan mencuci pundak kepala Nisa.
Nisa yang mendengar perkataan reyhan hanya menjawab menganggukkan kepalanya ,Nisa membalas pelukan reyhan dan menyembunyikan kepalanya di bidang dada reyhan.
mereka berdua berpelukan yang sangat lama seperti yang tidak pernah berjumpa dalam satu bulan.
Reyhan melepaskan pelukannya dan mencium pipi Nisa. Nisa yang melihat reyhan yang bersikap lembut dan selalu menciumnya dia sangat bahagia dan tersenyum begitu merekah.
"apa kau senang" tanya reyhan mengelus rambut Nisa
"iya" jawab Nisa dengan senyuman nya yang begitu merekah
tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan membuat reyhan dan Nisa berhenti bersikap romantis.
tok .... tok ....
"masuk" sahut reyhan
yang di depan pintu ruangan direktur memasuki ruangan , betapa kagetnya reyhan yang melihat kedatangan dokter Hendra , tidak ada yang sakit, tidak ada hujan, angin ,badai tapi tiba-tiba datang.
"kau? kenapa kau kemari ,disini tidak ada yang sakit" gerutu reyhan dan duduk di sofa
"aku tau itu , apa aku tidak boleh bertemu dengan sahabat ku" ucap Hendra dan ikut duduk di sofa
"hmmm .... "
"hai Nisa .... apa kabar? " tanya Hendra kepada Nisa dengan wajahnya yang begitu tampan dan senyuman nya yang begitu merekah
"baik" jawab Nisa dan memberikan senyuman nya yang begitu manis
Reyhan yang melihat Hendra dan nisa berbicara Sangat akrab , membuat ia mulai cemburu dan wajahnya mulai memerah ,karena sikap Hendra yang begitu manis Kepada Nisa.
_
_
_
_
bersambung....
hallo readers jangan lupa like dan komen di bawah ya 👇
dan berikan vote kalian sebanyak-banyaknya 🤗🙏❤️
__ADS_1