
"urusan apa ya?" gumam Nisa yang merasa binggung dengan perkataan reyhan
"sudahlah lupakan saja, lebih baik aku tidur,aku sangat lelah" gumam Nisa dan mulai merebahkan tubuhnya kembali
#kamar reyhan
Reyhan yang baru masuk kedalam kamarnya, dia merebahkan tubuhnya di ranjang dan mengambil handphone untuk menelepon Raka .
"hallo tuan" ucap Raka dalam telpon
"apa kau sudah mempersiapkannya" tanya reyhan
"sebentar lagi tuan,apa tuan sudah membeli cincinnya dan sudah mempersiapkan kata-katanya untuk melamar Nisa" .tanya Raka
"aku sudah membelinya,tadi aku berbohong kepada mama untuk ada pekerjaan sedikit". jawab reyhan dengan senyumannya
"dan kata-katanya" tanya Raka
"kau kemarilah kerumah ku ,aku perlu bantuan mu"pinta reyhan
"baik tuan 15 menit lagi saya akan sampai disana" ucap Raka
"baiklah" jawab reyhan dan mematikan teleponnya.
15 menit pun berlalu raka sudah sampai di Kediaman rumah reyhan Kusuma, Raka langsung menekan bel rumah dan disambut oleh mama Jenni.
"nak Raka,ada keperluan apa" tanya mama Jenni
"Tante .... saya di suruh oleh tuan muda untuk datang kemari, apa tuan mudanya ada" tanya Raka
"ada , dia sedang ada dikamar" seru mama Jenni
"baiklah Tante saya keatas dulu" ucap Raka dan memundurkan kepalanya.
Raka berjalan dan menaiki anak tangga untuk menuju kekamar reyhan, setelah sampai Raka mengetuk pintu kamar Reyhan.
tok .... tok ....
"masuk" teriak reyhan dari dalam
Raka yang mendengar itu dia membuka pintu kamar dan mendekati reyhan yang sedang duduk di sofa.
"iya tuan .... tuan perlu bantuan apa" tanya Raka dengan kepala tertunduk.
"duduklah" pinta reyhan
Raka yang mendengar perkataan reyhan, dia duduk di sofa yang berhadapan dengan reyhan.
"baiklah sekarang kau akan menjadi Nisa, aku akan berpura-pura akan melamarmu" ucap reyhan den wajah seriusnya
"oh itu gampang tuan" ucap Raka yang menahan tertawanya.
Reyhan mulai berjongkok dengan satu kaki dan memegang kedua tangan raka.
Raka yang melihat tuannya seperti itu kepadanya, membuat dia geli sendiri.
"Nisa maukah kau menjadi istriku" ucap reyhan dengan memberikan cincin berlian.
"hmmm .... tidak" jawab Raka polos
__ADS_1
"kenapa tidak" tanya reyhan heran dan kembali duduk di sofa.
"tuan kan laki-laki saya juga, jangan homo tuan,saya yang mendengarkannya aja geli sendiri" tutur Raka dengan wajahnya yang begitu polos.
"astaga" ucap reyhan dan menepuk dahinya
"aku menyuruhmu kemari untuk membantuku, kenapa kau berfikiran aku akan melamarmu" ucap reyhan ketus dan mengerutkan dahinya
"saya pikir tuan akan melamar saya" jawab Raka cengengesan
"cih .... kalau aku melamarmu, kiamat lah dunia ini,masak aku melamar sesama lelaki. apalagi nanti satu ranjang denganmu gak terbayang apa yang terjadi" ucap reyhan ketus
"hahaha .... apalagi saya gak terbayang, lebih baik saya cari pacar,dari pada sama tuan" ucap Raka yang menahan tertawanya.
"sudahlah .... sekarang kau berpura-pura menjadi Nisa dan aku akan melamarmu"ucap reyhan ketus dan mulai kembali berjongkok dengan satu kaki dan memegang kedua tangan raka.
"Nisa .... maukah kau menjadi istriku" ucap
Reyhan dengan wajahnya yang begitu serius
"hmmm tuan .... lebih baik kita ubah sedikit kata-katanya" ucap Raka memberikan ide.
"bagaimana, seperti kau sudah mengungkapkan perasaanmu kepada wanita saja, kau sendiri jomblo abadi" ucap reyhan ketus dan melepaskan tangannya dari tangan raka.
"walaupun saya jomblo, tapi saya sering menonton film sinetron yang mengungkapkan perasaannya" ucap Raka bangga kepada dirinya sendiri.
"terserah kau saja ..... sekarang bagaimana?" ucap reyhan dengan wajahnya mulai marah.
"begini .... Nisa maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku" ucap Raka dan memperagai memegang kedua tangan reyhan.
"apakah harus begini" tanya reyhan heran dan mengerutu dahinya,
"kalau dia menjawabnya tidak, kau harus bertanggung jawab" ucap reyhan mengancam Raka
raka yang mendengar itu dia menelan Salivanya yang begitu susah.
"ka .... kalau begitu ,terserah tuan saja" ucap Raka ketakutan
"jadi bagaimana?" tanya reyhan ketus
"sekarang terserah tuan saja, kalau tuan mau berbicara apapun untuk mengungkapkan perasaan tuan kepada Nisa, dan Nisa memang sebenarnya menyukai tuan, dia pasti bakalan jawab iya" ucap Raka menjelaskan
"baiklah .... aku akan mengungkapkan perasaan ku dengan kata-kata yang pertama" jawab reyhan dan menyandarkan kepalanya di sofa.
"tenanglah tuan, Nisa akan menjadi pasangan seumur hidup tuan" ucap Raka menenangkan reyhan.
"semoga" jawab reyhan
"tuan .... jangan semoga, tapi buktikanlah, karena setau saya Nisa itu memang benar-benar mencintai tuan" tutur Raka
"hmmm .... baiklah aku akan membuktikannya" jawab reyhan dengan penuh semangat
"baiklah tuan, saya ingin kembali ketempat dimana tuan untuk mengungkapkan perasaan tuan, Karena itu belum selesai dan waktu saya tinggal sedikit" imbuh Raka
"iya, sekarang pergilah" pinta reyhan
"baik tuan" jawab Raka dan beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar reyhan.
ketika Raka turun anak tangga, Raka berselisih dengan mama Jenni dan dihentikan oleh mama Jenni.
__ADS_1
"Raka tunggu" ucap mama Jenni
"iya Tante" jawab Raka dengan kepala tertunduk
"kenapa reyhan memanggilmu dan menjumpai sampai di kamarnya" tanya mama Jenni heran
"tenang saja Tante, Tante sebentar lagi akan menggendong cucu" goda Raka Kepada mama Jenni
"benarkah .... apa reyhan Akan mengungkapkan perasaannya" ucap mama Jenni yang begitu bahagia
"iya Tante .... dan selamat Tante, Tante akan mempunyai menantu dan cucu" ucap Raka yang ikut bahagia
"kalau seperti ini, kenapa nak Raka tidak bilang dari awal" tanya mama Jenni yang begitu bahagia.
"hahaha .... hanya ingin menjadi kejutan saja" jawab Raka dengan senyuman yang begitu merekah
"yasudah Tante saya pergi dulu, ada pekerjaan yang harus saya kerjakan" ucap Raka
"baiklah" jawab mama Jenni
Raka pergi dan menuruni anak tangga untuk menuju ketempat dimana reyhan akan mengungkapkan perasaannya kepada Nisa.
disisi lain mama Jenni yang begitu bahagia,dia tidak jadi bertemu dengan reyhan,mama Jenni kembali turun dan memberi tahu kepada suamiku.
mama Jenni menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa sambil menonton TV.
"pa .... papa mau tau kabar gembira" ucap mama Jenni yang begitu bahagia dan duduk disamping suamiku.
"apa ma?" tanya papa kelvin
"pa .... Reyhan akan mengungkapkan perasaannya kepada Nisa" ucap mama Jenni yang begitu bahagia
"benarkah .... itu bagus dong" jawab papa kelvin Santai.
"papa tidak bahagia kalau reyhan akan segera menikah" tanya mama Jenni sedih
"bukan tidak bahagia, tapi papa sudah tau dari awal" ucap papa kelvin dengan senyuman
"apa!!, kenapa papa tidak bilang kepada mama" tanya mama Jenni ketus
"hahaha .... itu sebenarnya jadi kejutan,kalau sudah tau begini bukan kejutan dong" ucap papa Kelvin menggoyang istrinya.
"papa ini deh" ucap mama jenni manja
"sudah-sudah sebentar lagi kita akan menggendong cucu" ucap papa Kelvin yang begitu bahagia
"itu benar sekali pa" jawab mama Jenni dengan senyumannya yang begitu merekah.
_
_
_
_
bersambung ....
hallo readers jangan lupa untuk Like dan komen di bawah ya 👇😊 dan berikan vote kalian sebanyak-banyaknya 🤗🙏❤️
__ADS_1