Menikahi Bos Menyebalkan

Menikahi Bos Menyebalkan
eps 47.episode .47.


__ADS_3

"OMG kakak,,,,,kau sangat pandai berakting,dengan sekejap kakak sudah ada di pangkuan kak Nisa" gumam Alana dalam hati.


Alana mendekati Nisa dan duduk di sampingn Nisa.


"apa sekarang kakak sudah membaik kak" tanya Alana kepada Nisa


"sudah" jawab Nisa


"apa Alana sudah menelepon dokter" tanya Nisa


"sudah kak, sebentar lagi akan sampai kak" jawab Alana


"hufff,,,,baiklah, sementara itu kakak akan membuat bubur dulu untuk tuan reyhan" ucap Nisa dan mengangkat kepala reyhan untuk memindahkan nya di bantal


"baiklah kak, sementara kakak buat bubur,Alana akan menjaga kak reyhan" sahut Alana


Nisa yang mendengar perkataan Alana langsung pergi keluar dari kamar reyhan dan menuruni anak tangga untuk pergi ke dapur.


Alana yang sudah melihat Nisa sudah keluar dari kamar, dia menepuk tangan reyhan


"kak bangunlah, berakting nya nanti saja" ucap Alana


"apa Nisa sudah keluar" tanya reyhan dan membuka kedua matanya


"sudah kak, ayolah bangun" ucap Alana dan menarik tangan reyhan


"iya iya "jawab reyhan dan bangun dari tidurnya


"tadi kakak berakting Sangat bagus,dengan sekejap kakak sudah ada di pangkuan kak Nisa" ucap Alana dengan senyuman yang begitu merekah


"siapa dulu dong" ucap reyhan bangga


"hehehe,,,,,,oooya kak,kakak berpura pura sakit berapa hari" tanya Alana heran


"hanya satu hari" jawab reyhan


"hmm,,ooiya kak,apa kak Raka sudah tau tentang ini" tanya Alana


"sudah,bukan itu saja dia menyetujui kalau kakak berhubungan dengan Nisa" ucap reyhan dengan senyuman nya


"benarkah,itu Bagus" ucap Alana yang begitu sangat bahagia


*******


Nisa yang sudah selesai membuat bubur dia menaiki anak tangga dan masuk kedalam kekamar reyhan.


cekrekkkk,,,,,(suara pintu terbuka)


Reyhan dan Alana yang melihat Nisa mau masuk kedalam kamar , mereka langsung bergegas ketempat mereka semula, reyhan mulai berbaring dan menyelimuti tubuh nya sampai ke leher sedangkan Alana duduk di sofa membaca buku.


Nisa masuk ke kamar reyhan dan duduk di samping reyhan yang tengah berbaring.


"Alana apa dokter nya belum datang" tanya Nisa Kepada Alana


"tunggu sebentar kak,aku akan segera menelepon nya" ucap Alana dan pergi dari kamar reyhan untuk menelfon Zidan.


Alana keluar dari kamar dan mengambil handphone nya untuk menelfon Zidan


"hallo"


"iya hallo"jawab Zidan

__ADS_1


"kau dimana kenapa lama sekali" ucap Alana menggerutu kesal


"aku sudah didepan gerbang kemarilah"ucap Zidan ketus


"iya iya aku akan kesana" ucap Alana menggerutu kesal dan mematikan telfonnya.


Alana menuruni anak tangga dan pergi keluar untuk menemui Zidan yang sedang nunggu di depan gerbang.


Alana membuka gerbang dan mempersilahkan Zidan masuk, mereka memasuki ruangan dan menaiki anak tangga untuk menuju kamar Reyhan.


"hey Zidan,kau harus berakting menjadi dokter,jadi jangan melakukan kesalahan sedikit pun" ucap alana ketus dan menatap tajam Zidan


"iya iya Santai aja,kau akan lihat bagaimana aku akan berakting" ucap Zidan bangga


"oke,aku akan lihat,tapi kalau kau melakukan kesalahan sedikit,kau akan berurusan dengan ku" ancam Alana menatap tajam Zidan


"iya? bawel banget sih" gerutu Zidan kesal


Zidan dan alana sudah sampai di kamar reyhan dan membuka pintu kamar


cekrekkkk,,,,,(suara pintu terbuka)


Alana dan Zidan masuk kedalam kamar reyhan dan mendekati reyhan yang tengah berbaring.


Nisa melihat dokter sudah datang dia mulai berdiri dan mempersilahkan dokter untuk memeriksa reyhan.


Zidan mulai memeriksa reyhan yang tengah berbaring,dia memeriksa tubuh reyhan dan melihat kondisi tubuh reyhan.


"dok,,,apa tuan reyhan baik baik aja" tanya Nisa khawatir


"dia memang baik baik aja" ucap Zidan santai


Alana yang mendengar perkataan Zidan langsung memijak kaki zidan.


Zidan Langsung memandang Alana, Alana yang di pandangi oleh Zidan langsung memberikan kode kepada Zidan.


"ma,,,maksud saya,tuan reyhan hanya kepalanya pusing dan membutuhkan banyak istirahat" ucap Zidan menjelaskan


"owh,,,,begitu ya dokter" sahut Nisa dan memandang wajah reyhan


"dok,apa tidak ada resep obat untuk tuan Reyhan" tanya Nisa kepada Zidan


"re,,,resep? ah,,tidak perlu,tuan reyhan hanya bui istirahat dan kasih sayang" ucap Zidan dan memandang wajah nisa


Nisa yang mendengar perkataan oleh Zidan Dia mengerutkan dahinya,dia merasa heran dengan jawaban oleh Zidan


"ma,,,maksudnya kak,kakak hanya membutuhkan istirahat yang cukup, beberapa hari ini kakak sering lembur bekerja" ucap alana menjelaskan dan memandang wajah Zidan dengan tatapan yang sinis


Nisa yang mendengar perkataan oleh Alana hanya memangut mangut mengerti.


"baiklah,saya akan pergi karena banyak pasien yang harus saya periksa" ucap zidan.


Nisa hanya menjawab menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"emmm,,,kak,aku akan antar Dokter ini kedepan" ucap Alana dan mengikuti Zidan.


alana dan Zidan pergi dari kamar reyhan,dan menuruti anak tangga dan menuju keluar.


"hey Zidan"panggil Alana dingin


"kau bilang,akan berakting dengan baik, buktinya tidak" gerutu Alana kesal

__ADS_1


"kau akan lihat bagaimana aku akan berakting,


buktinya aja buat rencana hampir gagal" ucap Alana dan memperagakan apa yang di katakan oleh zidan


"iya iya maaf,tadi aku keceplosan" ucap Zidan dingin


"iya iya maaf tadi aku keceplosan" ucap Alana dan memperagakan apa yang di katakan oleh Zidan.


Zidan yang melihat Alana ,yang selalu memperagakan ucapan nya,dia mengerutkan dahinya.


"iya iya deh,aku minta maaf" ucap Zidan dengan wajahnya yang begitu manja


"sudah lah lupain aja" ucap Alana dingin


"jadi ceritanya ,gak di maafin ni" tanya Zidan


"udah di maafin" jawab Alana dingin


"yaudah sana pulang,ktnya mau periksa pasien yang lain" ucap Alana cengengesan


"iya iya bawel" jawab Zidan dan pergi meninggalkan rumah reyhan.


#dikamar reyhan


disisi lain Nisa yang melihat dokter Zidan dan Alana sudah keluar dari kamar,dia langsung mendekati reyhan.


"tuan bangunlah,aku sudah menyiapkan bubur untuk tuan" ucap Nisa dengan nada yang lembut


Reyhan yang mendengar perkataan oleh Nisa dia mulai membuka kedua matanya dan berusaha untuk duduk


"apa kepala tuan masih sakit" tanya Nisa khawatir


"sudah mendingan" jawab reyhan dan duduk bersandar di ranjang.


"syukurlah, sekarang tuan makan lah,aku sudah membuat kan bubur untuk tuan" ucap Nisa dan mengambil bubur.


Nisa mulai mengambil bubur dan mulai menyuapi reyhan.


Reyhan yang melihat Nisa yang begitu perhatian kepada nya ,dia sangat senang dan kadang senyum senyum sendiri.


Nisa yang melihat reyhan senyum senyum sendiri dia mengerutkan dahinya.


"hey,,tuan,kau kenapa senyum senyum sendiri"tanya Nisa heran


"tetap lah seperti ini yang selalu bersikap lembut dengan ku" ucap reyhan dan memandang wajah Nisa terus menerus


"tapi jangan bersikap seperti Mak Lampir yang selalu ngajak berkelahi" ucap reyhan ketus


"hey,,tuan gerandong yang selalu ngajak berkelahi siapa,tuan aja yang selalu mancing saya" ucap Nisa ketus


_


_


_


_


bersambung,,,,,,


hallo readers jangan lupa like dan komen di bawah ya 👇😊

__ADS_1


dan jangan lupa berikan vote kalian sebanyak-banyaknya 🤗🙏❤️


__ADS_2