menikahi orang india

menikahi orang india
panggilan anita


__ADS_3

Anita di Rumah kontrakanya melihat jam, sekarang jam setengah sembilan berarti di India masih jam tujuh, perbandingan jam antara Indonesia Dan india berkisar satu jam setengah lebih cepat dari Indonesia, pasti Akash belum ke Kantor, Anita hafal dengan jadawal jam kerja Akash selama dia di India.


' nanti saja jam sepuluh aku Alan menelponya, dia pasti sudah dikantor, kalau aku menelponya sekarang dia pasti masih dirumah, aku tidak sanggup melihat ibu, bisa menangis lagi aku ' pikir Anita mengurungkan niatnya untuk menelpon akash.


***


India


Akash sedang sibuk dengan lembaran file file di depanya, dia tidak masuk kerja kemarin karena mengantar Anita, perkerjaanya menumpuk seperti gunung Dan dia sudah bisa melupakan panggilan Anita yang ditunggunya.


tepat jam sembilan waktu India Akash fokus masih berkutat dengan laptopnya, suara panggilan dari handphone nya memecah konsentrasinya.


akash mengangkat malas handphonya masih memandang layar laptop di depanya, tanpa sadar nama Anita terpampang di layar handphone nya.


" hallo " suara Akash malas menjawab panggilan itu.


" hai Akash, how are you ? " suara Anita memulihkan kesadaran Akash.


Akash seketika mengenali suara Anita, dia melihat lagi handphonya, Dan ya nama Anita yang terpampang disana.


" kau ? beraninya kau membuat ku gelisah menunggu lama ! " suara Akash langsung meninggi, menandakan kalau dia sedang emosi kepada Anita.


' gawat... sepertinya dia marah, apa yang dia bilang tadi gelisah menunggu lama ? menunggu apa ? ' Anita tidak mengerti maksud perkataan akash.


" cepat ganti panggilanmu dengan vidio " Akash sudah meletakkan handphone nya bersandingan dengan vas Bunga, dia tidak memegang handphone nya lagi.


' apa ? untuk apa vidio, begini saja kan sudah cukup ? ' Anita.

__ADS_1


" cepat ! " Akash sudah memencet loud speakernya, sehingga Anita bisa mendengarnya meskipun jarak handphone Akash sudah agak jauh dari wajahnya.


Dan akhirnya Anita pun mengganti panggilan vidionya dengan terpakasa.


' memang untuk apa coba ! pamer ketampananmu yang membosankan itu atau kangen sama aku ? hihihi... '


" hai.... " Anita tersenyum manis sambil melambaikan tanganya....


' ish... tidak usah sok Manis deh ' Anita.


Akash memandang Anita di dalam layar handphone nya kesal.


" sudah aku bilang, kalau sudah sampai langsung hubungi aku "


" iya maaf aku langsung ketiduran kemarin, capek tau enam jam di pesawat "


" dimana kamu sekarang ? " Tanya Akash kesal ' awas saja kalau kamu coba coba menghindar '


" dirumah , Rumah kontrakan maksudnya. "


Anita menjawab ragu ragu sedikit malu dengan kata kontrakan.


" coba lihat " Anita mengedarkan handphone nya mengelilingi ruangan nya setelah Akash meminta melihatnya.


" jelek sekali, tidak bisa apa menyewa atau membeli apartemen, kenapa harus kontrakan ? "


" Mana cukup gaji ku untuk menyewa apartemen, pergi ke India saja aku harus nabung selama Lima tahun. "

__ADS_1


" cih, dasar rakyat jelata " ejek Akash.


' iya iya aku rakyat jelata kamu rajanya. ' Anita mendengus kesal.


" mulai besok kamu cari apartemen yang besar, aku tidak mau melihat Rumah jelek mu itu, bisa buta mata ku "


' makanya kalau telpon tidak usah vidio call '


" Mana aku punya uang ? sudah kubilang gaji ku minim cuma cukup menyewa Rumah kontrakan, kecil lagi "


' hiks....nasib pekerja karyawan biasa ' anita


" berapa no rekening mu biar Dev mentransfer uang untuk menyewa apartemen untuk mu. " kesombongan yang hakiki.


" tidak perlu mentransfer, menyewa apartemen itu Mahal sekali "


" kau meragukan kekayaan ku ? " terlihat di layar handphone Anita, wajah Akash yang memerah Karena emosi.


" jangan kan menyewa satu apartemen untuk mu, membeli seluruh unit apartemen dalam satu gedung pun aku sanggup " kesombongan yang hakiki lagi.


' iya aku tau, tapi bisa tidak, tidak memamerkan kekayaan mu dihadapanku ? jadi gigit jari tau nggak rasanya. ' Anita


rasanya seperti langit Dan bumi jika membandingkan dirinya dengan Akash, Anita hanyalah gadis pekerja biasa yang menggantungkan hidupnya dengan gaji yang minim, sedangkan Akash dengan segala kekayaan yang melimpah, mampu mendapatkan apa saja yang dia inginkan tanpa ambil pusing.


ah.... membayangkan seberapa banyak kekayaan akash saja sudah bikin ngilu Gigi Dan kepala, apalagi merasakanya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2