
" Sayang. " dengan merangkul pundak Anita hangat, " sudahlah jangan menangis, ada ibu disini, anggap saja ibu adalah ibu mu, sampai kapanpun ibu adalah ibumu, Dan kau sudah ibu anggap seperti Putri ibu sendiri, ibu sangat menyayangimu, sudah ya jangan menangis lagi. " cup cup sambil menepuk nepuk pundak Anita lembut.
" tapi bu, apa ibu tidak keberatan dengan jati diriku, aku adalah anak yang tidak Jelas orang tua nya, bagaimana dengan nama baik keluarga ini jika mempunyai seorang menantu yang tidak Jelas orang tuanya. " Tanya Anita pura pura saja, yang Jelas Mana mungkin dia menjadi menantu, ini kan cuma drama, pikir Anita.
" ibu tidak mempermasalahkan siapa kamu Dan jati dirimu, yang penting Akash mencintaimu Dan bahagia denganmu, melihat kebahagiaan Akash bersama keluarga nya adalah impian ibu. " memeluk Anita lagi.
' ha.. mencintaiku ? yang benar saja bu, kami cuma sandiwara kok, tidak lebih, Mana mungkin pria aneh itu bahagia dengan ku. '
' hah... ibu pelukanmu itu menghangatkan ku, jadi tidak ingin rasanya cepat cepat pergi dari sini. '
" terimakasih ibu , ibu sangat baik sekali, " melepas pelukan gauri Dan mengusap sisa air matanya lega.
mereka berdua sangat menikmati saat saat bersama mereka, mereka tertawa bersama menceritakan pengalaman mereka Dan
masa kecil akash, layaknya seorang anak Dan ibu.
***
deeerrttt... bunyi hp menghentikan obrolan Anita Dan gauri, sekarang mereka tengah duduk di ruang keluarga, gauri mengangkat ponselnya Dan menekan tombol hijau di layarnya.
" hallo Sayang " Sapa ibu memulai bicara.
" hallo bu, maaf Hari ini saya tidak bisa makan malam di Rumah, ada meeting dengan klien lagi malam ini, jadi mungkin pulangnya sangat malam, ibu tidak apa apa kan ? " terang Akash dengan nada sangat kecewa.
" tidak apa apa Sayang, ada Anita yang menemani ibu makan malam Hari ini. " ( Bahasa India ). tersenyum melirik ke Anita.
" oh iya benar. " Akash sedikit lega Karena gauri tidak makan malam sendirian, dia lupa kalau ada Anita dirumah.
' ada untungnya juga ada Anita, tunggu aku harus memastikan dia makan nasi lagi malam ini, aku tidak mau dia meminta ku mencarikan makanan lagi seperti kemarin. ' pikir akash panjang.
"emm ibu, bisa berikan ponsel ibu pada anita."
" iya Sayang tentu. " jawab gauri lembut.
__ADS_1
" Anita, Akash mau bicara sama kamu. " memberikan ponselnya pada Anita.
' bicara denganku, untuk apa ? ' pikir Anita heran mengerutkan keningnya.
" hallo Sayang. " Sapa Anita pura pura tersenyum Manis sambil melirik gauri, iya.. dia kan memang harus pura pura Manis dengan Akash di depan gauri.
" menjauh dari ibu ! " perintah Akash Tiba tiba.
' ha... mau apa lagi orang aneh ini ? main perintah seenaknya saja ? '
" emmmm... bu, aku ke halaman sebentar ya " izin Anita pada gauri dengan senyum hambar.
" iya sayang " tersenyum lebar seolah olah di pikiranya adalah Anita Dan putranya ingin berbicara Sayang sayangan lewat telpon.
' bu, ada apa dengan senyum mu ? senyumu mengisyaratkan kebahagiaan mu yang meluap luap, jangan berfikir yang aneh aneh ya bu, aku dan putramu cuma bicara kok. ' berjalan ke halaman dengan masih melirik gauri yang tersenyum bahagia.
" ada apa ? " Tanya sinis Anita saat sudah berada di halaman Rumah, dengan tangan Kiri menggenggam ponsel di telinga, Dan tangan Kanan yang berkacak pinggang.
" malam ini aku pulang malam "
" jadi pastikan malam ini kamu makan nasi, karna aku tidak mau repot lagi mencarikan makanan untukmu. " lanjut Akash memerintah.
" iya " jawab Anita malas memainkan kuku kukunya.
" satu lagi, temani ibu ku makan malam ini ! " perintah Akash lagi, seolah olah perintah Akash adalah titah seorang raja.
" iya " jawab anita singkat lagi.
" hei kalau diajak bicara bisa tidak jawab yang benar, kenapa cuma iya iya saja " omel Akash kesal.
" kau ini, maumu apa sih ? kalau aku bicara panjang lebar kamu marah, aku jawab singkat kamu marah, memangnya kamu pikir kamu itu siapa ? " jawab Anita Tak kalah kesal.
" ow... sudah berani sama aku, sudah lupa dengan negaramu ya ? " Tanya Akash mengintimidasi.
__ADS_1
" hahahaha. " terdengar suara tertawa yang jauh dari ponsel.
' he... itu kan suara Dev, kenapa dia tertawa seperti itu, jangan jangan dia menertawakanku ? sialan !! ' batin Anita setelah mendengar dev tertawa dari balik ponsel Akash.
iya, Dev sedang bersama diruang Akash, Dan dev sedang menikmati mendengarkan perdebatan Akash Dan Anita.
menurut dev ini adalah tontonan yang seru, secara dev yang selama ini terkenal pendiam Dan anti berbicara basa Basi dengan siapa pun apalagi dengan perempuan, sekarang malah mengoceh Dan banyak bicara kepada anita.
' ada perubahan juga sahabatku yang ini, haha ' batin dev menggelengkan kepalanya bahagia.
" maksudmu apa ? kenapa bawa bawa negara ku ? " Tanya Anita bingung.
" kamu sudah betah tinggal disini, kamu tidak ingin kembali ke negaramu ? "
" tentu saja aku ingin kembali. "
' ngomong apa sih ? ' batin Anita dibuat bingung dengan perkataan Akash yang tidak Jelas.
" kalau begitu jangan coba coba berani pada ku, atau aku tidak akan mengurus kepulanganmu. " ancam akash.
' eh, kenapa pakai acara mengancam sih, sebenarnya kita kan sama sama di untungkan disini, ah...mengalah saja deh, dari pada tidak bisa kembali, iya lagi lagi yang waras ngalah. '
" ok..ok... aku tidak akan berani sama kamu, jadi tolong Bantu aku pulang ke Indonesia ya.. baiklah kalau begitu selamat bekerja ya, semoga harimu menyenangkan, Dan semoga bisa memecahkan masalah anda dengan baik Karena saya tahu kamu Orang yang sangat genius Dan baik hati." rayu Anita panjang lebar.
' kenapa aku bisa berkata kata manis pada si aneh itu, tunggu aku delete kata kata genius Dan baik hati tadi, kamu kan cuma memanfaatkan ku. '
" tidak usah basa basi panjang lebar seperti itu, lagi pula siapa yang punya masalah hah ?"
' bahkan sekarang masalah ku ada di kamu yang banyak omongnya. ' dengus Akash kesal.
' tuh kan Salah lagi kan aku ? kau itu memang makhluk tuhan yang paling aneh tau nggak '
" maaf tuan, kalau begitu sampai bertemu besok. " dengan menjulurkan lidahnya bermaksud mengejek pria yang sedang terhubung denganya.
__ADS_1
' bahkan aku rasanya ingin menghilang sekarang juga ke negara ku biar tidak bisa bertemu dengan mu lagi.
bersambung.....