Menikahi Dosen Dingin

Menikahi Dosen Dingin
Mendadak


__ADS_3

Rey berulang kali menghubungi nomor Zea, tapi tetap tidak bisa, begitu pula nomor Vano. Rasa kesalnya benar-benar tak terbendung lagi.


"Aku nggak akan kalah untuk yang kedua kalinya, aku harus segera menikahi Zea." ujar Rey.


Dia langsung melesat kan mobilnya menuju kediaman Adam.


Sementara itu, Zea yang sudah merasa lebih tenang, memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Lagipula Vano juga harus beristirahat, karena hari semakin siang.


Melihat kedatangan putrinya bersama Vano, Sandra yang kebetulan sedang berada di rumah mendadak bingung.


"Kalian kok bisa bareng?" Sandra memandang Zea dan Vano bergantian.


"Tadi aku minta Kak Vano jemput, Ma. Aku kangen rumah." Zea langsung memeluk Sandra dan berusaha menutupi wajahnya yang gugup karena telah membohongi Mamanya itu.


"Oh, memangnya kamu nggak ke rumah sakit, Van?" tanya Sandra heran.


"Aku masuk malam, Tan." Vano berjalan mendekati sofa lalu berbaring dan menyalahkan kembali ponselnya.


Bibirnya menyunggingkan senyum saat melihat beberapa pesan masuk dari nomor Rey.


"Dimana kalian?"


"Kau memanfaatkan situasi, jangan macam-macam!"


"Kau akan berurusan denganku."


Vano sama sekali tidak berniat untuk membalas pesan-pesan dari Rey itu.


Melihat Vano yang senyum-senyum sendiri sambil memandangi ponselnya, Zea menjadi usil. Dia berjalan pelan-pelan ke arah Vano tanpa sepengetahuan pria itu lalu dengan cepat merebut ponselnya dan berlari menjauh.


Vano yang kaget dengan aksi Zea sontak bangkit dan berusaha merebut kembali ponselnya, dia takut Zea akan membaca pesan dari Rey itu.

__ADS_1


"Hayo ... pesan dari siapa, sih? Pacar Kak Vano, ya?" ledek Zea sambil berlari menghindari Vano.


"Ayo balikin, Ze!" Vano masih berusaha mengejar Zea.


Disaat bersamaan, Rey yang baru datang menyelonong masuk begitu saja saat mendengar suara Zea tertawa.


Zea dan Vano langsung berhenti saat melihat Rey berdiri dan menatap tajam mereka.


Sandra yang melihat kedatangan Rey mendadak bingung, ada apa sebenarnya?


"Tumben Rey kamu datang kesini sendirian?" tanya Sandra.


Rey beralih memandang Sandra. "Aku mau bicara, Tante."


"Oh. Memangnya ada apa, Rey?" Sandra menautkan alisnya.


"Aku ingin mempercepat pernikahan ku dengan Zea, Tante." jawab Rey.


"Nggak! Aku nggak mau!!!" Zea menolak.


"Ze, tenang dulu!" pinta Sandra.


"Tapi aku nggak mau menikah muda, Ma. Apalagi dengan dia!" ucap Zea sinis.


"Ze, jangan begitu!" Sandra memelototi Zea.


"Kalau begitu nanti malam, aku akan ajak Papa dan Mama untuk melamar Zea." lanjut Rey tanpa memperdulikan penolakan dari Zea.


"Wah, udah nggak sabar ya, Rey? Baiklah, Tante akan bilang pada Om, Tante tunggu nanti malam, ya."


"Ma ...." Zea mendelik tak setuju. Tapi Sandra tak perduli.

__ADS_1


"Baiklah, Tante, kalau begitu saya permisi dulu. Selamat siang." Rey melenggang pergi tanpa menegur Zea maupun Vano.


"Selamat siang, Rey." balas Sandra.


"Mama!!! Kenapa Mama setuju sih? Aku nggak mau menikah dengan dia!" sungut Zea kesal.


"Ini nggak akan buruk, Sayang. Rey itu anak yang baik, kamu pasti bahagia bersama dia." sahut Sandra.


Sandra terlihat begitu bahagia, dia langsung menghubungi Adam dan memberitahu perihal rencana lamaran nanti malam.


"Kak, aku nggak mau menikah dengan dia." rengek Zea dengan air mata yang jatuh menetes.


Vano mendekap erat tubuh Zea, sejujurnya dia juga tidak setuju Zea menikah dengan Rey, tapi dia bingung harus melakukan apa?


Zea mengembalikan ponsel Vano yang dia pegang, sepertinya gadis itu tak berselera lagi untuk bercanda. Vano langsung mengambil ponselnya dan menghapus semua pesan dari Rey itu.


Di dalam perjalanan, Rey segera menelepon Mona.


"Halo, Rey ...."


"Ma, tolong belikan cincin yang paling bagus untuk Zea. Malam ini kita akan ke rumahnya untuk melamar." ujar Rey tanpa basa-basi.


"Apaaa??? Kenapa mendadak sekali, Rey?"


"Lebih cepat, lebih baik, Ma. Udah dulu ya, aku lagi nyetir."


Rey langsung mengakhiri pembicaraannya dengan sang Mama.


Rey mengembuskan nafas berat demi mengingat sikap dan penolakan Zea tadi.


"Maaf, karena aku sudah egois dan memaksamu." ucap Rey pelan.

__ADS_1


***


__ADS_2