
" dimana Nisa, aku ingin berbicara kepadanya?" tanya reyhan yang begitu khawatir
"dia sedang ada di kamar, sekarang kalian berdua ikutlah bersamaku, ada yang ingin aku tanyakan" ucap Dimas dingin dan menuju kearah taman.
Hendra dan reyhan yang mendengar itu , mereka berdua mengikuti Dimas dari belakang.
setelah sampai di taman, mereka bertiga duduk di kursi yang sudah disediakan.
"kenapa kau membawa kami disini, aku kesini hanya ingin melihat keadaan Nisa, dan berbicara kepadanya" tutur reyhan tegas
"diamlah .... seharusnya aku yang berbicara" ucap Dimas tegas dengan sorotan mata tanya tajam
"apa yang ingin kau bicarakan, jika itu tidak penting, aku akan pergi untuk menemui Nisa" jawab reyhan dingin
"apa kau tak, apa yang terjadi kepada Nisa barusan" teriak Dimas kepada reyhan yang begitu marah.
"apa yang terjadi dengannya" ucap reyhan sentak bangkit dari duduknya dan memegang kerah baju Dimas
"jika aku terlambat datang, maka tubuh Nisa sudah dinikmati oleh kedua preman itu, kau tau itu!!!, dimana kau saat itu, hingga Nisa bisa sampai seperti ini" teriak Dimas yang begitu marah hingga wajahnya mulai memerah.dia langsung mendorongnya tubuh reyhan, dengan apa yang dia berbuat dengan Nisa.
"apa kau bilang!, dimana Nisa sekarang aku ingin menemuinya" teriak reyhan yang begitu marah
"cih .... ngapain kau ingin menemuinya, sedangkan Nisa tidak ingin menemui mu,
pergi saja kau dengan pacar baru mu itu" ucap Dimas yang begitu jijik dengan sikap reyhan
"Nisa sudah salah paham, dia bukan pacarku", ucap reyhan dingin
"jadi siapa wanita itu? sampai sahabatku sakit hati, dan dengan kejadian itu, dia berusaha menyelamatkan dirinya, sampai kakinya terluka, dan kau malah bermesraan dengan seyla" teriak Dimas dan meninju bagian wajah reyhan hingga mengeluarkan cairan darah dari mulut reyhan. disisi lain hendra yang melihat itu Langsung memegang reyhan.
"kau tidak tahu apa-apa tentang hubungan aku dengan seyla" ucap reyhan dingin dan membersihkan darah yang ada di bagian ujung bibirnya.
__ADS_1
"apa yang aku tidak tahu?, aku tau bahwasanya kau itu telah menyakiti Nisa" imbuh Dimas tegas
"aku tau, aku telah menyaksikan Nisa, tapi ini semua salah paham, aku tidak ada hubungannya dengan seyla, dia itu mantan kekasihku, jika kau tidak percaya, tanyakan saja yang ada di sampingku" ucap reyhan dan melirik kearah Hendra
"apakah itu benar" tanya Dimas tegas
"iya,seyla adalah mantan kekasih reyhan, mereka sudah putus dua tahun yang lalu" seru hendra
"aku tadi merencanakan setelah pulang dari pesta, aku akan membawa Nisa ketempat dimana aku akan melamarnya, tapi kejadiannya tidak seperti apa yang aku bayangkan,seyla datang tiba-tiba dan terus memelukku, aku ingin menceritakan kesalahan pahaman ini,tapi Nisa sudah pergi meninggalkanku" ucap reyhan menjelaskan
"sekarang dimana Nisa, aku hanya ingin bicara tentang kesalah pahaman ini" ucap reyhan tegas
"dia ada di kamar tamu" jawab Dimas cepat
"baiklah" ucap reyhan dan langsung berlari mencari kamar tamu dimana Nisa beristirahat, reyhan membuka semua pintu kamar dan akhirnya menemukan Nisa yang sedang duduk di balkon kamar sendirian.
Reyhan berlari dan langsung memeluk Nisa dari belakang.
Nisa yang mendengar suara yang begitu familiar, dia langsung berusaha melepaskan tangan reyhan yang melekat di pinggangnya, tapi itu sia-sia, reyhan memeluknya sangat erat, sampai Nisa tidak bisa berbuat apapun.
"tuan saya mohon lepaskan saya" imbuh Nisa dengan air matanya terus mengalir
"tidak akan, aku akan melepaskanmu sampai kau dengar penjelasan kesalahpahaman ini" seru reyhan dan mencium rambut Nisa.
"kau tau, aku sangat mengkhawatirkanmu, untung saja kau tidak apa-apa" ucap reyhan yang begitu menyesal dengan apa yang dia perbuat oleh Nisa.
Nisa yang mendengar itu dia tidak menjadi sama sekali, dia hanya diam dan air matanya terus mengalir membasahi pipinya.
"Nisa .... maafkan aku,ini tidak seperti apa yang kau pikirkan, aku dan setelah tidak ada hubungannya, aku akan Jujur.
seykau itu adalah mantanku, tapi kami sudah putus dua tahun yang lalu, dan sampai sekarang kami tidak ada hubungan apapun" ucap reyhan menjelaskan
__ADS_1
"aku mohon maafkan aku" ucap reyhan yang begitu khawatir dan menyesal, dia tidak bisa memaafkan dirinya, tentang apa yang terjadi dengan nisa.
"maaf tuan, sekarang pergilah dari kamar ini, saya hanya ingin sendirian" ucap Nisa dengan nada serak dia menundukkan kepalanya, dan melihat tangan reyhan yang berlumuran darah
" a .... apa yang terjadi dengannya, sampai tangannya berdarah seperti ini" batin Nisa dan air matanya mengalir semakin deras
Nisa menyentuh tangan reyhan dan menggenggam tangan reyhan dengan erat.
"darahnya begitu banyak, bagaimana bisa terjadi seperti ini" batin Nisa dan terus menggenggam tangan reyhan dengan erat
disisi lain reyhan yang merasa tangannya di genggam oleh Nisa, dia melepaskan pelukannya dan memutarkan tubuh Nisa untuk berhadapan dengannya, begitu reyhan memutarkan tubuh nisa, dia melihat mata Nisa yang sembab karena menangis, dan dia juga melihat kaki Nisa yang terluka dan sudah di baluti perban.
"ni .... Nisa kenapa dengan kakimu, kenapa bisa terluka, apa kau sekarang sudah baik-baik aja" ucap reyhan yang begitu khawatir dengan kondisi Nisa,
dia juga memeriksa tubuh Nisa dan melihat gaun Nisa yang robek dan terlihat seksi.
"apa yang terjadi? gaunmu dan kakimu kenapa bisa terjadi seperti ini,siapa tanya melakukannya ini kepadamu, bilang kepadaku, aku akan langsung membunuhnya" ucap reyhan tegas dan menggoyangkan tubuh Nisa untuk berbicara dan jelaskan apa yang terjadi dengannya.
"Nisa ayolah berbicara, aku hanya ingin mendengar penjelasan ini darimu.
jika ini benar, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri" batin reyhan dan terus menggoyangkan tubuh Nisa untuk berbicara
_
_
_
_
bersambung ....
__ADS_1