
" ibu... " suara Anita meninggi, terlihat Jelas kebahagiaan di wajahnya setelah seminggu tidak berjumpa dengan gauri, akhirnya malam ini tertumpahkan sudah kerinduanya,
meskipun beberapa Kali Anita mencoba untuk bisa melupakan gauri namun tetap saja tidak bisa, semakin mencoba melupakan gauri semakin sesak dadanya terhimpit oleh rindu akan kasih sayang gauri.
" Sayang... " satu Kristal bening Lolos dari ujung mata gauri, kerinduanya pun tertuang bersama menetesnya air matanya, gauri tersenyum hangat membuat hati Anita semakin luluh Tak dapat berkata kata, hanya memandangi wajah gauri yang hangat lewat layar handphone saja.
' ibu menangis ? tolong jangan menangis bu, pertahanan ku bisa lumpuh kalau melihat ibu meneteskan air mata seperti itu '
" Sayang bagaimana kabarmu ? " mengusap air mata yang jatuh dengan tiba tiba dipipinya.
" aku baik baik saja bu, kenapa ibu belum tidur ? "
" ibu sangat merindukan mu Sayang, kenapa kamu tidak pernah menghubungi ibu ? "
" em... aku sangat sibuk bu, pekerjaan ku banyak sekali karena aku tinggal di India kemarin " kebohongan yang dibuat lagi.
' ah.... sampai kapan aku harus membohongimu bu ? '
' ish.... sibuk kepalamu Anita ?? bahkan sekarang ini statusmu cuma PENGACARA ( PENGANGGURAN TANPA ACARA ) hiks...hiks ... ' Anita.
' hahaha.... sibuk apanya ??? kamu kan habis dipecat. ' Akash tertawa dalam hati namun tersenyum tipis tanpa melihat ke layar handphone mendengar alasan Anita yang dibuat buat, dia duduk santai disamping ibunya dengan menjatuhakan punggungnya di kursi sambil mendengarkan adegan kangen kangenan antara ibunya Dan Anita.
__ADS_1
' hai pria aneh, untuk apa kamu senyum senyum seperti itu ? kau sedang mentertawakanku karena alasan ku tadi kan ? memang kamu pikir aku tidak melihat mu apa ? ' Anita merasa jengah melihat tingkah Akash yang sedang duduk malas di samping gauri sambil senyam senyum sendiri.
' sudah pergi Sana ! biarkan aku Dan ibu menikmati masa masa kangen kami, mengganggu saja ! ' Anita.
lama berbincang bincang menghabiskan kerinduanya, membuat mereka lupa waktu, malam semakin larut, gauri sudah menunjukkan Tanda tanda mengantuknya, Dan Akash yang sedang duduk disebelah menemani gauri pun menguap untuk beberapa kali.
" bu, sudah ya... ibu sudah mengantuk, ibu istirahat saja dulu, kapan kapan aku Akan menghubungi ibu lagi "
' tapi aku kan berencana ingin melupakan ibu Dan juga membuat ibu melupakan aku '
" iya Sayang, kamu juga istirahat ya.... dengar, ibu sudah tidak sabar kamu menjadi menantu ibu Dan tinggal bersama ibu disini "
' deg ' kalimat gauri menghujam jantung anita ' tidak, ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut, ibu harus bisa melupakan aku dan berhenti mengharap kan ku menjadi menantunya, besok aku harus bicara pada Akash. '
" sudah ya bu, selamat malam " Dan akhirnya mereka pun mengakhiri percakapan mereka, sebuah tugas Baru Akan dimulai, tugas untuk memecahkan masalahnya dengan Akash.
lama Anita memikirkan masalahnya, sekuat tenaga dia berusaha berfikir, mencurahkan segala pikiranya untuk mendapatkan solusinya " ayo Anita berfikir... berfikir ...berfikir... "
lama berfikir Tak juga menemukan solusinya, akhirnya dia memutuskan untuk tidur, mungkin esok pagi mukjizat Akan datang menyinari otaknya yang sedang redup berbarengan dengan terbitnya matahari menyinari seluruh bumi.
di India
__ADS_1
setelah menutup telponya, gauri memberikan handphonya ke Akash, bahagia memenuhi seluruh wajahnya, rindunya telah terobati, malam ini gauri pasti bisa tidur dengan nyenyak setelah berbicara panjang lebar dengan yang dirindukanya.
" ibu sudah puas ? " Tanya Akash lembut, " sekarang ibu tidur yah... ibu harus banyak istirahat, ibu tidak boleh lagi tidur terlalu malam, ini yang terakhir. " peringatan Akash kepada ibunya sambil merangkul pundak ibunya, menuntunya ke kamarnya.
" ibu sangat puas Sayang, terimakasih, ibu sangat menyayangi Anita " tersenyum Manis berjalan menuju kamarnya.
Akash hanya tersenyum manis menanggapi kalimat ibunya tanpa berucap sepatah katapun sambil mengarahkan ibunya ke tempat tidur ibunya, sedikit cemburu dengan kasih Sayang ibunya terhadap Anita.
" Sayang " di tariknya tangan Akash agar duduk bersandingan dengan nya, gauri hendak membicarakan Hal yang sangat penting, gauri menggenggam tangan Akash erat, dia ingin membicarakan nya dengan serius, akash selalu menghindar jika pembicaraanya menyangkut perkawinan nya" kapan kamu menikah dengan Anita ? ibu ingin Anita secepatnya tinggal lagi bersama kita, kasihan Anita, dia sebatang Kara di negaranya "
pertanyaan ibunya menghunus lehernya, hingga sulit dia bernafas Dan berkata kata, aliran darahnya seakan terhenti, membeku seketika hingga otaknya pun Tak dapat berfikir dengan sempurna.
' menikah ? aku menikah dengan Anita ? Mana mungkin ? ' hanya kalimat itu yang terukir diotaknya, ' ayolah Akash dimana akal genius mu itu, berfikirlah dengan baik '
Akash tidak menanggapi pertanyaan gauri, dia memilih diam Dan berlalu meninggalkan gauri setelah mengulum senyum Dan kecupan Sayang di pipi ibunya dia layangkan, " selamat malam bu, semoga mimpi Indah "
' lebih baik aku cepat cepat pergi dari sini, dari pada nanti bertambah runyam urusanya, KABUUUURRR !!! '
" arrrrggghhhh... " Akash frustasi total, dia mengacak ngacak rambutnya Dan wajahnya setelah sampai di dalam kamarnya, " kenapa semua ini bisa terjadi, apa yang harus aku lakukan ? Mana mungkin aku bilang ke ibu kalau kami hanya berpura pura, oh... God... please help me ! '' Akash menghembuskan nafasnya kasar Dan membaringkan tubuhnya tidak beraturan di kasur empuknya.
Anita Dan Akash malam ini sama sama dalam keadaan yang membingungkan, Dan sama sama frustasi memikirkan problem yang sama Dan tidur dalam pikiran yang kacau balau bahkan.
__ADS_1
bersambung....