
saat ini adalah saat yang cukup sulit bagi anita, Hari terakhir baginya di negri yang cukup disukainya, padahal dia juga tidak pernah tau, bagaimana takdir akan membawanya,
Dan hari terakhir dirumah seorang pemuda yang menemukanya saat dia terombang ambing tidak Tau arah di negri orang.
seorang pemuda yang meskipun cukup mengesalkan namun telah berjasa mempertemukan sosok seorang ibu yang dirindukanya, Dan Hari ini telah benar benar membantunya untuk kembali ke negara nya.
Anita telah bersiap dengan kepulanganya, Anita keluar dari kamarnya Hanya membawa kamera yang tersisa saat pencurian tasnya waktu itu.
Akash mengernyitkan keningnya melihat Anita keluar dengan tangan kosongnya, dia bolos kerja Hari ini demi untuk menemani Anita kembali ke Indonesia.
" dimana barang barang mu ? "
" aku kan tidak punya barang, aku cuma punya kamera ini saja " mengangkat kamera yang ada di tanganya " semua pakaian itu kan kamu yang belikan, itu kan sama saja punyamu, jadi aku tinggal saja disini, "
' huft ... dasar gadis bodoh, bagaimana bisa dia berfikiran seperti itu ? '
memangnya semua pakaian Dan barang barang yang dibelikan Akash untuknya Hanya untuk ditinggalkan dirumahnya begitu saja ? siapa juga yang bakal mau menggunakan barang barang bekas Anita.
Dan juga perhiasan yang diberikan ibu, jangan bilang kalau Anita juga meninggalkanya ? dasar gadis keras kepala.
" memang nya kamu pikir untuk apa aku menyimpanya ? cepat kamu kemasi semua barangmu, aku tidak mau rumahku dipenuhi semua barang barang bekasmu "
' memangnya kenapa dengan barang barang bekas ku ? tidak mengandung virus juga kan ? lagian terserah kamu lah... mau kamu apakan barang barang itu. ' Anita cemberut tidak terima.
__ADS_1
" cepat kemasi atau aku batalkan kepergianmu ! " ancam Akash.
" eh... jangan jangan... ok... ok... aku kemasi sekarang ya... "
Anita tidak dapat membantah perintah Akash dia kembali lagi kekamarnya, Dan membereskan semua barangnya di dalam koper, dia keluar dengan koper ditanganya sementara Akash menunggu di luar kamarnya.
" tunggu " Akash menghentikan langkah Anita Dan dia masuk ke Kamar Anita mencoba memastikan Tak satupun barang yang akan ditinggalkan Anita disana.
' ngapain lagi sih tuh orang ? mirip detektif tau nggak menggeledah kamar orang seenaknya, detektif gila ' anita.
Akash membuka laci di dalam lemari kamar Anita.
' eh... jangan buka yang itu, tuh kan ketahuan kan jadinya. ' akash menemukan kotak merah pemberian ibunya untuk Anita.
sementara Anita membalikkan badanya, menyembunyikan wajahnya yang sedang takut ' gawat... pasti marah tuh orang '
" berani beraninya meninggalkan pemberian ibu. " memukulkan kotak merah itu ke kepala anita.
" aduh... sakit tau " Anita meringis menggosok nggosok kepalanya yang kesakitan.
" masukkan ke dalam koper juga ! "
" iya iya " Anita cemberut tertangkap basah
__ADS_1
setelah memasukkan kotak merah itu, Akash menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat, yang sedikit mengembang di dalamnya.
" apa ini ? " Anita membuka amplop itu Dan mengintipnya, dia sedikit terkejut dengan isi di dalamnya " uang ? " beberapa lembar rupe tersusun rapi di dalamnya.
Anita mengeluarkan rupe itu yang tidak tau berapa jumlahnya, tapi yang pasti jumlah itu banyak sekali, Anita teringat dengan janji Akash kalau dia Akan membayarnya tiga Kali lipat dari pada bekerja menjadi karyawan di perusahaan.
sebenarnya bagi Anita itu tidak terlalu penting bagi Anita, bahkan dia tidak menduga nya sama sekali kalu Akash benar benar membayarnya.
sudah dibantu untuk bisa kembali ke negaranya saja sudah sangat cukup bagi anita, Dan lagi dia sangat bersyukur bisa merasakan kasih Sayang seorang ibu.
" itu bayaranmu sesuai yang aku janjikan padamu, maaf aku tidak menukarkanya ke rupiah, tapi jumlah nya cukup banyak jika ditukar dengan rupiah " Akash menjelaskan.
sekali lagi Anita tidak menduganya sama sekali, Anita memasukkan kembali uangnya ke dalam amplop itu.
" terimakasih " ucap Anita pelan Dan sungguh sungguh .
" hem , cepat keluar ! ibu sudah menunggu "
Anita lagi lagi terdiam Dan menganggukkan kepalanya pelan.
Akash keluar dengan diikuti langkah Anita, sejenak pandangan nya mengelilingi seluruh isi Kamar itu.
' selamat tinggal semua ' ucapanya kepada semua benda yang ada di kamar, sebuah kenangan yang sesaat namun mungkin Akan terkenang selamanya, menjadikan sebuah kenangan yang sangat mengesankan.
__ADS_1
bersambung...