
ponsel telah dimatikan, Akash melihat sahabatnya tertawa tiada hentinya, dia melihat kesal kepadanya, dia sedang mengejek ku, pikirnya, ' awas kau sialan ! '
" apa nya yang lucu dev ? kenapa kau tertawa mengerikan seperti itu " tidak terima Karena sahabatnya itu menertawakanya saat berbicara dengan Anita lewat telpon tadi.
" tidak ada Akash, aku hanya senang kau sudah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. " masih tertawa bahagia menjelaskan alasanya yang tidak masuk akal menurut Akash.
'' memang nya aku sedang sakit, mengapa kau bicara tentang perkembangan ku ? "
' ternyata kau ketularan aneh nya dengan perempuan itu. ' Akash mengamati ada yang aneh dengan dev setelah bertemu dengan Anita, ' seharusnya kau tidak bertemu dengan dia Dev. ' akash menghela nafas dalam.
' hahaha ' dev tertawa dalam hati saja Karena melihat wajah kesal akash.
' kau bahkan lebih dari sakit Akash, penyakitmu itu melebihi penyakit jiwa, kangker,tumor, pokonya penyakit kelas atas. '
" apa kamu tidak sadar Akash, selama ini kamu itu orangnya pendiam Dan tertutup, tidak pernah ngobrol dengan orang lain apalagi dengan seorang perempuan, kalaupun ngobrol itu pun cuma maslah pekerjaan, Dan sekarang apa yang aku lihat, kamu berbicara Dan berdebat dengan anita, bahkan kamu terlibat bekerjasama untuk ibu mu, " dev menjelaskan panjang lebar mengenai keadaan temanya itu, biar sadar kalau selama ini dia berubah.
Akash terdiam sejenak memikirkan perkataan dev yang mungkin ada benarnya. " dev, sudahlah jangan berasumsi yang tidak bisa diterima oleh otak ! aku sudah pusing selalu berdebat dengan Anita, jangan menambah pusingku dengan berdebat disini denganmu "
' cih, tidak bisa diterima oleh otak kepalamu ! dasar tidak sadar diri. ' gerutu Dev.
" cepat kau siapkan file Kita, lebih baik meeting dengan calon klien kita Dan bekerja keras mengumpulkan uang, dari pada harus mendengar ocehanmu. ! " perintah Akash ketus.
__ADS_1
" ok..ok..! pekerjaan saja yang kau pikirkan,kapan kamu mau memikirkan kehidupan pribadi mu ? " dev pun mencibir Akash lagi.
Akash Dan dev bersiap meeting malam ini, meeting di sebuah restoran mewah dengan banyak hidangan Dan beberapa minuman yang telah tersaji, sengaja telah disiapkan oleh calon klien agar pengajuan kerjasama mereka bisa berjalan dengan lancar.
***
setelah Akash mematikan ponsel, Anita masih mematung memandangi ponsel yang dia genggam, kepalan tanganya tertuju pada layar ponsel nya Dan mengumpat orang yang Baru saja terhubung denganya.
dengan kesal Dan nafas yang dihembuskan kasar, Anita berjalan masuk menemui gauri bermaksud mengembalikan ponselnya,
" sudah selesai Sayang ? " dengan tersenyum lebar menerima ponsel yang di ulurkan Anita kepadanya.
" iya bu. " masih berdiri hendak duduk di kursi yang sama dengan gauri.
' tidak mungkin bu, jangan Tanya yang aneh aneh ya , jadi binging lagi kan aku harus jawab apa ? lebih baik aku kedapur saja deh masak, dari pada harus bingung menjawab pertanyaan mu. '
Anita hanya tersenyum menanggapi perkataan gauri dan berlalu meninggalkan gauri menuju ke dapur, iya Anita harus masak makananya sendiri lagi, kalau tidak dia Akan kelaparan lagi malam ini, eits ... alih alih kabur dari gauri.
" bu, aku ke dapur dulu ya mau masak makanan untuk ku. " izin Anita sebelum pergi ke dapur.
pikirnya dari pada harus menjawab pertanyaan gauri lebih baik beraksi saja di dapur, berkarya dengan bahan makanan Dan bumbu bumbu di dapur lebih Aman dari pada harus berkarya dengan bersandiwara.
__ADS_1
semua bahan makanan tersedia komplit di dapur, tinggal Anita pintar pintar saja menyulap bahan makanan menjadi makanan yang lezat.
Anita memang ahli menyulap bahan makanan Dan bumbu bumbu menjadi makanan yang endez, Tak diragukan lagi Karena Anita sering memasak di panti asuhan menyiapkan makanan untuk para anak panti asuhan dengan dibantu beberapa teman seumuranya di panti, bahkan seorang dev saja langsung termehek mehek dengan masakanya.
para pelayan di dapur pun sibuk dengan pekerjaanya, memasak untuk nyonya yang dicintainya, sesekali melirik ke arah masakan anita, nona anita itu masak apa sih ?, mungkin itu yang ada dipikiran para nelayan yang tanganya sibuk dengan masakanya sedangkan matanya bergantian melihat masakanya Dan masakan Anita.
Anita memperhatikan sedari tadi saat dia mulai masak, para pelayan sesekali sibuk memperhatikan masakanya, ' mereka pasti penasaran aku sedang masak apa ? ' senyum kecil terlihat di bibir Anita.
" ini namanya Soto ayam, " Jelas Anita sambil mengaduk aduk kuah Soto ayam yang telah di cicipinya,' rasanya sudah pas '
well sore ini Anita masak Soto ayam, masakan yang tidak terlalu ribet yang hanya dimakan untuk dirinya sendiri, Karena pastinya gauri akan makan masakan yang dibuat pelayanya, iya lidah mereka berbeda, senang Dan setia akan masakan khas negara mereka masing masing.
sore ini hujan turun mebasahi kota, tidak terlalu deras memang, namun dinginya air hujan mampu menembus pori pori kulit setiap penghuni kota ini, mereka merasa kedinginan bahkan bagi seorang Anita, butuh sesuatu yang bisa menghangatkan dirinya, selain jaket tebal, sarung tangan, selimut tebal Dan minuman hangat, makanan pun juga menjadi
obat untuk menghangatkan tubuhnya.
makanan yang berkuah dengan warna kuning, dan minyak dari daging ayam yang menyempurnakan cita rasa sedapnya, mampu menghangatkan setiap aliran darah yang mulai membeku Karena kedinginan.
setelah selesai memasak Anita pun makan bersama gauri di ruang makan, mereka makan malam dengan masakan yang berbeda namun mereka sangat menikmati Dan menghargai perbedaan menu yang ada di depanya masing masing.
malam semakin larut, belum ada Tanda Tanda Akash pulang, akhirnya mereka pun bersepakat untuk tidur setelah berbincang bincang di ruang keluarga, tanpa adanya si pria aneh yang mengganggu kehangatan anita Dan gauri, pikir Anita.
__ADS_1
' sungguh nyaman Dan damai, hanya ada aku Dan ibu merasakan kehangatan kasih Sayang seorang ibu, ' Anita tersenyum senyum sendiri di atas ranjang yang empuk, menghela nafasnya dalam, dengan merangkul guling di atasnya, bagaimanapun sejatinya seorang insan di bumi pasti mengharapkan kasih Sayang seorang ibu, menghayal hingga mata pun terpejam.
bersambung....