
"Argghhh .... dia memang begitu menyebalkan" Gumam lirih Nisa dan pergi duduk di sofa untuk menunggu reyhan selesai mandi dan berpakaian.
Reyhan yang telah selesai mandi, dia keluar menggunakan handuk yang melintir di pinggang, dia mengambil pakaian yang santai lalu kembali ke kamar mandi.
setelah selesai memakai pakaian, reyhan keluar dari kamar mandi dan mendekati Nisa yang tengah duduk di sofa.
"sudah yuk keluar" ucap reyhan dan menarik tangan Nisa
Nisa yang mendengar perkataan reyhan dia hanya menurutinya, dia berjalan bersamaan dengan reyhan, mereka berdua menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan.
sampainya di meja makan, mereka berdua disambung oleh mama Jenni.
"eh .... kedua anak mama sudah turun, yuk makan" ucap mama Jenni dengan senyuman yang begitu hangat
Nisa dan reyhan duduk di kursi bersebelahan, mereka berdua mengambil piring dan mulai memakan makanannya.
"ma .... hari ini reyhan ada pekerjaan sedikit jadi reyhan tidak bisa menemani Nisa membeli gaun, Nisa akan ditemani oleh Alana" ucap Reyhan dan melihat wajah mamanya
"baiklah, nanti supir yang akan menghantar mereka ke butik yang sering mama beli gaun" ucap mama Jenni
"oh iya ma .... nanti bantu Nisa untuk bermake-up, dia sama sekali tidak pandai bermake-up" tutur reyhan dan sekilas melihat Nisa.
"iya-iya aku tau .... aku memang tidak pandai bermake-up" gumam Nisa dalam hati.
"tenang saja, mama dan Alana akan buat calon istrimu jadi yang paling tercantik di pesta itu" ucap mama Jenni yang begitu bahagia.
"iya tenaga saja kak, lagian kak Nisa tanpa bermake-up saja sudah cantik, apalagi di make up ini" goda alanan dan memandangi wajah Nisa. Nisa yang merasa wajahnya yang selalu dilihat oleh Alana, dia sedikit mendungakkan kepalanya dan melihat alana. Alana yang melihat itu dia mengedipkan matanya.
"Nisa .... " panggil mama Jenni
"iya Tante" sahut Nisa
"kamu kok diam aja, kamu tidak setuju kalau kamu ikut kepesta" tanya mama Jenni sedih
"ah .... tidak Tante, saya setuju kok" ucap Nisa cepat dengan senyumannya yang begitu merekah
"gimana saya diam tante, kalau ngomong pun mau ngomongin apa? ini saja sudah buat saya gugup, apalagi berhadapan dengan Tante dan om" gumam Nisa dalam hati.
"Tante pikir Nisa tidak setuju, oh iya Nisa berapa bersaudara?" tanya mama Jenni mengalihkan pembicaraan untuk terus berbicara dengan Nisa..
"Nisa dua bersaudara Tante, kakak saya bernama April" ucap Nisa terpotong
"itu kakak tirinya ma .... dia anak satu-satunya" ucap reyhan dingin
"ma .... maksudnya mamanya Nisa sudah meninggal" ucap mama Jenni sedih
__ADS_1
"iya ma" jawab reyhan
"Sabar ya sayang .... Tante ada disini, Tante akan menjagamu seperti anak Tante sendiri dan anggap saja Tante itu mama kandungmu" ucap mama Jenni dan mendekati Nisa. Nisa yang melihat mama Jenni ada di sampingnya dia berdiri dan Langsung memeluk mama Jenni. jenni yang melihat itu dia membalas pelukan Nisa.
Nisa yang mendengar perkataan mama Jenni membuat di terharu dan matanya mulai berkaca-kaca dengan apa yang dikatakan oleh mama Jenni.
"terimakasih Tante" ucap Nisa dan tidak terasa air matanya Nisa jatuh dan membasahi pipinya.
"sama-sama sayang" ucap mama Jenni dan mengelus rambut Nisa
"baru kali ini Nisa merasakan kasih sayang Seorang ibu sebenarnya" batin Nisa dan semakin menangis dan dia semakin erat memeluk mama Jenni.
mama Jenni yang merasa bajunya mulai basah, dia melepaskan pelukannya dan melihat keadaan nisa.
"nak .... kau menangis" tanya mama Jenni dan memegang dagu runcing Nisa
"ah .... tidak Tante" jawab Nisa dan langsung menghapuskan air matanya
"apa Nisa memang merindukan ibunya dan merindukan kasi sayangnya, sampai dia menangis" batin mama jenni
"sudahlah sayang .... Tante ada disini, jangan menangi lagi ya" ucap mama Jenni dan menghapuskan air mata Nisa.
"tante .... Nisa begitu sangat bahagia karena sudah berjumpa dengan Tante. bertahun-tahun baru kali ini lagi Nisa merasakan kasih sayang seorang ibu" ucap Nisa dan tidak bisa menahan air matanya, air matanya semakin deras dan semakin membasahi pipinya.
Jenni yang mendengar perkataan Nisa dia pun ikut menangis dan air matanya mengalir begitu deras hingga dia tidak bisa menahan nya dan memeluk Nisa Secara erat.
"tidak Bisa dibiarkan, selama ini memang benar apa yang dikatakan oleh Raka, kalau ibu tirinya memang memperlakukan Nisa dengan tidak baik" gumam reyhan dalam hati dan menggepalkan kedua tangannya.
"sudah sayang jangan menangis lagi" ucap mama Jenni dan menghapus air mata Nisa.
Nisa yang mendengar perkataan mama Jenni dia menganggukkan kepalanya dan memberikan senyumanya yang Begitu merekah.
"sekarang kita makan ya" ucap mama Jenni
"iya Tante " jawab Nisa dan kembali duduk untuk memakan sarapannya.
setelah selesai makan Nisa, Alana dan mama Jenni membereskan sisa makanan dan menemui reyhan dan Kelvin di ruang tamu.
mereka bertiga ikut duduk di sofa bersama reyhan dan Kelvin.
"ma .... pa .... reyhan pergi kekantor dulu" ucap reyhan dan Hendak pergi dari ruang tamu.
"baiklah nak" jawab mama Jenni dan papa Kelvin bersamaan
disisi lain Alana, Nisa, jenni dan Kelvin yang duduk di sofa dan berbincang banyak hal, tiba-tiba suara handphone Kelvin berbunyi.
__ADS_1
" ma .... papa ketaman sebentar, rekan kerja papa menelpon" ucap papa Kelvin
mama Jenni yang mendengarkan perkataan Kelvin dia hanya menjawab menganggukkan kepalanya.
" Nisa .... sini sayang berbaring di pangkuan Tante" ucap mama Jenni
"apa .... tidak apa-apa Tante" tanya Nisa ragu
"tidak sayang kemarilah" ucap mama Jenni.
Nisa yang mendengar perkataan mama Jenni dia mengubah posisinya dan berbaring di pangkuan mama Jenni.
Jenni yang melihat itu dia mengelus rambut Nisa secara lembut, sedangkan Alana yang melihat itu dia sangat bahagia karena mamanya memperlakukan Nisa dengan baik dan lembut.
"kakak .... sekarang ada mama, kakak jangan merasa tidak mempunyai mama ya" ucap Alana dengan senyumannya
"itu benar sekali Nisa" jawab mama Jenni yang mengelus rambut Nisa
"terimakasih banyak ya Tante,Alana" ucap Nisa yang begitu bahagia
"sama-sama sayang, Nisa .... Tante ada yang mau tanyakan saja Nisa" ucap mama Jenni
"apa itu Tante" tanya Nisa
"Nisa mau kan menjadi menantu Tante" tanya mama Jenni
"ma .... maksud Tante" tanya Nisa gugup dan bangkit dari pangkuan mama Jenni.
"maksud Tante, tante mau Nisa menjadi menantu Tante dan seutuhnya menjadi anak Tante" ucap mama Jenni menjelaskan
"kakak mau kan" imbuh Alana
Nisa yang mendengar perkataan mama Jenni dan Alana dia hanya menjawab menganggukkan kepalanya.
mama Jenni dan Alana yang melihat itu, dia sangat bahagia dan langsung memeluk Nisa secara erat.
"Tante, Alana .... Nisa tidak bernafas" ucap Nisa yang suaranya yang sedikit serak.
_
_
_
_
__ADS_1
bersambung ....