Menikahi Bos Menyebalkan

Menikahi Bos Menyebalkan
episode .68.


__ADS_3

" baik nak Dimas .... ayo nak Nisa biar bibi tunjukkan kamarnya" ucap Bi Mila


"tunggu sebentar bi .... " ucap Nisa dengan senyumannya


bi Mila yang mendengar itu dia hanya menjawab menganggukkan kepalanya.


"Dimas .... apa ini tidak apa-apa dimana Tante dan om?" tanya nisa dan menarik baju Dimas


"tidak apa-apa, mama dan papa sedang diluar negeri untuk beberapa minggu ini, jadi kau tidak perlu khawatir, kan ada aku dan bibi yang menjagamu" ucap Dimas dengan senyumannya yang begitu merekah.


"aku hanya khawatir, karena om dan Tante Tante tidak pernah menyukaiku karena statusku miskin"imbuh Nisa sedih


" sudah tidak apa-apa, tidak akan terjadi apapun, sekarang kau istirahatlah" ucap Dimas dan mengelus rambut Nisa


Nisa yang mendengar itu dia hanya menjawab menganggukkan kepalanya dan berjalan bersampingan dengan Bi Mila untuk menuju kekamar.


disisi lain Dimas hanya berdiri dan melihat dari jauh Nisa berjalan, Dimas mengambil handphone dan menelpon April ( kakak tiri Nisa).


" *hallo" ucap Dimas dalam telpon


"hallo, apa kau sudah menemukan Nisa?" tanya April yang berpura-pura khawatir


"sudah .... sekaranglah dia ada di rumahku, besok akan aku kasi tau keadaan ayahnya, karena kondisikan sekarang sedang tidak baik" ucap Dimas menjelaskan


"baiklah, aku akan beritahu ini kepada mama". jawab April


" hmmm .... baiklah" ucap dimas dan mematikan teleponnya*.


Dimas memasuki handphone kedalam saku celananya dan berjalan ke kasur untuk mengistirahatkan tubuhnya.


# the hospital


April yang sudah selesai bertelfonan dengan Dimas. dia menghampiri mamanya ( Maya).


" ma .... Nisa sekarang ada dirumah Dimas, kata Dimas keadaan Nisa sekarang lagi tidak baik " ucap April menjelaskan.


"cik .... ayahnya sekarang koma dan anaknya keadaannya juga sedang tidak baik, mereka berdua memang sama-sama menyusahkan, sekarang siapa yang akan membayar biaya pengobatan ini" ucap Maya geram

__ADS_1


"sekarang kita harus bagimana ma, uang kita sekarang sedang menipis, dan Kita tidak mungkin harus tinggal didalam rumah gubuk itu selamanya" ucap April berdecak kesal


"mama tidak tau .... yang terpenting kita harus membuat rencana, agar kita bisa hidup kaya raya, tidak seperti ini hanya menyusahkan saja" ucap Maya yang ikut berdecak kesal


" mama punya ide" ucap Maya dengan senyuman liciknya


" apa ma?" jawab April cepat dan tidak sabar mendengar apa yang di rencanakan oleh mamanya.


"setelah Nisa datang kemari, kita tinggalkan saja mereka berdua disini dan kita sementara tinggal rumah kontrakan" ucap maya


"terus ma .... " jawab April


"terus .... apa kau kenal dengan seorang direktur yang terkaya itu" tanya maya dengan senyuman liciknya


"maksud mama tuan muda reyhan Kusuma" ucap April


"iya, dia masih lajang, kau bisa mendekatinya dengan kecantikanmu, jika kau berhasil mendekatinya, kita akan jadi kaya raya" jawab Maya dengan penuh begitu yakin dengan apa yang dia katakan.


"tapi ma .... bagaimana Apri bisa mendekati tuan yang begitu posesif, dingin dan wajah datarnya itu" tanya April binggung.


"kau ini benar-benar bodoh, kau harus melamar Bekerja disitu, jika kau sudah bekerja disitu, kau akan mudah mendekati tuan muda reyhan Kusuma" jawab Maya dengan senyuman liciknya


" iya dong, kita harus pintar, jika kita ingin hidup kaya raya" jawab Maya


# PESTA


disisi lain reyhan yang telah frustasi karena tidak menemukan keberadaan nisa, membuat dia semakin khawatir dan marah, dia sudah menyuruh Raka dan pengawal- pengawal lainnya untuk mencari Nisa, tapi itu sia-sia, dia tetap tidak menemukan keberadaan nisa.


Hendra yang melihat reyhan yang sedang begitu khawatir dan marah, dan ada darah yang menetes di tangannya , Langsung menghampiri reyhan.


"apa kau sudah menemukan Nisa" tanya hendra yang ikut khawatir.


"belum" ucap reyhan dan mengusap wajahnya dengan kasar.


"kenapa kau tidak menelepon keluargamu atau sahabatnya, Mana tau Nisa ada dirumah atau bersama sahabatnya" tanya hendra


"baiklah, aku akan segera menelepon rumah" jawab reyhan dan langsung mengambil handphone di saku celananya.

__ADS_1


Reyhan menelpon rumah dan di Jawab oleh alana, reyhan menanyakan keberadaan Nisa ada dirumah atau tidak, tapi di Jawab oleh Alana kalau Nisa tidak ada dirumah.


"kak .... kenapa Kakak menanyakan keberadaan kak Nisa, bukannya kak Nisa ada bersama Kakak" tanya Alana kebingungan


"Nisa menghilang, kabar ini jangan beritahu Kepada mama dan papa" ucap reyhan tegas


"apa!


baiklah kak, Alana tidak akan beritahu mama dan papa" ucap Alana terkejut dan khawatir dengan keadaan Nisa sekarang.


"itu bagus" jawab reyhan dan mematikan telpon dan memandang wajah hendra


"Nisa tidak ada dirumah?" ucap reyhan yang begitu sedih dan semakin menyesal dengan apa yang dia perbuat oleh Nisa.


"kalau begitu, apa kau punya nomor sahabatnya?" tanya hendra


"ya aku punya , aku akan segera meneleponnya" ucap reyhan dan langsung mencari nomor Dimas di handphonenya.


"hallo, apa Nisa ada bersamamu" tanya reyhan yang begitu khawatir


"datanglah ke rumahku, Nisa ada bersamaku, sekarang dia sedang istirahat" ucap Dimas dan langsung mematikan teleponnya


"Ndra sekarang kita harus pergi kerumah Dimas,Nisa sekarang ada bersamanya" ucap reyhan dan bergegas masuk kedalam mobil bersama hendra.


Reyhan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dia sangat khawatir dengan keadaan Nisa sekarang.


setelah sampai di rumah dimas, reyhan dan Hendra turun dari mobil dan di sambut oleh Dimas yang ada didepan gerbang.


"dimana Nisa, aku ingin berbicara kepadanya" tanya reyhan yang begitu khawatir


_


_


_


_

__ADS_1


bersambung ....


__ADS_2