
hujan deras mengguyur seluruh jalanan termasuk benda benda yang berada di Kanan kiri Jalan, Rumah, hotel, toko, Rumah makan,Dan lain lain.
pepohonan yang tinggi menjulang pun menari nari ke kanan Dan ke kiri mengikuti irama angin Dan hujan.
sesekali Mobil terlihat melaju dengan kecepatan pelan karena jalanan cukup berbahaya, genangan air hujan yang cukup dalam, membuat para pengemudi harus lebih ekstra hati hati, dan dengan wiper yang bergerak untuk menghilangakan air hujan yang menghalangi pandangan sang pengemudi.
dingin semakin menyeruak ke seluruh ruangan Rumah Akash membuat pikiran Anita membeku Tak dapat berfikir dengan jernih.
' ibu sakit apa ? ' pertanyaan itu terus saja menari nari Indah di dalam pikiranya, hingga membuatnya Tak dapat tidur malam ini, meskipun segala cara telah dia coba agar bisa memejamkan matanya.
akhirnya Anita memutuskan untuk keluar Kamar, mungkin dengan sedikit Jalan Jalan di Taman bisa membuatnya ngantuk, meskipun malam telah larut.
anita menyalakan lampu Taman belakang Dan duduk di tepi Taman menikmati pemandangan malam yang gelap Dan dinginya air hujan yang telah mulai mengurangi guyuran air nya.
Akash meskipun sudah malam Dan di Rumah, namun dia masih saja sibuk dengan urusan kantornya.
dia pekerja keras, tak sedikitpun boleh lengah dengan pekerjaanya, dia tidak membiarkan kesalahan sedikitpun yang akan menjadi gagalnya proyek proyek Dan tender tender besarnya.
dia menjatuhkan punggungnya kasar ke belakang kursi di ruang kerjanya, semua file telah di selesaikan dengan sempurna, sejenak pikiranya kembali saat mengantarkan ibunya cek up tadi siang.
sungguh diluar akal, kondisi ibunya sangat lebih baik Hari ini, namun dia sangat bahagia Dan bersyukur, apa yang bisa dia lakukan untuk mengungkapkan kebahagiaanya.
__ADS_1
menyanyi, menari nari, berteriak, atau mungkin bulan ini dia akan memberikan sedikit bonus untuk para karyawanya Dan para pelayan dirumahnya ? ah... dia rasa itu tidak cukup untuk mengungkapkan kebahagianya atau memberikan hadiah kepada anita? Karena tidak dapat dipungkiri Anita lah yang berjasa atas kesehatan ibunya.
Dan tentu saja semua kembali ke pada sang pencipta hidup dan mati manusia, dia lah yang Maha menentukan, Maha segala gala nya, bahkan dialah yang memberi kesembuhan untuk gauri lewat perantara anita.
lama bekerja keras berkutat dengan laptop Dan beberapa file membuat tenggorokan Akash mengering, ingin rasanya dia menyirami tenggorokanya dengan segelas atau beberapa gelas air dingin.
Akash berjalan menuju dapur lalu menggapai pintu lemari es, sebotol air dingin telah mampu membasahi tenggorokanya, meskipun cuaca saat ini tengah dingin kerena hujan yang Tak juga reda, tetap saja air dingin lah kunci kesegaran bagi tenggorokanya.
setelah selesai dengan urusan tenggorokanya Akash tersadar kalau lampu Taman belakang menyala terang dan pintu sedikit terbuka.
kebetulan dapur Dan Taman belakang jaraknya tidak jauh, cuma bersebelahan dengan dapur, untuk keluar ke Taman belakang pun harus melewati dapur.
' siapa tengah malam begini masih di luar ? ' Tanya nya dalam hati sambil berjalan menuju Taman belakang.
meskipun sesekali petir Dan gemuruh membisingkan segenap telinga manusia bahkan mungkin ada yang merasa ngeri Dan takut, namun bagi Anita itu adalah Salah satu Tanda kebesaran tuhan yang dilantunkan lewat petir dan gemuruh, nada nada itu seakan melengkapi datangnya hujan.
" apa yang sedang kau lakukan disini ? " masih berdiri di tengah tengah pintu yang kini telah terbuka lebar.
suara khas Akash yang sedikit serak itu mengagetkan Anita, buyarlah semua lamunanya, sekarang tinggallah rasa sedikit terkejut campur takut Karena kemunculan suara Akash yang tiba tiba.
' ya ampun mengagetkan sekali sih kamu ! aku pikir kau hantu yang hanya muncul dengan suaramu ! '
__ADS_1
" aku sedang duduk, tidak lihat ? " jawabnya angkuh.
" apa kamu tidak bisa bicara dengan baik Dan benar, langsung bicara pada inti persoalan yang aku tanyakan ? aku tidak buta, aku tau kamu sedang duduk. "
" hei maksudmu apa ? kamu Tanya aku sedang apa ? ya aku jawab aku sedang duduk ? dimana letak kesalahanya ? "
' tidak pernah sekolah Bahasa ya ? mau debat lagi ? ayo silahkan, ngomong sama kamu sama saja ngomong dengan orang tuli, jarang nyambung, ish... jaka sembung Naik ojek nggak nyambung jek....!! hahaha... dasar tukang ojek !! ' menahan tawanya dalam hati, namun sedikit suaranya berhasil keluar langsung ditutupi dengan kedua tanganya.
" kau menertawakanku ? " Akash geram saat mendengar Anita cekikikan.
" tidak, aku sedang cegukan tadi " mencari alasan untuk menyelamatkan nya dari mata tajam akash.
' ok...ok... aku memang menertawakanmu tadi, baiklah sekarang marilah Kita berbicara dengan serius, buang semua ego mu Dan berbaik hatilah lagi denganku. ' batin Anita mengumpulkan seluruh tenaganya untuk bisa bertahan dari nyinyiran Akash nanti.
" hei... kemarilah " melambaikan tanganya Manis.
' ada apa lagi denganya ? kenapa dia sok Manis seperti itu ? ' akash terheran heran.
" tidak mau ! "
" hei, apa kamu tidak capek berdiri terus seperti itu ? ayolah aku ingin bicara serius denganmu ! " ajak Anita menepuk bangku yang kosong disebelahnya.
__ADS_1
bersambung....