
pagi menjelang, Hari pekan pun telah berlalu Dan seminggu lagi bersiap siap lagi untuk menampak kan dirinya.
Anita Dan gauri sudah duduk di kursi ruang makan masih menunggu akash yang belum juga menampakkan hidungnya.
Akash masih sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan cek up ibunya, ya Hari ini waktunya gauri untuk cek up ke dokter setelah sebulan yang lalu cek up rutinya.
Karena penyakit yang dideritanya, gauri harus cek up sebulan sekali untuk memastikan penyakitnya semakin baik atau malah sebaliknya.
" Sayang kenapa lama sekali ? Anita sudah kelaparan Karena menunggumu. " sapa gauri pada Akash saat Akash berjalan menghampiri meja makan dengan pakaian kerjanya yang rapi, setelan jas berwarna hitam lengkap dengan dasinya.
' dia tidak akan kelaparan bu, kemarin malam dia sudah makan banyak sekali. ' Akash berjalan lenggang kemudian duduk di kursinya.
" maaf bu, tadi saya menyiapkan keperluan ibu untuk cek up nanti, Hari ini waktunya ibu cek up kan ? " menggenggam tangan gauri dengan lembut.
nampak kecemasan dalam wajah Akash, dia takut kalau penyakit ibunya Makin memburuk.
' ah... semoga saja kesehatan ibu Makin membaik, ya aku yakin ibu ku pasti lebih baik keadaanya ' doanya dalam hati mencoba menghibur dirinya sendiri.
gauri cuma tersenyum mengangguk kan kepalanya pelan seraya menyambut genggaman tangan anaknya yang sedari tadi menggenggam tangan ibunya.
seolah saling menguatkan Dan menyakinkan diri mereka masing masing kalau semua pasti baik baik saja.
' ibu cek up ? memangnya ibu sakit apa ? ' Anita melihat ke ibu Dan anak yang saling menguatkan itu dengan bingung bercampur panik.
__ADS_1
'' ibu sakit ? ibu sakit apa ? '' Anita segera berdiri menghampiri gauri yang masih menggenggam tangan Akash, di peluknya pundak gauri dari samping dengan wajah penuh kehawatiran.
ketakutan mulai merasukinya, dia tidak ingin ibu yang Baru saja dia dapatkan menderita penyakit apapun.
" ibu tidak apa apa Sayang, sudahlah kamu jangan hawatir ya... " kini tangan gauri beralih menggenggam tangan Anita yang memeluk pundaknya.
" sudahlah, ayo makan, Anita duduklah Sayang !! "
" baiklah bu " Anita pun duduk, Dan mereka mulai menikmati sarapan mereka.
****
" aku sudah selesai bu, nanti aku menyusul ibu langsung ke Rumah sakit, ibu akan di temani Anita Hari ini, semua nya sudah aku siapkan diruang kerja, ibu tinggal bawa saja, oh tidak biar nanti Anita yang membawanya. "
" aku pergi dulu bu " mencium kening gauri.
" Anita, tolong temani ibu cek up Hari ini " perintah Akash sebelum meninggalkan ruang makan.
" iya " menganggukkan kepalanya pelan.
setelah kepergian Akash, Anita hanya diam, tidak dapat berkata kata, di pikiranya saat ini berkecamuk tentang penyakit gauri.
dia ingin bertanya pada gauri namun melihat gauri dia pasti tidak mau menjawab yang sejujurnya.
__ADS_1
' biar nanti aku Tanya ke Akash saja ' pikirnya.
***
tiba di rumah sakit gauri yang ditemani Anita langsung masuk ke ruang periksa dokter yang menanganinya selama ini, Karena sebelumnya Akash sudah ada janji dengan dokternya.
Akash tengah menunggu di ruang pemeriksaan, mulai dari tensi, denyut Nadi, pemeriksaan darah, Dan semuanya di periksa dengan cermat oleh sang dokter ahli.
berdegup jantung Akash dengan cepat nya, dia seperti seorang suami yang menunggu istrinya di ruang persalinan.
sementara anita menggigit bibir bawahnya Dan mengerutkan wajahnya seolah menahan sakit saat jarum panjang masuk ke dalam pembuluh darah gauri Dan diambil darahnya.
tiga puluh menit lamanya pemeriksaan gauri berlangsung, akhirnya periksaan pun selesai.
" bagaimana keadaan ibu dok ? " Tanya Akash cepat setelah dokter kembali duduk di kursi nya.
dokter tersenyum Manis Dan senang, keadaan gauri sungguh diluar dugaan, banyak sekali perkembangan kesehatanya.
ternyata kehadiran Anita dirumah nya membawa pengaruh yang baik bagi kesehatan gauri.
gauri sangat bahagia saat Anita dirumah, selama ini dia yang menemani gauri saat kesepian, bercanda, bercerita menghiasi kehidupanya saat ini.
Dan iya Akash pun menyadari itu, ibunya terlihat bahagia saat Anita bersamanya.
__ADS_1
bersambung...