Menikahi Bos Menyebalkan

Menikahi Bos Menyebalkan
eps 51.episode .51.


__ADS_3

#rumah kediaman Kelvin dan Jenni ( new York)


setelah mama Jenni mengakhiri video call nya dengan Alana,mama Jenni langsung mencari suaminya ( Kelvin)


"pa....papa mau tau kabar gembiranya" ucap mama Jenni yang begitu bahagia


"apa" jawab papa Kelvin yang fokus dengan laptopnya


"ayolah pa.... sekarang fokuslah Kepada mama,ini tentang reyhan" ucap mama Jenni


papa Kelvin yang mendengar perkataan Jenni langsung menghentikan tangannya yang fokus ke laptopnya.


"kenapa mam....apa yang terjadi dengan anak kita" tanya papa Kelvin khawatir


"anak kita lagi jatuh cinta pa"jawab mama Jenni yang begitu bahagia


"jatuh cinta? yang benar saja mam,anak kita itu susah jatuh cinta apalagi dengan sikap dia yang dingin dan wajah nya yang seperti singa,cewek manapun takut dengan nya" tutur papa Kelvin dengan sedikit tertawa


"kalau papa tidak percaya,lihat saja video nya" jawab mama Jenni dan memberikan handphone nya kepada papa Kelvin


Kelvin yang melihat video yang diberikan oleh Jenni tidak seberapa kagetnya dengan Jenni


"ini benar maka, sebentar lagi,kita akan mempunyai cucu" ucap Kelvin yang begitu bahagia


"tapi pa.... reyhan belum mengungkapkan perasaan nya,kata Alana kita harus membantu nya, dan mama punya ide bagus, bagaimana kalau kita menikahi mereka berdua" ucap Jenni menjelaskan


"menikahi mereka berdua?


mam, reyhan belum mengungkapkan perasaan nya,apa Nisa menerima kalau kita menikah mereka berdua" tanya Kelvin


"iya juga sih pa? jadi bagaimana pa?" tanya mama Jenni binggung


"yang terpenting kita kesana aja dulu,kita lihat calon menantu kita,kalau kita sudah melihat keadaan mereka berdua,baru kita mulai merencanakan sesuatu" tutur papa Kelvin menjelaskan


"baiklah pa, sekarang kita harus mempersiapkan pakaian kita pa, besok kita harus sudah sampai di sana,mama sudah tidak sabar untuk melihat calon menantu mama" ucap mama Jenni yang begitu bahagia dan pergi meninggalkan Kelvin sendirian.


Kelvin yang melihat Jenni begitu bahagia,sampai lupa dengan suaminya sendiri,dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan tingkah laku Jenni.


#kamar reyhan


Reyhan yang masih fokus dengan laptopnya dia langsung tidak memandang wajah Nisa dan tidak berbicara kepada Nisa.


"mungkin tuan reyhan sibuk,yasudah aku pergi saja dari sini,dari pada nanti aku mengganggu dia" gumam Nisa dalam hati dan hendak pergi dari kamar reyhan


"kau mau kemana?" tanya Reyhan dan menutup laporan


"keluar" jawab Nisa polos dan berdiri dari ranjang dan berjalan menuju ke pintu kamar .


"yang menyuruhmu keluar siapa" tanya reyhan ketus

__ADS_1


Nisa yang melihat reyhan mau mulai marah, dia terpaksa kembali lagi dan duduk di depan reyhan


"tuan, pekerjaan tuan kan banyak,jadi saya ngapain disini buat semak aja" gerutu Nisa


"siapa bilang? pekerjaan ku sudah selesai" ucap reyhan dingin


"kalau pun pekerjaan tuan sudah selesai,saya ngapain tetap disini" tanya Nisa dengan nada malasnya


"sudah diam jangan banyak berbicara" jawab reyhan dingin


"sekarang sini duduk disampingku" perintah reyhan Kepada Nisa.


Nisa yang mendengar perintah dari reyhan dia hanya menuruti kemauan reyhan dan duduk di sampingnya.


Reyhan yang sudah melihat Nisa duduk disamping nya mulai merebahkan tubuhnya dan bersandar di pangkuan Nisa.


Nisa yang melihatnya mengerutkan dahinya.


"hey.... tuan gerandong otak mesum,kalau seperti ini ,ini mah tugas seorang istri, menidurkan suami nya, sekarang kenapa saya" gerutu Nisa mengerucutkan bibirnya


Reyhan yang melihat tingkah laku Nisa membuat reyhan gemas.


"kenapa? lagian kau sebentar lagi menjadi istri ku,jadi biasakan dari Sekarang kalau seperti ini" ucap reyhan dingin dan memandang wajah nisa


"istri? gak salah dengar tu,lagian ya tuan kita berdua itu gak ada ikatan pacaran , bagaimana mau menikah" tanya Nisa heran


"kalau begitu kita pacaran saja" goda reyhan dengan senyuman nya


"hey....Mak lampir ,kau kenapa melamun" tanya reyhan heran


"sudah diam,aku sedang memikirkan cara bagaimana menelefon dokter sakit jiwa" jawab Nisa dengan nada malas


"emangnya,siapa disini gila" tanya reyhan heran


"ya tuanlah,tiba tiba ngajak pacaran,tiba tiba ngajak nikah? " ucap Nisa dengan nada malas nya


"kau pikir aku lagi GK waras,sampai kau harus berfikir cari cara untuk memanggil dokter sakit jiwa? " ucap reyhan ketus


"lagian tuan ngomong nya ngelantur" jawab Nisa


"ucapan ku tadi,aku tidak bercanda", jawab reyhan dingin


Nisa yang mendengar perkataan reyhan kalau yang reyhan katakan memang serius,dia menelan Salivanya begitu susah dan melihat wajah reyhan terus menerus


"tu....tuan lebih baik tidur,aku akan pergi ke kamar Alana" ucap Nisa gugup dan mengangkat kepala reyhan dan memindahkannya di bantal


Reyhan yang melihat tingkah laku Nisa yang gugup dengan wajahnya yang merah merona, membuat dia gemas dan ingin sekali menerkamnya.


Reyhan sangat senang karena sudah berhasil mengerjai Nisa dan itu membuat reyhan begitu senang dan senyum senyum sendiri.

__ADS_1


Nisa yang sudah pergi dari kamar reyhan dan menuju kamar Alana, karena jarak kamar Alana dan reyhan hanyalah beda satu kamar.


cekrekkkk,,,,,( suara pintu terbuka)


Nisa membuka pintu kamar Alana dan masuk kedalam duduk di ranjang samping Alana, Alana yang melihat Nisa duduk disampingnya langsung memeluk nisa.


Nisa yang melihat tingkah laku Alana , mengerutkan dahinya, karena tingkah laku reyhan dan Alana tidak beda jauh , mereka berdua membuat Nisa binggung dan heran.


"Alana....apa kau baik baik aja" tanya Nisa heran


"tidak apa apa kak,aku hanya merindukan kakak" ucap Alana dan memindahkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di pangkuan Nisa


"merindukan kakak? kakak tidak kemana mana sayang" jawab Nisa dan mengelus rambut alana


"iya kak,kakak memang tidak kemana mana lagi" ucap Alana


"lagian Kakak akan selamanya tinggal disini dan menjadi kakak ipar Alana" ucap Alana keceplosan


"kakak ipar?" tanya Nisa heran


"ah....enggak kak,soal tadi lupakan aja" ucap Alana cengengesan


"sebenarnya ada apa sih dengan Alana dan reyhan, kenapa sikap mereka berdua sangat aneh" gumam Nisa dalam hati


"apa gara gara aku memasak nasi goreng, makanya mereka berdua bersikap seperti ini?


ah.... tapi tidak mungkin" gerutu Nisa dalam hati


"kak? apakah alana boleh menanyakan sesuatu" tanya alana.


Nisa yang mendengar perkataan Alana langsung membuyarkan lamunan nya


"ah....iya sayang mau menanyakan apa" tanya Nisa dan mengelus rambut Alana


"apa kakak,memang tidak ada sedikit pun perasaan kakak dengan kak reyhan" tanya alana


"Alana .....?" sahut Nisa


"ayolah kak jawab" merengek Alana


"aduh.... bagaimana aku menjelaskan nya" gumam Nisa dalam hati


_


_


_


bersambung,,,,,,,,,

__ADS_1


hallo readers jangan lupa like dan komen di bawah ya 👇😊


dan berikan vote kalian sebanyak-banyaknya 🤗🙏❤️


__ADS_2