Menikahi Dosen Dingin

Menikahi Dosen Dingin
Fakta Yang Terungkap Part 1.


__ADS_3

Setelah berjalan menyusuri gang sempit, akhirnya Zea tiba di sebuah rumah petak yang sederhana, terlihat seorang wanita paruh baya sedang duduk di teras rumah itu, wajahnya sangat pucat dan tubuhnya kurus sekali.


"Permisi Tante, ini betul rumahnya Ruby?" tanya Zea ramah.


"Iya, betul! Kamu siapa, ya?"


"Saya Zea, temannya Ruby, Tante!" Zea mengulurkan tangannya ke hadapan wanita itu.


Wanita itu menjabat tangan Zea dengan senyum mengembang, "Oh, saya Lisa! Tapi Ruby sedang nggak di rumah, dia masih kuliah."


"Nggak apa-apa, Tante! Saya boleh menunggu di sini sampai Ruby pulang?"


"Tentu saja boleh! Mari masuk!"


"Iya, Tante."


Zea masuk dan duduk manis di ruang tamu yang sangat sederhana, sedangkan Lisa sedang membuatkan minuman untuknya.


Zea memandangi sekeliling ruangan itu dan matanya tertuju pada sebuah pigura yang tergantung di dinding. Zea beranjak lalu berjalan mendekati pigura itu dan menatap lekat foto seorang bocah laki-laki yang sangat dia kenal, bocah laki-laki yang fotonya juga ada di rumah Om Alex.


"Kak Vano!" seru Zea tak percaya.


Bersamaan dengan Lisa yang datang membawakan minuman di atas nampan, "Ada apa, Nak Zea?"


Zea berbalik dan menunjuk pigura itu. "Anak ini ...."


"Oh, dia kakak laki-lakinya Ruby, namanya Rekha." sahut Lisa, wajah pucat nya berubah sendu.


Zea terkejut setengah mati. "Haa .... Rekha? Kakaknya Ruby?"


Lisa mengangguk. "Iya. Tapi sekitar 18 tahun yang lalu, tepatnya sebulan setelah Ayahnya meninggal, Rekha diadopsi oleh sebuah keluarga yang sangat menginginkan anak laki-laki. Saat itu dia masih berumur 7 tahun."

__ADS_1


"Jadi Ayah Ruby dan Rekha sudah meninggal?"


Lisa kembali mengangguk. "Dia tewas dalam kecelakaan mobil saat hendak menjemput majikannya, mobilnya terbakar."


"Maaf, sudah membuat Tante bersedih!"


"Nggak apa-apa, kok!" balas Lisa.


"Tante tahu Rekha sekarang ada di mana? Atau Tante pernah bertemu dengannya?"


Lisa menggeleng pelan, air matanya mulai jatuh, "Sejak keluarga itu mengadopsinya, Tante sudah nggak pernah bertemu dengan dia lagi, bahkan Ruby sangat ingin bertemu dengan Kakaknya itu. Kabar terakhir yang Tante dengar, dia tinggal di luar kota."


Zea mengelus pundak Lisa, berusaha menenangkan wanita lemah itu.


"Ternyata Kak Vano bersaudara dengan Ruby, dan Ruby bukan anak Om Roni. Tapi apa hubungan Om Roni dengan mereka? Aku harus cari tahu!" batin Zea.


"Maaf sebelumnya Tante, saya mau bertanya sesuatu. Tante kenal dengan orang ini?" Zea memperlihatkan foto Roni di ponselnya.


Zea mengerutkan dahinya, sampai disini semuanya terasa semakin membingungkan.


"Kenapa dia memanggil Om Roni dengan sebutan Pak? Lalu siapa Martin?" Zea masih bertanya-tanya dalam hati.


"Ada apa, Nak Zea? Kenapa melamun?"


"Eh ... nggak apa-apa kok, Tante!"


"Kamu belum jawab pertanyaan Tante, kamu kenal dengan Pak Roni? Kenal di mana?" cecar Lisa penasaran.


"Oh, dia Papanya calon suami saya!"


"Wah, ternyata kamu calon menantu Pak Roni?" balas Lisa. "Pak Roni itu orang yang sangat baik, dia menyayangi Ruby seperti anaknya sendiri, begitu juga dengan Ruby, dia juga sudah menganggap Pak Roni sebagai ayahnya. Karena sejak lahir, Ruby nggak pernah melihat dan merasakan kasih sayang dari Ayah kandungnya yang sudah lebih dulu menghadap Tuhan seminggu sebelum dia lahir."

__ADS_1


Zea mulai memahami situasi ini meskipun dia belum sepenuhnya tahu apa yang terjadi.


"Ma ... maaf, Tante! Saya udah membuat Tante sedih!"


"Nggak apa-apa! Kamu kenapa bertanya tentang Pak Roni? Ada apa ini?"


Zea menarik napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya. Dia pun menceritakan semua yang terjadi, termasuk maksud kedatangannya dan keberadaan Vano alias Rekha.


"Kenapa dia melakukan ini kepada orang yang sudah sangat baik dengan keluarganya?"


Zea mengusap punggung belakang Lisa.


"Rekha itu anak yang baik, kenapa dia jadi seperti ini?" Wajah Lisa tampak sedih dan air matanya semakin banyak.


"Bunda, aku pulang!"


Ruby tiba-tiba pulang dan terkejut melihat keberadaan temannya itu.


"Zea ...?? Kamu ada disini?"


"Iya, By! Aku ada perlu dengan Ibu kamu, maaf aku nggak kabari kamu dulu."


Ruby terlihat khawatir melihat air mata yang mengalir di wajah pucat Lisa, dia memandang Zea dan Lisa bergantian, "Ada apa ini, Bunda?"


Kali ini Lisa yang mengambil alih keadaan, tak ingin membiarkan Ruby kebingungan terlalu lama, akhirnya Lisa menceritakan maksud kedatangan Zea ke rumahnya.


Air mata Ruby meluncur turun tanpa permisi, perasaan haru dan bahagia menjadi satu saat mengetahui Kakak laki-laki yang selama ini ingin dia temui ternyata ada di sekitarnya. Apalagi saat Zea berjanji akan mempertemukan mereka dengan Vano atau Rekha, Ruby dan Lisa terlihat sangat bahagia.


"Ini bukan sebuah kebetulan, ini takdir Tuhan yang pantas disyukuri! Selama ini aku ingin sekali bertemu dengan Kak Rekha, tapi sebentar lagi keinginanku akan tercapai. Ini semua berkat kamu, Ze!" tutur Ruby girang.


Zea yang ikut merasakan suasana haru itu pun akhirnya meneteskan air mata, apa yang ingin dia ketahui belum sempat terungkap sepenuhnya, tapi dia malah mendapat fakta lain yang tak kalah mengagetkan.

__ADS_1


***


__ADS_2