
Rey masih bermain-main dengan ponsel Zea yang dia sita tadi dan sepertinya gadis itu lupa meminta kembali ponselnya.
Tiba-tiba ponsel Zea berdering, panggilan masuk dari Vano, tapi Rey enggan menjawabnya.
Sudah tiga kali panggilan masuk dari Vano diabaikan oleh Rey, dia hanya membiarkan ponsel itu terletak di meja.
Lalu pesan dari Vano masuk dan kebetulan layar ponsel itu tidak terkunci sama sekali.
"KENAPA TIDAK DIJAWAB, ZE?"
Melihat pesan itu, Rey mendapat ide, dia segera membalas pesan itu dengan menyamar sebagai Zea.
"AKU LAGI DI KELAS, ADA APA?"
"ADA YANG INGIN AKU KATAKAN, BISA KITA BERTEMU?"
"NGGAK BISA. HARI INI AKU ADA URUSAN."
"TAPI INI PENTING, ZE! KAMU HARUS TAHU SESUATU SEBELUM PERNIKAHAN BODOH ITU TERJADI."
Melihat isi pesan dari Vano, Rey menjadi penasaran. Apa yang sebenarnya ingin dikatakan pria itu?
"KALAU BEGITU, KATAKAN DI SINI SAJA!"
"BAIKLAH. ZE, SEBELUMNYA OM ADAM TIDAK PERNAH MEMILIKI RIWAYAT PENYAKIT JANTUNG, KAMU SUDAH DIBOHONGI! OM ADAM BERPURA-PURA SAKIT AGAR KAMU MAU MENURUTI SEMUA PERMINTAANNYA UNTUK KULIAH DAN MENIKAH DENGAN SI REY ITU."
Betapa kagetnya Rey saat membaca pesan dari Vano ini, dia langsung menghapus semua pesan dari Vano itu termasuk notif panggilan masuk darinya tanpa membalas pesan terakhir itu.
Bahkan dia memblokir nomor Vano di ponsel Zea, agar pria itu tidak bisa menghubunginya lagi.
Sebenarnya Rey merasa kasihan kepada Zea karena telah dibohongi oleh kedua orang tuanya. Tapi Rey juga tidak mau Zea tahu dan membatalkan rencana pernikahan mereka.
__ADS_1
"Maafkan aku ...! Aku terpaksa egois, agar aku bisa memilikimu."
Sementara itu tempat berbeda, Vano tengah berbahagia, senyum kemenangan terukir jelas dibibirnya karena telah membongkar kebohongan Adam, dia yakin Zea akan membatalkan pernikahannya dengan Rey.
"Kau lihat Rey, aku selangkah lebih maju darimu. Aku nggak sabar ingin melihat kekalahanmu. Dasar pecundang ...!!" ujar Vano sinis.
Vano membayangkan betapa mudahnya dia mencari tahu kebohongan Adam dan membongkarnya ...
**
Berhubung ini weekend, Adam dan Sandra menghabiskan waktu di rumah dan tidak bekerja, sementara Vano akan dinas malam.
Melihat situasi ini, Vano sengaja memesan pizza dengan toping daging dan keju yang banyak untuk dia santap bersama Om dan Tantenya itu.
Melihat pizza yang dipesan Vano terhidang di atas meja, Adam langsung menyambarnya, di sinilah Vano mulai beraksi.
"Loh, bukannya Om menderita sakit jantung? Kan seharusnya nggak boleh makan makanan cepat saji dan berlemak seperti ini." Vano pura-pura mengingatkan Adam.
"Tapi kemarin itu.....?" Vano berakting pura-pura bingung.
"Kemaren itu cuma akting, biar Zea mau menurut menikah dengan Rey. Cara itu juga Om pakai waktu memnyuruhnya untuk kuliah." Adam nyerocos membeberkan kebohongannya sendiri sambil terus mengunyah pizza dimulutnya.
"Oh begitu? Aku kirain benaran." Vano berusaha tenang agar rencananya ini tidak disadari Adam dan Sandra.
"Tapi kamu jangan beri tahu Zea, awas kamu!" Sandra mengancam Vano lalu ikut melahap pizza di hadapannya.
Vano hanya tersenyum dan mengangguk, tapi dia senang rencananya berhasil.
Apa yang dia curigai ternyata benar, bahwa penyakit Adam cuma sandiwara.
**
__ADS_1
"Maafkan aku, Tante. Aku tidak bisa menepati janjiku." ucap Vano dengan seringai khas nya.
***
Zea yang sangat lapar buru-buru ke kantin kampus dan memesan nasi soto favoritnya, lalu mengedarkan pandangan mencari kursi yang bisa dia duduki. Tampak ada kursi kosong di dekat Ruby dan Keanu yang sedang makan.
Zea berjalan menghampiri mereka, lalu duduk disamping Keanu seperti biasanya.
"Hai, kok nggak ajak-ajak sih mau kekantin?" Zea menyapa dua temanya itu.
Dengan cepat Keanu berdiri dan melangkah meninggalkan Zea dan Ruby. Zea yang kaget dengan sikap Keanu, spontan menarik lengan pria tampan nan imut itu sehingga langkahnya terhenti.
"Kamu kenapa sih, Ken?"
Keanu menarik napas dalam, lalu mengembuskannya "Sebaiknya kita jangan dekat-dekat lagi, aku nggak mau kamu kena masalah gara-gara aku, begitu juga sebaliknya." Keanu melepaskan pegangan tangan Zea dari lengannya lalu berlalu pergi.
Zea yang bingung melihat sikap Keanu, hanya bisa terdiam menatap kepergiannya.
"By, kamu tahu nggak dia kenapa? Sikapnya aneh sekali." tanya Zea.
Ruby hanya menggelengkan kepalanya, lalu berdiri hendak pergi, dengan cepat Zea menahannya.
"By, kamu juga mau ninggalin aku di sini?"
"Ya nggak lah, Ze! Aku cuma mau ambil minum lagi, kamu nggak lihat aku kepedasan begini?" Wajah Ruby tampak merah dengan keringat yang bercucuran, ternyata dia sedang menikmati ayam geprek level 5 yang super pedas.
"Oh ... kirain."
Tapi didalam hati Zea masih penasaran dengan sikap Keanu, kenapa mendadak sahabat itu menjaga jarak kepadanya?
***
__ADS_1