
Akash Dan dev berjalan beriringan keluar Rumah, Hari ini mereka pergi bersama ke kantor, " Dev, kau ikut Mobil ku saja, biar mobilmu disini, "
Mobil Akash sudah siap di depan pintu Rumah beserta supir yang berdiri tegap di sebelah pintu Mobil bersiap untuk membukakan pintu untuk akash.
" selamat pagi tuan. " menundukkan kepalanya saat Akash mendekat ke Mobil, penampilanya sangat berkharisma, Dan berwibawa dengan setelan jas hitam lengkap dengan dasinya, rambutnya yang rapi namun basah akan minyak rambut membuat siapapun terpesona melihatnya.
" pagi " jawabnya singkat.
pintu Mobil sudah terbuka, " Hari ini aku pergi sendiri bersama dev, kau urus saja pekerjaan di Rumah. "
" baik tuan. " dengan cepat supir itu menutup kembali pintu belakang Mobil, Dan membukakan pintu depan Mobil untuk Akash.
" dev, kau yang mengemudi. "
" iya tuan. " dengan menunduk seperti supir.
" hei apa maksudmu menundukkan kepalamu kepada ku seperti supir ? " memukul bahu Dev.
" aduh sakit Tau.. " mengelus bahunya yang sakit.
" hahaha... Hari ini kau aneh Akash, ada apa denganmu, Tiba tiba kau sudah punya calon istri " Tanya dev mulai menyalakan mobilnya.
" huft... ceritanya panjang Dev... " menghembus kan nafasnya dalam, menyandarkan punggungnya ke kursi Mobil.
Akash menceritakan rentetan kisahnya, mulai dari permintaan ibunya, menabrak Anita, sampai dengan membawa nya ke rumah.
" hahaha ... " suara dev membahana di dalam mobilnya, dia mentertawakan nasib yang dialami sahabatnya itu.
' tega sekali kau, menertawakanku diatas penderitaanku. ' melengos.
" akash, jadi kau memanfaatkanya ? " masih tertawa " kasihan sekali wanita itu "
" apa boleh buat Dev, semua Demi ibu. " intonasinya mulai sedih.
" iya , aku mengerti Akash. " menepuk nepuk pundak Akash.
__ADS_1
" dev " panggil Akash lagi,
" hem "
" cepat kamu urus segala sesuatu untuk kepergian Anita, bagaimanapun caranya, dia harus kembali ke negaranya, lebih cepat lebih baik. "
' bisa tuli telingaku lama lama mendengar ocehanya. '
" siap komandan ! " dev Tau apa yang harus dia lakukan. Akash tersenyum tipis.
memang sahabatnya yang satu ini sangat bisa diandalkan, dia mengerti semua yang di inginkan Akash Dan selalu menuruti kemauan akash.
semua urusan atau masalah Akash bisa diselesaikan dengan gampang oleh dev.
" tunggu, lalu bagaimana dengan ibu mu ? " Tanya dev lagi.
" entahlah, aku pikirkan nanti, yang penting minggu ini aku terbebas dari perjodohan itu, Karena aku sudah membawa Anita "
" oh.... "
di Rumah Anita Dan gauri selesai sarapan, Anita bermaksud memulai membereskan sisa sisa makanan mereka di meja, Karena sudah menjadi kebiasaan bagi Anita untuk mmebereskan semua sisa makanan anak anak panti asuhan.
" biarkan Anita, biar pelayan saja yang membereskan. " ibu mulai berdiri hendak ke taman belakang,
Anita mengangguk patuh Dan meletakkan kembali piring yang sudah dibawanya.
gauri mengajaknya ke Taman favoritnya, Taman belakang, seperti biasa gauri selalu memyirami tamanya setelah Akash pergi,
dia selalu mengisi waktu kosongnya untuk merawat bunganya, pagi Dan sore dia selalu ke Taman belakang.
namun sekarang, ada Anita di Rumah yang menemaninya, setelah selesai menyirami tanamanya gauri lebih memilih untuk ngobrol bersama anita.
" Sayang " panggil gauri memulai bicaranya, saat mereka berdua sudah duduk di kursi Taman.
" iya bu. " jawab Anita lembut menoleh ke menghadap gauri setelah menikmati pemandangan Bunga yang Indah ditaman.
__ADS_1
" kamu berapa lama tinggal disini ? "
" em... " mulai berfikir, " belum tau bu, mungkin sekitar satu mingguan, ada apa bu ? "
" tidak Sayang, ibu hanya ingin kamu lebih lama tinggal disini. "
' ha... Mana mungkin bu, aku kan harus kembali ke negara ku. '
" bu, aku kan harus bekerja. "
" iya kamu benar. " gauri menghembuskan nafasnya pelan, dia sedikit kecewa Anita tidak bisa lama tinggal bersamanya.
gauri sudah terlanjur Sayang pada Anita meskipun Baru Dua Hari mereka bersama, kesepianya menghilang setelah ada Anita, Akash benar benar menemukan sosok calon istri yang sangat baik pikirnya.
" Sayang " panggilnya lagi.
' kenapa panggilanya sangat membuat ku nyaman sih. ' gumam Anita senang di panggil Sayang.
' kalau ibu yang memanggil ku Sayang tidak apa apa, aku malah sangat senang, tapi kalau laki laki aneh itu yang memanggil ku Sayang rasanya ingin muntah, Dan parahnya aku pun harus memanggilnya Sayang juga, ingin sekali rasanya ku potong lidah ini, tapi itu tidak mungkin, aku tidak mau bisu dong. '
" apa orang tuamu sudah tau tentang akash? "
bagai bom yang siap meledak mendengar pertanyaan gauri, Anita menundukkan kepalanya takut, satu tetes Kristal bening jatuh di pipi Anita.
' apakah ibu akan mengusirku saat tau aku anak yang tidak Jelas orang tuanya Dan hanya di besarkan di panti asuhan ? '
' sebenarnya tidak masalah kalau ibu mengusirku, itu akan lebih baik biar aku bisa lepas dari sandiwara ini, tapi paling nanti ya but, saat anakmu benar benar sudah menyiapkan kepergian ku kembali ke Indonesia, aku takut terlunta lunta lagi di negaramu. '
" Sayang, kenapa melamun, hei kamu menangis, ada apa ? " Tanya gauri hawatir mengusap air mata nya.
" bu.. " mulai bercerita dengan ragu
" sebenarnya aku tidak punya orang tua bahkan aku tidak tau siapa orang tua ku, aku hanya lah anak panti asuhan yang sangat menginginkan kasih Sayang orang tua, Dan itu tidak pernah aku dapatkan sampai aku bertemu dengan ibu. " Jelas Anita panjang dengan air mata yang jatuh deras melengkapi kesedihanya.
' sekarang terserah ibu deh, mengusir ku apa tidak ? aku pasrah. '
__ADS_1
bersambung...