
Roni terlihat sangat sibuk hari ini, dia membolak-balikkan berkas di meja kerjanya, tiba-tiba ponselnya berdering.
Ada panggilan masuk dari Evan, tanpa menunggu lama, Roni langsung menjawab panggilan itu.
"Halo ...! Ada kabar apa, Van?" tanya Roni.
"Si bajingan itu sudah tertangkap, Ron! Bukti-bukti dan saksi yang kau berikan itu sudah cukup untuk menjebloskan dia ke penjara!"
"Syukurlah, pastikan si bajingan itu membusuk di penjara!" Roni tersenyum sinis.
"Itu pasti, Ron! Manusia biadab seperti dia nggak pantas hidup enak di dunia ini, dia akan berkumpul dengan putranya di penjara, hahaha ..."
"Hahaha ... ku serahkan semuanya kepadamu, Van! Terima kasih banyak, ya."
"Sama-sama, Ron! Ini memang sudah tugasku sebagai seorang polisi."
Mereka berdua pun mengakhiri pembicaraan, sejenak Roni tertegun, sekelebat bayangan wajah Martin melintas dipikirannya.
"Maafkan aku, Martin! Tenanglah disana!"
Seketika air matanya jatuh menetes, namun buru-buru dia usap.
***
Lisa memutuskan untuk kembali ke rumah yang ditempati Anna dulu, tapi Mona masih berusaha untuk menahannya agar tetap tinggal di rumah mereka.
Sepertinya Mona benar-benar mulai menyayangi Ruby, terlebih dia sangat mengidamkan seorang anak perempuan, bahkan Mona berniat untuk mengadopsi Ruby, tapi rasanya terlalu kejam.
Mengingat Alex baru saja mengadopsi Rekha, apa jadinya perasaan Lisa nanti jika semua keponakannya diambil darinya.
"Kami nggak bisa melarang kamu untuk pergi dari sini, tapi izinkan kami membantu kamu dan Ruby. Biarkan kami yang membiayai hidup kalian, kami akan menyekolahkan Ruby sampai dia kuliah dan berhasil jadi orang sukses." ujar Roni.
__ADS_1
"Nggak usah, Pak! Saya takut menyusahkan." tolak Lisa sungkan.
"Nggak perlu sungkan, ini sudah menjadi tanggung jawab kami!" balas Roni.
"Iya, Mbak. Malah kami akan sangat sedih jika nggak bisa membantu." sambung Mona.
Lisa pun mengangguk. "Baiklah."
Roni juga Mona mengantarkan Lisa dan Ruby kembali ke rumah yang ditempati Anna dan Martin dulu. Lisa bertekad akan merawat dan membesarkan Ruby.
Rey kecil hanya memandang kepergian Lisa dan Ruby dari balik tembok, seperti ada kekecewaan di hati bocah itu.
Walaupun terkesan cuek, tapi ternyata dia merasa kehilangan atas kepergian Rekha dan sekarang Ruby.
Bahkan Rekha pergi saat Rey sedang sekolah, dia tak tahu kemana bocah itu pergi.
Rey yang sedari kecil memang tak memiliki teman dekat sebenarnya merasa senang karena ada Rekha dan Ruby di rumahnya, tapi sikapnya yang pendiam dan terlalu tertutup membuatnya kesulitan untuk bergaul.
***
Lalu Rekha, karena Alex tinggal di luar kota dan sangat sibuk dengan pekerjaannya, dia hanya mengajak Rekha sebulan sekali untuk menemui Ruby dan ke makam Martin. Itu pun hanya di 5 bulan pertama setelah Rekha diadopsi, setelah itu Rekha tak lagi pernah datang mengunjungi Lisa dan Ruby.
Lisa selalu berusaha mengerti bahwa Alex sibuk tanpa berpikir bahwa Alex sedang menjauhkan Rekha darinya.
Lalu tanpa sepengetahuan Lisa, Alex mengganti nama Rekha Pratama menjadi Elvano Winata, itu bertujuan agar tidak ada orang yang bisa mengorek informasi tentang masa lalu anak angkatnya itu yg hanya seorang anak supir dan ibu yang sakit jiwa.
Karena sebagai pengusaha yang sukses dan terkenal, banyak orang-orang yang menyoroti kehidupan Alex dan pesaing yang berusaha mempermalukan dan menjatuhkannya.
Adam, Sandra, Roni dan Mona mengetahuinya, tapi mereka menyimpan rapat berita itu, bahkan Rey dan Lisa pun tidak tau bahwa Rekha telah berganti nama menjadi Vano.
Mereka menyimpan berita ini dari Lisa bukan tanpa sebab, karena mereka ingin menjaga perasaan Lisa agar tidak sedih dan sakit hati.
__ADS_1
Rekha/Vano tumbuh menjadi anak yang cerdas tapi sedikit nakal, terkadang dia terkesan sombong karena telah menjadi anak dari seorang pengusaha yang kaya raya, tapi Alex tak pernah memanjakannya.
Bahkan Alex mendidiknya untuk mandiri dan tidak bergantung padanya, Alex benar-benar merawatnya dan menyayanginya seperti anak sendiri.
Alasanya menajuhi Rekha/Vano dari keluarganya hanya agar masa lalu anak itu tidak terus-terusan menghantuinya.
Lalu bagaimana dengan Anna, sejak dia dirawat di rumah sakit jiwa, Lisa maupun Roni selalu mengunjunginya, tapi yang pasti tanpa sepengetahuan Ruby. Gadis itu hanya tahu Lisa lah ibunya.
Tujuan Lisa dan Roni menyembunyikan Anna karena tak ingin mengguncang psikologis Ruby dan membuatnya sedih melihat kondisi ibu kandungnya itu.
Akhirnya semua rahasia, satu demi satu disimpan serapat mungkin. Tanpa mereka pernah berpikir bahwa Ruby harus tahu siapa ibu kandungnya dan di mana dia, begitu juga dengan Rekha/Vano yang sama sekali tidak mengetahui dimana ibunya.
***
Tapi entah mengapa, saat beranjak dewasa, Vano sepertinya tidak menyukai Rey, begitu juga sebaliknya.
Mereka pernah beberapa kali bertemu saat ulang tahun Zea, tapi tatapan tak bersahabat selalu mereka lemparkan satu sama lain.
Ternyata mereka sama-sama menyukai Zea yang saat itu masih remaja.
Bahkan Vano pernah menghasut Zea dan mengatakan bahwa Rey membencinya, karena selama ini Zea terlalu dekat dengan orang tuanya, makanya Rey tidak mau berteman dengannya.
Vano juga mengajak Zea tinggal di rumah Alex dan sekolah di sana, dengan alasan agar Rey tidak semakin membencinya.
Zea yang polos pun percaya dengan ucapan sepupu angkatnya itu. Akhirnya dia menurut untuk tinggal di rumah Alex dan melanjutkan sekolahnya di sana.
Saat hari kepergian Zea, Rey dan keluarganya datang ke rumah Roni. Dengan senyum liciknya, Vano menggandeng tangan Zea dan mengajaknya pergi, dari situlah Rey semakin tidak menyukai Vano, tanpa dia ketahui bahwa Vano adalah Rekha, bocah kecil yang pernah tinggal di rumahnya.
Namun berbeda dengan Vano, selain merasa tersaingi dengan Rey, pria itu juga sepertinya sakit hati karena sikap sombong Rey waktu kecil dulu.
Sejak saat itu Rey memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya ke luar negeri, karena kecerdasan yang luar biasa, Rey bisa menyelesaikan pendidikannya lebih awal dan pulang ke negeri asalnya lalu bekerja menjadi dosen di kampusnya sekarang.
__ADS_1
Hingga akhirnya dia bertemu lagi dengan Zea, gadis yang dari kecil sudah dia sukai.
***