Menikahi Bos Menyebalkan

Menikahi Bos Menyebalkan
episode 65. episode .65.


__ADS_3

siang sudah berganti menjadi malam,


Nisa mulai bersiap-siap untuk pergi ke pesta dan di bantu oleh mama jenni dan Alana.


sedangkan reyhan dan papa kelvin duduk di sofa menunggu Nisa selesai bersiap-siap.


Nisa memakai gaun yang panjang dan sedikit terbelah di bagian lutut, dan lengan gaun di geserkan ke lengan bahu yang seperti gaun istana putri.


Rambut yang terurai dan menutupi bagian belakang pundak, dan sedikit di kasi mutiara di samping rambut, membuat rambut yang terurai semakin indah.


Dan wajah yang di baluti make up in oleh mama Jenni dan Alana membuat Nisa begitu cantik dan anggun.


Nisa menuruni anak tangga dan di dampingi oleh mama Jenni dan Alana. Reyhan yang melihat Nisa mulai menuruni anak tangga dia langsung berdiri seperti patung yang melihat wajah Nisa yang begitu cantik, dan dengan gaun membuat Nisa tampak anggun.


Reyhan tidak melepaskan pandangannya kearah Nisa, sampai Nisa yang telah ada di hadapannya.


disisi lain mama Jenni dan papa kelvin yang melihat anaknya reyhan yang melihat Nisa sampai kedua matanya tidak berkedip, membuat mereka senyum-senyum sendiri.


"ehemmm .... " deheman mama Jenni


" jadi, ceritanya ni gak jadi kepesta, cuma mau melihat wajah Nisa yang begitu cantik ini" goda mama Jenni dengan menahan tertawanya


Reyhan yang mendengar perkataan mamanya, lamunannya langsung hilang entah kemana, dan dia sedikit malu karena sudah ketahuan oleh mamanya karena melihat wajah Nisa terus-menerus.


"apaansih ma, ya jadi dong" Jawab reyhan yang sedikit membuangkan wajahnya kearah lain.


"yasudah pergi sana" ucap mama Jenni dengan senyumannya yang begitu merekah


Reyhan yang mendengar itu, dia mengulurkan tangannya kearah Nisa untuk bergandengan tangan.


Nisa yang melihat itu dia juga mengulurkan tangannya dan berjalan ke arah mobil.


Reyhan membuka pintu mobil untuk mempersilahkan Nisa masuk, Nisa yang melihat itu dia masuk kedalam mobil.


mereka berdua menuju kepesta tanpa berbicara sedikit pun. Setelah sampai, reyhan membukakan pintu mobil untuk Nisa dan di sambut oleh tangannya.


Nisa pun yang melihat itu dia mengulurkan tangan dan memegang tangan reyhan.


"perasaan ku kok Gak enak gini ya,


ya Tuhan .... semoga tidak terjadi apa-apa" gumam Nisa dalam hati dan tidak berjalan, dia hanya berdiri seperti patung di samping reyhan.


"Nisa .... " panggil reyhan dengan nada lembutnya dan memegang dagu runcing Nisa.


"hmmm .... eh iya" jawab Nisa dan memandang wajah reyhan

__ADS_1


"apa kau tidak mau masuk kedalam pesta ini" tanya reyhan


"hmm .... bukan seperti itu, tapi baru kali ini Nisa pergi ke pesta" ucap Nisa


"sudah tidak apa-apa, kan ada saya.


saya akan menjagamu dengan baik" jawab reyhan yang semakin mendekati wajahnya.


Nisa yang mendengar itu dia hanya menjawab dengan senyumannya yang begitu merekah.


mereka berdua memasuk kedalam pesta dan disambut hangat oleh rekan-rekan kerja dan pemilik pesta.


Nisa yang melihat reyhan yang hanya berbicara kepada rekan-rekan kerjanya, membuat dia sedikit canggung dan hanya bisa diam saja.


"Nisa .... " teriak seorang laki-laki yang entah dari mana.


Nisa dan reyhan yang mendengar itu, mereka menoleh kearah laki-laki yang memanggil Nisa.


"dokter Hendra ...." gumam Nisa


" hmmm .... dia lagi" umpat reyhan kesal dan memindahkan tangannya, dan merangkul pinggang Nisa secara erat.


"dokter Hendra, kenapa bisa ada disini" tanya Nisa heran


"iya, aku di undang oleh pemilik pesta ini, karena yang menikah itu teman SMP ku dulu" jawab hendra dengan senyumannya


"oh iya Rey, kau mengajak Nisa kepesta sebagai pasangan kekasih" tanya hendra dan melihat tangan reyhan yang melekat di pinggang Nisa.


"iya" jawab reyhan dingin


"oh .... baiklah aku pergi dulu, karena ada orang yang ingin aku temui" ucap hendra dan memberikan senyumanya kepada Nisa.


reyhan yang melihat itu, membuat wajahnya datar dan dingin seperti es, dan mantap tajam Nisa yang membalas senyuman dari Hendra.


"jangan senyum seperti itu kepadanya" ucap reyhan dingin


Nisa yang mendengar itu dia mengerutkan dahinya karena ,melihat tingkah laku reyhan yang berubah.


tiba-tiba ada seseorang perempuan yang menghampiri reyhan , dia begitu cantik, tinggi yang seperti model, dan anggun dengan gaun yang sedikit seksi dan terlihat di bagian bidang dadanya. Wanita itu semakin mendekati reyhan dan memeluk reyhan.


"Reyhan .... aku sangat merindukanmu" ucap wanita itu yang suaranya begitu manja.


Reyhan yang mendengar suara yang begitu familiar, dia langsung mendorong tubuh wanita itu untuk tidak memeluk tubuhnya.


"Reyhan .... kenapa kau mendorong tubuhku, apa kau tidak ingat kepadaku" seru wanita itu dengan wajah sedihnya

__ADS_1


"kenapa kau ada disini?" tanya reyhan dingin


"apa aku tidak boleh datang kepesta ini?


tapi aku beruntung sudah datang kepesta ini dan melihat wajahmu" imbuh wanita itu dengan suara manjanya


"lebih baik pergilah dari hadapanku" jawab


Reyhan dingin


"Reyhan .... kenapa kau bersikap dingin kepadaku, apa kau tidak ingat waktu dua tahun yang lalu, kau sangat menyayangi ku" ucap wanita itu dan memegang tangan reyhan.


Reyhan yang melihat itu, dia langsung menepis tangan wanita itu dari tangannya.


"seyla .... pergilah dari hadapanku, aku tidak ingin melihat wajahmu" ucap reyhan tegas dan memalingkan wajahnya.


"aku tidak mau, aku sangat merindukanmu" jawab seyla yang suaranya begitu manja dan langsung memeluk reyhan secara erat.


disisi lain, Nisa yang mendengar bahwasanya wanita itu adalah seyla, dan memeluk reyhan secara erat dan reyhan tidak bertindak jika seyla memeluk dan bersikap manis dan manja, membuat hati Nisa terluka .


dia menahan air matanya yang melihat reyhan dan seyla yang terus-menerus berpelukan.


Nisa hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi tentang hubungannya dengan reyhan. setaunya, dia dan reyhan hanya sebagai bos dan karyawan.


"tu .... tuan a .... aku ingin mencari angin sebentar, aku tidak ingin mengganggu kalian berdua" ucap Nisa yang matanya mulai memerah yang membendung air matanya.


Nisa melepaskan tangan reyhan yang melekat di pinggangnya dan langsung berlari kearah luar.


"Nisa .... " teriak reyhan yang memanggil Nisa


Reyhan langsung mendorong tubuh seyla dan memandang wajah seyla dengan tidak suka dan tatapan yang tajam kepada seyla.


"mulai sekarang, aku tidak ingin melihat wajahmu" ucap reyhan tegas dan langsung mengejar Nisa


"Reyhan .... jangan seperti itu" teriak seyla yang berpura-pura seakan tidak tau kejadian apapun.


"Reyhan .... Reyhan .... rencana ku berhasil, kau itu orang terkaya, mana mungkin aku melepaskan mu begitu saja, untung saja sekertaris mu kia, sudah memberitahu ku.


dengan mudah aku akan menyingkirkan Nisa dari mu" batin seyla dengan senyuman liciknya.


_


_


_

__ADS_1


_


bersambung ....


__ADS_2