
"dia selalu bersikap dingin,tapi aku suka ,aku akan berusaha mendapatkan tuan,
Reyhan .... oh tuan,kau begitu tampan"
gumam kita dalam hati dengan senyuman yang begitu bahagia
"kau kenapa" tanya Raka heran dan menepuk bahu kia
"eh .... tuan Raka" jawab kia cengengesan
"sudah kembali bekerja" ujar Raka ketus
"baik tuan" ucap Kia dan meninggalkan Raka
Raka langsung masuk keruangan direktur dan memberikan kopinya kepada Reyhan.
siang sudah berganti sore, waktu nya karyawan-karyawan berpulangan kerumahnya, begitu juga dengan Reyhan dan raka.raka harus mengantar reyhan, setelah itu baru dia pulang
# kediaman rumah reyhan
reyhan telah masuk kedalam rumah,dia mencari bi ana,tapi bi ana tak kunjung datang, reyhan melihat sekeliling rumah dia cuma melihat Nisa yang tengah duduk di sofa.
"Nisa dimana bi ana" teriak sedikit reyhan
" tuan pelankan suara mu alana sedang tidur' ucap Nisa pelan
"dia tidur? tapi kenapa dia tidur di pangkuanmu" ucap reyhan bertanya ikut duduk di sofa.
"tadi kepala nya sakit,jadi dia minta di pijitin, yaudah jadi saya suruh tidur dipangkuan saya" ucap Nisa menjelaskan
"apa dia sakit?" ucap reyhan khawatir dan langsung memeriksa tubuh Alana
"tenanglah tuan,tadi saya sudah kasi obat sakit kepala, mungkin dia tadi kecapean" ujar Nisa
"hufff .... syukurlah,aku pikir dia tadi kenapa-kenapa" ucap reyhan mengelus dadanya
__ADS_1
"lebih baik tuan mengangkat tubuh nya dan menaruh nya di kamar" ujar Nisa
"baiklah" ucap reyhan dan mengangkat tubuh Alana.
reyhan mengangkat tubuh Alana dan menaruhnya di tempat tidur dan diikuti oleh Nisa.
"ooiya tuan bi ana, tadi bilang dia pulang kampung,karena anaknya melahirkan,jadi dia tidak bekerja untuk beberapa hari" ucap Nisa menjelaskan
"baiklah,tapi siapa yang akan menyiapkan sarapan' gumam lirih reyhan
"saya bisa memasak tuan,kalau tuan mengijinkan saya,saya akan menyiapkan sarapan untuk tuan dan Alana" ucap Nisa
"tapi kaki mu sakit" tanya reyhan
"ini sudah mendingan kok tuan" ucap Nisa tersenyum
"baiklah" sahut reyhan.
reyhan Nisa meninggalkan alana di kamar nya,mereka pergi ke dapur bersama dan reyhan berniat untuk membantu Nisa memasak.
"ini apa" tanya reyhan dan memegang beberapa sayur
"ini sayur tuan" ucap Nia tersenyum
"tapi kenapa kayak rumput begini,jadi selama aku makan,aku makan ini" ucap reyhan mengerutkan dahinya
"apa tuan tidak pernah melihat sayur atau semacam untuk di masak" tanya Nisa heran
"tidak" ucap reyhan
"pantesan aja gak tau,ya gimana namanya orang kaya, pasti menyuruh bi ana untuk memasak" gumam nisa lirih
"kau bilang apa,aku tidak tuli" ucap reyhan ketus dan masih melihat sayur
"tidak tuan,saya bilang apa tadi?,saya lupa"
__ADS_1
ucap Nisa cengengesan
"yang kau potong ini apa,kenapa warna nya merah panjang begini" ucap reyhan dan mengerutkan dahinya
"tuan ini namanya cabai?
pernah dengar nama cabai kan tuan"
ucap Nisa berdecak kesal
"enggak" ucap reyhan santai.
reyhan mengambil cabai dan melihat dia memutarkan cabai, setelah itu dia menaruh cabai nya kembali,tapi tiba-tiba mata reyhan kelilipan dan dia menyapu mata nya dengan tangan yang bekas memegang cabai.
"aarrrggghhh .... mata ku kenapa panas dan pedih begini" teriak Reyhan.
Nisa langsung melihat reyhan dan mencuci tangan nya untuk melihat reyhan
"tuan kenapa" tanya Nisa
"gak tau,tadi aku memegang cabai dan menyapu nya di mataku" ucap reyhan
"hahaha .... "Nisa tertawa terpingkal pingkal karena melihat tuannya sebodoh ini
"kau kenapa? bantu aku cepat" ucap reyhan ketus
"oke baiklah" ucap Nisa menahan tertawa nya
Nisa mengambil air dan membasuh ke mata reyhan,dia memegang mata Reyhan dan menghembuskan nya ,jarak reyhan dan Nusa begitu dekat hanya berjarak setengah cm
"apakah sudah baik tuan" tanya Nisa cengengesan yang masih dekat dengan wajah reyhan
tapi reyhan tidak menjawab dia melihat Nisa terus menerus mereka beradu pandang yang sangat lama.
bersambung,,,,,
__ADS_1
hallo readers author masih dalam pembelajaran ya 😁 silahkan komen dan berikan like nya untuk episode favorit kamu 😍❤️