
Anita duduk di belakang sedangakan Akash duduk di depan disamping Dev sebagi pengemudinya. Akash memang berniat mengajak dev Hari ini untuk membantu Akash, menguatkan hatinya.
mereka sedang dalam perjalanan ke bandara international XXX , tidak ada yang mau bahkan memulai berbicara, mereka bertiga sedang terbawa suasana perpisahan Anita Dan gauri.
tak disangka kalau perpisahan antara gauri Dan Anita akan sedramatis ini, apa lagi untuk Anita, ah ... dia benar benar bungkam saat ini, dia Hanya menatap kosong jalanan yang cukup ramai, sesekali mengusap air matanya yang menetes di pipinya.
wajahnya benar benar merah saat ini, matanya sembab, Dan hidungnya juga sesekali di seka Karena ingus yang juga berkomplot dengan air mata yang tak henti hentinya keluar.
dev hanya melirik Anita melalui kaca spion di depanya, dia menghembuskan nafasnya dalam Dan menggelengkan kepalanya pelan.
' kenapa bisa terjadi seperti ini Akash ? hanya Karena kamu takut dijodohkan ibumu kamu malah menyeret wanita ini dalam lingkaran sandiwara mu, huft.... kasihan juga bibi, dia sungguh mengharapkan gadis ini benar benar menjadi menantunya, mungkin rasa keterikatan mereka yang seperti orang tua Dan anak yang membuat Bibi begitu menyayanginya Dan ingin menjadikanya istri putra nya yang gila ini ' melirik ke Akash.
' semoga saja tuhan benar benar mengabulkan harapan Bibi Dan menyatukan kalian berdua ' senyum tipis tercipta di bibir dev.
Akash mendengar isakan Anita yang masih menghiasi wajahnya, meskipun suaranya kecil, tapi Akash tau kalau Anita masih menangis diam diam di belakangnya, dia mengambilkanya tisu Dan memberikanya ke anita, sekilas dia ingin bicara sekedar ingin menenenagkan hati Anita namun lagi lagi bibirnya tertahan Tak berdaya.
' sudah cukup nangisnya Anita, aku jadi seperti pria bodoh yang kebingungan mendengar tangisan mu, ternyata hati mu Tak se angkuh yang ku Kira, kau mempunyai hati yang lembek. '
mereka bertiga berada dalam Mobil dengan pikiran mereka masing masing, melewati jalanan dengan penuh khidmat namun hatinya ricuh akan asumsi Dan penilaian terhadap orang yang Baru saja mereka kenal.
__ADS_1
Dan tibalah mereka di bandara, tempat terakhir yang akan membawa perpisahan mereka.
Anita tersadar akan tempatnya, tempat dimana dia pertama Kali menginjakkan kakinya di India Dan membawanya pada nasib yang cukup rumit ini.
dia menegakkan punggungnya yang sedari tadi Hanya bersandar pada kursi Mobil, bergegas menyiapkan dirinya untuk segera keluar dari mobil, masih dengan diam.
dev menepikan mobilnya Dan memasuki tempat parkir yang telah ramai oleh kendaraan beroda empat yang berjejer dengan rapi.
seorang juru parkir memandu dengan lihai agar Mobil yang dia parkir menempati tempat yang semestinya.
" sudah sampai, ayo keluar " akhirnya Akash mengeluarkan suaranya, menyuruh Anita keluar.
" biar ku bantu " untuk kedua kalinya Akash bicara setelah terbungakamnya mulutnya,
" terimakasih " Anita membiarkan Akash mengeluarkan kopernya.
' kalian itu cocok tau nggak ? kenapa kalian tidak pacaran yang sebenarnya saja sih, urusan tidak akan serunyam ini kalau kalian jadian. ' dev tersenyum sisnis melihat ulah Akash yang sedikit Salah tingkah itu.
mereka memasuki ruangan bandara, koper Anita telah diperiksa, paspor Dan tiket pun telah dicek oleh petugas, mendorong trolli yang berisi koper Anita telah diambil alih oleh akash.
__ADS_1
' pelayanan yang cukup memuaskan, kenapa pada saat detik detik perpisahan kau malah meningkatkan pelayanan mu ? ' Anita bergumam dalam hati melihat Akash yang tak biasa itu.
Dan mereka bertiga telah duduk di kursi menunggu pengumuman dari operator.
" Akash "
" Anita " bahkan mereka berdua memanggil dengan bersamaan.
dev langsung menoleh melihat Anita Dan Akash bergantian, ' mereka berdua itu kenapa ? hah... dasar, yang satu aneh yang satunya lagi gila, cocok kalian '
" oh... maaf, kau saja yang duluan " Akash gugup.
Anita menundukkan kepalanya lagi, " terima kasih sudah membantuku pulang ke indonesia, maaf kan aku jika selama ini membuatmu kesal Dan menyusahkanmu "
' kenapa kau jadi Manis seperti ini kalau sedang bersedih ! ' Akash.
" sama sama, aku juga minta maaf " Jelas, singkat, padat, hanya perkataan itu yang keluar dari mulut nya.
' cih, cuma itu yang kalian bicarakan, aku pikir kalian akan jadian ' dev sengaja mendengarkan obrolan mereka dengan serius, kalau kalau mereka sepakat jadian, tapi ternyata hanya ucapan terimakasih Dan maaf, dev sungguh kecewa.
__ADS_1
bersambung....