
Setelah meluapkan amarah dan isi hatinya, Rey pergi meninggalkan rumah, dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju restoran miliknya.
Rey sengaja mencari kesibukan di luar rumah agar tidak berlarut-larut dalam amarah dan kekecewaannya.
Rey melangkah memasuki restoran yang terlihat ramai, beberapa pasang mata wanita menatap kagum padanya. Wanita mana yang tak terpesona dengan wajah tampan Rey walaupun terlihat dingin dan angkuh namun tetap mampu membuat kaum hawa berdecak kagum.
Rey masuk ke dalam ruangannya, dan duduk di kursi kebesarannya, membuka lembar demi lembar kertas di atas meja. Tapi bayang-bayang Zea terus memenuhi kepalanya.
Rey merasa menyesal karena telah bertindak kasar dan membuat Zea menangis, tapi dia juga tak bisa menutupi kekesalan dan kekecewaan hatinya.
Sebenarnya bukan saja karena Zea bertemu dengan Keanu, tapi yang lebih membuat hatinya terluka adalah saat dia dianggap memaksa Zea untuk menikah, padahal gadis itu tidak mencintainya. Dia merasa malu dan telah egois, tapi tanpa munafik dia juga merasakan keegoisan itu karena terlalu berharap Zea jadi miliknya.
"Aaaaaarrgghh ...!" teriak Rey, pria tampan itu meremas kuat rambutnya.
Rey tersentak karena ponselnya tiba-tiba bergetar, dia buru-buru merogoh sakunya dan mengeluarkan benda pipih itu. Ada sebuah pesan dari Vano.
Rey segera membuka video itu, rahangnya sontak mengeras melihat Roni sedang memeluk seorang gadis muda.
Lalu ponselnya kembali bergetar, kali ini ada panggilan masuk dari nomor yang sama.
"Sudah lihat film pendeknya?"
"Bangsat! Dari mana kau dapat rekaman video itu, haa ...?" Bentak Rey.
"Hahaha ... santai, Bro! Aku sendiri yang merekamnya. Gila ya? Seorang Roni Daniswara selingkuh sampai punya anak! Kira-kira istrinya tahu nggak ya?"
Rey hanya terdiam mendengar ocehan Vano sambil menggenggam erat ponsel yang dia letakkan ditelinga nya.
"Kira-kira gimana ya reaksi istrinya kalau lihat rekaman itu? Pasti seru! Hahaha ..."
Ocehan Vano kali ini benar-benar membuat Rey habis kesabaran sekaligus takut, dia tak sanggup membayangkan kalau sampai Mamanya tahu semua ini.
"Berengsek!! Apa maumu?"
__ADS_1
"Wah ... akhirnya kau bertanya juga apa mauku. Aku mau kau membatalkan pernikahanmu dengan Zea, dan aku akan hapus rekaman ini."
"Haa ...?" Rey tercenung.
"Kenapa? Kalau nggak mau juga nggak apa-apa, tapi siap-siap rekaman ini sampai pada Mamamu yang tercinta. Hahaha ..."
Tut ... tut ... tut ...
Panggilan masuk itu terputus, bahkan Rey belum sempat berkata apa-apa, lidahnya terasa kelu, emosinya benar-benar sudah diambang batas.
"Aaaaaaarrgghh ... sial ...!!!" Rey kembali berteriak penuh amarah.
Prraaaakkk ...
Saking kesalnya, Rey melempar ponselnya hingga membentur lantai dan membuat layar benda tipis itu retak lalu mati.
Dengan perasaan dan pikiran yang kacau, Rey pergi meninggalkan restorannya, mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan yang pasti.
"Ternyata gadis itu bukan selingkuhan Papa, tapi dia anak Papa. Ya .... Tuhan ...! Apa yang harus aku lakukan? Kasihan Mama!"
***
Zea hanya berdiam diri di kamarnya, sejak kejadian tadi, gadis itu tidak berselara untuk melakukan apa pun, dia berusaha mencerna setiap kejadian ini, mencari-cari jawaban dari semua pertanyaan di hatinya.
"Keputusan apa yang akan ku ambil? Benar katanya, dia memang nggak pernah memaksaku. Kenapa tiba-tiba aku merasa jahat padanya?" gumam Zea pelan.
Tok ... tok ... tok ...
"Tante masuk ya, Ze?" Mona mengetuk pintu kamar Zea.
"Iya Tante, masuk saja."
"Kamu baik-baik saja, kan?" tanya Mona cemas.
__ADS_1
Zea mengangguk. "Aku baik-baik saja, Tante."
"Ze, sebenarnya ada apa sih sama kalian? Tante nggak pernah lihat Rey bersikap seperti ini sebelumnya." tanya Mona sembari menatap lekat wajah Zea, membuat gadis itu gugup dan bingung mau menjawab apa?
"Hmmm ... cuma salah paham aja kok, Tan. Rey marah karena aku main ke rumah Keanu." dalih Zea, dia tak berani mengatakan yang sesungguhnya pada Mona.
"Oh ... jadi anak itu sudah berani menunjukkan rasa cemburunya? Dulu bisanya cuma diam saja." ujar Mona yang tertawa membayangkan betapa lucunya Rey remaja yang cuma bisa diam dan merengut saat ada cowok lain mendekati Zea kecil.
"Haaa ...? Maksud ,Tante?" Zea menautkan kedua alisnya, menatap bingung ke arah Mona.
"Uups ...!" Mona menutup mulutnya saat sadar dia sudah keceplosan.
"Tante, bilang dong!" Zea mendesak Mona agar mau bicara.
Mona menggigit bibir bawahnya, merasa gugup, dia bingung harus mulai dari mana?
Dia menatap Zea lama, baru mulai bersuara.
"Sebenarnya dari kecil, Rey itu sudah menyukai kamu, Ze. Dia selalu memandangi mu dari jauh, dia suka perhatiin tingkah lucu kamu, tapi karena sifat Rey yang introver dan pemalu dia jadi nggak berani bicara dan bermain bersamamu. Bahkan sampai kamu datang ke rumah ini pun, dia masih sama seperti itu." ungkap Mona.
"Benarkah itu, Tante?"
"Iya, Ze. Tante tahu semua itu. Bertahun-tahun dia hidup menyendiri, bahkan nggak ada satu pun dari teman-teman sekolah Rey yang menarik perhatiannya seperti kamu." lanjut Mona. Mata wanita itu mulai berkaca-kaca, dia mengenang masa dimana Rey sangat sedih saat Zea harus sekolah keluar kota.
"Tapi kata kak Vano, dari kecil Rey nggak suka dengan aku, Tan. Makanya Rey nggak mau main sama aku, bahkan dia nggak pernah mau bicara padaku. Kak Vano juga bilang, katanya Rey cemburu karena Tante dan Om sayang sama aku, sering kasih hadiah untuk aku."
"Anak itu bohong! Semua itu nggak benar, Ze!" bantah Mona. "Tante yakin, Rey memang menyukaimu, bahkan saat ini dia mencintaimu. Tante bisa lihat itu, Rey banyak berubah sejak kamu ada di rumah ini. Jadi ,Tante mohon percaya sama Tante!"
Zea terdiam mengenang saat Vano mengajaknya untuk sekolah keluar kota dengan alasan agar Rey nggak semakin membencinya, karena Roni dan Mona yang selalu memanjakan Zea seperti putri mereka sendiri. Zea remaja yang merasa kasihan dengan Rey, dia memilih untuk menjauh dari keluarganya, tapi Vano selalu mengarang cerita buruk tentang Rey sehingga akhirnya Zea mulai tidak suka pada calon suaminya itu.
"Pantas saja Rey bicara seperti itu tadi,
bertahun tahun dia menahan rasa itu dan aku malah mengabaikannya. Tapi kenapa Kak Vano membohongiku?" batin Zea.
__ADS_1
Zea mendadak merasa sangat kesal kepada Vano.
***