Menikahi Dosen Dingin

Menikahi Dosen Dingin
Efek Jatuh Cinta.


__ADS_3

Mobil Rey baru tiba di halaman rumah Adam, tak lama kemudian disusul oleh mobil Vano yang terparkir tepat di samping mobilnya.


Ruby yang masih dibalut kesedihan hanya berjalan pelan memasuki rumah diikuti oleh Lisa di sampingnya.


Melihat Ruby yang tampak sedih, Zea menghampiri Vano yang hendak masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Rey begitu saja.


"Ya ampun!! Kak Vano kenapa?" tanya Zea panik saat melihat pelipis Vano di perban.


"Oh, cuma kecelakaan kecil saja. Nggak apa-apa." jawab Vano santai.


"Kak, aku tau pasti terjadi sesuatu. Kakak nggak bisa bohongi aku, Kakak harus cerita padaku!" desak Zea sembari memegang lengan Vano.


Tanpa mereka berdua sadari, sepasang mata menatap mereka dengan perasaan kesal karena cemburu.


Belum sempat Vano membalas ucapan Zea, tiba-tiba Rey datang menghampiri mereka dengan membawa paper bag yang berisi kebaya Zea.


"Kamu meninggalkan ini!" ujar Rey seraya menyodorkan paper bag itu.


"Oh iya, aku lupa!" Zea meraih paper bag itu.


"Ya sudah, ayo masuk! Kak Vano harus cerita apa yang sebenarnya terjadi!" Zea menarik lengan Vano dan lagi-lagi mengabaikan Rey yang kesal.


Saat di ruang keluarga, Vano pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Zea dan semua orang tak menyangka jika Anna sudah separah itu.


Tapi tiba-tiba ponsel Ruby berdering, ada panggilan masuk dari Keanu. Ruby menjauh dari semua orang lalu menjawabnya.


Tak lama kemudian, Ruby mendekati Zea dan menyerahkan ponselnya, "Ze, Keanu mau bicara sama kamu."


Zea menautkan kedua alisnya. "Keanu?"


"Iya, katanya ada perlu." sahut Ruby.


Zea pun menerima ponsel Ruby dan menjauh dari semua orang.


Mendengar nama Keanu disebut, Rey merasa semakin emosi apalagi saat dia melihat Zea begitu senangnya menerima telpon dari bocah itu.

__ADS_1


Rey terus menatap Zea tanpa sedikitpun berpaling darinya, dia benar-benar kesal. Apalagi saat melihat Zea tertawa girang, emosinya semakin naik.


Setelah puas mengobrol dengan Keanu, Zea pun mengembalikan ponsel Ruby lalu kembali duduk di samping Rey.


Rey mendekati Zea dan berbisik di telinganya. "Bisa kita bicara sebentar? Berdua saja!"


Zea mengangguk.


Kedua insan itu melangkah meninggalkan semua orang, Vano memandang kepergian mereka dengan tatapan tidak suka. Ruby memperhatikan sikap kakaknya itu dengan rasa penasaran.


***


Zea dan Rey memilih taman belakang sebagai tempat mereka berbicara. Rey menjatuhkan tubuhnya di atas kursi taman dan menghela napas. Zea pun ikut duduk di sampingnya.


"Mau bicara apa?" tanya Zea penasaran.


"Aku nggak suka kamu masih berhubungan dengan lelaki lain."


Zea mengernyitkan keningnya. "Maksud kamu apa? Lelaki lain mana?"


Zea tercengang. "Astaga, Rey! Keanu itu teman aku dan Kak Vano sepupuku, masa aku nggak boleh dekat dengan mereka?"


"Tapi tetap saja mereka itu lelaki lain, aku nggak suka!" Rey merajuk.


"Kamu cemburu?"


"Hemmm ...."


"Kamu gila, ya? Masa cemburu pada mereka, sih?"


"Karena aku tahu mereka menyukaimu." sahut Rey.


Zea tertawa. "Hahaha, kamu ini bicara apa, sih? Sudah, ah! Aku mau masuk!"


Zea beranjak dan hendak pergi, tapi dengan cepat Rey menarik lengannya sehingga membuat gadis itu terjatuh di atas pangkuannya.

__ADS_1


Zea terkesiap dengan mata yang melotot. "Kamu ini apa-apaan, sih?"


"Ssssttt ...." Rey meletakkan jari telunjuknya di bibir Zea, lalu berbisik pelan. "Aku akan menghukum mu karena sudah membuatku cemburu."


"Rey ...."


Tanpa permisi, Rey langsung menarik tengkuk Zea dan mencium bibirnya dengan sangat mesra. Zea yang awalnya tegang karena terkejut, kini perlahan mulai menikmati sentuhan bibir Rey.


Keduanya terlena dalam romantisme itu, mengabaikan sekeliling dan saling berbagi cinta.


Rey melepaskan tautan bibir mereka dan menatap lekat manik hitam Zea. "Aku mencintaimu dan aku nggak ingin ada lelaki lain yang berada di dekatmu."


Zea tak menjawab sebab sedang terkesima dengan hawa panas yang membakar wajahnya hingga merah padam.


Rey kembali menyatukan bibir mereka tapi kali ini ini hanya sebuah kecupan singkat.


"Dan itu hukuman karena kamu membuat kekacauan kemarin." lanjut Rey.


"Kamu cari kesempatan! Dasar genit! Mesum!" sungut Zea sambil memukul pundak Rey.


Rey tertawa.


"Kenapa tertawa?"


"Habis kamu lucu. Masa begini saja dibilang mesum dan genit. Padahal setelah menikah, kita akan melakukan lebih dari ini."


Zea membelalakkan matanya sambil menelan ludah mendengar ucapan Rey. Dia tak habis pikir, kenapa pria yang selalu dingin dan pendiam itu bisa berubah seperti ini?


"Kamu kesambet di mana, sih? Kenapa jadi aneh begini?"


"Ini efek jatuh cinta." jawab Rey asal, lalu memeluk Zea sambil tertawa.


Sebenarnya tanpa Zea ketahui, Rey sedang belajar menjadi pria yang hangat dan menyenangkan. Dia tak ingin membuat Zea jenuh dengan sikap dingin dan introver nya, karena dari yang dia lihat, calon istrinya itu menyukai pria-pria periang dan hangat seperti Vano juga Keanu.


***

__ADS_1


__ADS_2