Menikahi Bos Menyebalkan

Menikahi Bos Menyebalkan
eps 58. episode .58.


__ADS_3

"kemana tuan gerandong itu? mungkin dia sedang mandi, yasudah aku letakkan saja di meja" Gunma Nisa dan menaruh kopi itu di meja


setelah Nisa menaruh kopi itu di meja, Nisa berjalan menuju ke pintu kamar reyhan untuk keluar , tapi di hentikan oleh reyhan.


"tunggu .... " panggil reyhan


"iya" sahut Nisa dan membalikkan tubuhnya melihat reyhan, tapi ketika Nisa melihat tubuh reyhan langsung membulatkan kedua matanya.


Reyhan yang baru selesai mandi, handuknya melintir di pinggang, rambut yang basah menetesi dibagian tubuhnya yang kekar dan bidang nya yang berbentuk kotak-kotak.


"kau kenapa membalikkan tubuhmu" tanya reyhan heran dan mendekati Nisa


"tuan lebih baik pakailah bajumu dulu, setelah itu aku akan membalikkan tubuhku dan berhadapan dengan tuan" pinta Nisa


"oh jadi itu alasannya .... baiklah aku akan memakai bajuku tunggu lah disini sebentar" ucap reyhan dan mengambil baju santainya di lemari pakaian.


setelah selesai reyhan memakai pakaiannya di kamar mandi, reyhan menghampiri Nisa kembali.


"sekarang berbalik lah " pinta reyhan


Nisa yang mendengar perkataan reyhan, dia membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan reyhan.


"keringkan rambutku" ucap reyhan dan memberi Nisa handuk kecil


"kenapa saya? tuan punya tangankan , gunakanlah kedua tanganmu tuan,aku ingin keluar dan ingin menyegarkan tubuhku" gerutu Nisa berdecak kesal


"kau ini selalu saja membantah, sudah cepat keringkan" ucap reyhan ketus


"iya-iya bawel banget sih" gerutu Nisa dan menarik tangan reyhan untuk duduk ditepi ranjang


Nisa mulai mengerikan rambut reyhan dengan handuk kecil, Nisa dan reyhan Saling berhadapan, dengan mudah reyhan memandang wajah Nisa dan itu membuat dia senang.


"kau seperti anak kecil saja" gerutu Nisa


"kenapa .... apa tidak boleh aku bersikap seperti anak kecil" goda reyhan dan menarik pinggang Nisa untuk mendekatkan tubuh Nisa dan reyhan sedikit mendungakkan kepalanya untuk melihat wajah Nisa.


"tidak? tuan .... tuan itu sudah besar , masak mengeringkan rambut harus orang lain juga" gerutu Nisa dan berdecak kesal.


Nisa mengerikan rambut reyhan secara lembut dan membuat reyhan nyaman dan ingin mengulanginya lagi.


"sekarang sudah kering, lepaskan tanganmu tuan, aku ingin mandi" ucap Nisa dan berusaha melepaskan kedua tangan reyhan yang melekat di pinggangnya.


"kalau aku tidak mau Gimana?" goda reyhan dengan senyuman liciknya


"kalau tuan tidak kau melepaskannya, aku akan pergi dari rumah ini untuk selamanya" ucap Nisa dan merangkul tangannya ke leher reyhan, Nisa mengancam dan sedikit menggoda, itu membuat reyhan gemas dan semakin mendekatkan wajahnya.


"yasudah pergi saja" ucap reyhan menahan tertawa nya


"oke, setelah ini aku akan pergi dari sini" ucap Nisa dengan wajahnya yang mulai cemberut


"jika aku tidak mengijinkan mu gimana?" goda reyhan dan semakin mendekatkan wajahnya hingga mereka berdua terasa satu sama lain hembusan nafas.


Nisa yang melihat wajahnya dengan reyhan sangat dekat sekali, dia melepaskan rangkulan kedua tangannya dari leher reyhan, dan sedikit agak menjauh dari wajah reyhan.

__ADS_1


"ini kalau semakin dipancing bahaya ni, dia kan tuan gerandong otak mesum" gumam Nisa dalam hati dan menelan Salivanya begitu susah.


"ji .... jika tuan tidak mengijinkannya aku akan tetap pergi" ucap Nisa sedikit gugup dan wajahnya merah merona


"kau yakin akan meninggalkan baby besar mu ini" goda reyhan dengan senyuman liciknya


"tuan sudahlah .... aku menyerah aku ingin mandi" ucap Nisa ketus.


Reyhan yang melihat Nisa mulai marah dia melepas tangannya dari pinggang Nisa dan membiarkan Nisa pergi.


Nisa yang merasa pinggangnya sudah di lepas ,dia langsung hendak pergi tapi di hentikan lagi oleh reyhan.


"sebelum kau pergi, kau harus mencium pipiku" goda reyhan dan berdiri mendekati Nisa. reyhan sedikit membungkukkan tubuhnya supaya tubuhnya dan Nisa bisa sejajar.


"kau mau aku cium" ucap Nisa dengan senyuman malasnya.


Reyhan yang mendengar perkataan reyhan dia hanya menjawab menganggukkan kepalanya.


Nisa semakin mendekati tubuhnya dan menjewer telinga reyhan.


"baby besar ku sayang .... aku ingin mandi dan kau baby ku mencari kesempatan kesempitan" ucap Nisa dengan malasnya


"jangan menjewer ku, ini sakit" ucap reyhan yang berpura-pura merasa sakit.


Nisa yang melihat reyhan merasa kesakitan dia melepas jeweran tangannya dari telinga reyhan.


"kau ini .... aku memintamu untuk mencium pipiku bukan menjewer ku" ucap reyhan ketus dan sedikit senyum liciknya


Reyhan mengecup ujung bibir Nisa dan menjalar ke pipi Nisa, reyhan juga mencium pipi Nisa dengan sangat romantis.


Nisa yang tidak percaya apa yang reyhan lakukan kepadanya membuat dia berdiri seperti patung dengan wajah yang merah merona.


"katanya mau mandi, kenapa masih berdiri disini" goda reyhan dan Manahan tertawa nya


Nisa yang mendengar perkataan reyhan,dia langsung berlari dan menuju kekamar Alana.


"Argghhh .... kan jadi malu sendiri" gerutu Nisa mengumpat kesal.


Nisa masuk kedalam kamar Alana dan bergegas menyegarkan tubuhnya di bathup.


setelah selesai mandi Nisa mengunakan piyama yang berwarna merah maron.


Nisa keluar dari kamar dan menuruni anak tangga yang bersamanya dengan reyhan.


"lekas sekali kau mandi" goda reyhan dan merangkul pinggang Nisa


"hmmm .... "


setelah sampainya di meja makan , mereka berdua tidak kalah terkejutnya karena sudah ada tiga orang yang duduk di meja makan.


"mama .... papa .... " gumam reyhan lirih dan langsung melepaskan rangkulannya di pinggang Nisa.


"apa mama papa? aku harus berbuat apa ni" gumam Nisa lirih dan wajahnya terlihat merah merona

__ADS_1


"kak Nisa dan kakak, kenapa berdiri seperti patung begitu, kakakku berdua ini tidak mau makan" goda alana dan sekilas melirik mama dan papanya


"oh .... jadi ini namanya Nisa" ucap mama Jenn dan mendekati Nisa


"ha .... hai Tante" ucap Nisa sedikit gugup


"mari nak makan,ini masakanmu kan ,Tante sudah merasakannya dan ini sangat enak" puji mama Jenni dan menarik tangan Nisa untuk duduk dikursi meja makan.


"ini Tante ambilnya nasi dan lauknya " ucap mama Jenni dan mengambil beberapa makanan


"tidak usah Tante, Nisa bisa sendiri" ucap Nisa dengan nada lembut dan memberikan senyum nya


"ahh .... jangan menolak, sebentar lagi kan Nisa jadi menantu Tante" goda mama Jenni dan sekilas melihat reyhan


"menantu?" ucap Nisa dan reyhan serentak , sekilas mereka berdua saling berpandangan.


"iya menantu? Reyhan kau tidak menceritakan kalau kau sudah mempunyai calon istri", ucap mama Jenni dan menarik tangan reyhan untuk duduk di samping Nisa.


Nisa dan reyhan yang duduk bersebelahan membuat mereka binggung dan mengerutkan dahinya.


"ini ada apa, kenapa jadi begini" bisik Nisa kepada reyhan


"mana ku tau, kan kita satu harian berdua,jadi kita berdua saling tidak tau?" ucap reyhan dan membalas bisikan Nisa


"Reyhan, Nisa kenapa saling berbisikan" tanya mama Jenni heran


"ahh .... tidak ma" ucap reyhan dan memandang wajah Nisa


"ma .... mama kapan sampai dan kenapa tidak bilang sama reyhan kalau mama kesini " tanya reyhan yang begitu banyak pertanyaan


"tadi pagi mama sampai dan kenapa mama tidak bilang sama reyhan, karena ini kejutan untuk anak mama dan menantu mama" ucap Jenni yang begitu bahagia


Nisa yang tengah lagi minum dan mendengarkan perkataan mamanya reyhan membuat dia tersedak.


uhukk .... uhukk ....


"kau tidak apa apa" tanya reyhan khawatir dan mengelus pundak Belakang Nisa.


Nisa yang mendengar perkataan reyhan dia hanya menjawab menggelengkan kepalanya.


_


_


_


_


bersambung ....


hallo readers jangan lupa like dan komen di bawah ya 👇😊


dan berikam vote kalian sebanyak-banyaknya 🤗🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2