
" ayolah Sayang, ibu memaksa, ini hadiah dari ibu, terimakasih sudah menghiasi kehidupan ibu Dan Akash, " menyentuh bawah dagu Anita dengan lembut Dan Sayang.
Anita membisu mendengar ucapan gauri, merasa bersalah menghantui pikiranya, Tak sepantasnya dia sekongkol dengan putranya untuk membohonginya seperti ini.
dia begitu baik untuk mendapatkan balasan seburuk ini, dia tak selayaknya diperlakukan seperti ini.
' kebohongan tak seharusnya ku berikan padamu, namun sungguh, aku Tak berdaya Dan aku sangat menyayangi mu ibu. '
' ibu, maafkan aku Karena aku bukanlah calon menantu yang sebenarnya untukmu, aku cuma perempuan yang Tak berdaya di negrimu hingga putra mu membawa ku pada mu '
" tapi bu " Anita masih mencoba untuk tidak menerima kotak itu.
" terima ini Sayang, ibu masih punya banyak sekali koleksi perhiasan, jadi kamu tidak perlu hawatir. " gauri kembali memaksakan kehendaknya.
' aku bukanya hawatir bu, aku cuma merasa sangat tidak pantas Dan bersalah menerima barang ini, ya aku tau kau bagaikan ibu ratu disini, kau punya banyak segalanya, bahkan perhiasanpun banyak kau koleksi, bahkan mungkin yang kau beri ini cuma setitik dari banyak koleksimu, tapi tetap aku tidak merasa tidak pantas. '
semakin keras Anita mencoba menolak nya semakin keras juga paksaan gauri untuk menerimanya, akhirnya Anita pun Tak sanggup lagi menolaknya.
' baiklah bu, kau adalah ratunya, Dan aku adalah budakmu yang Tak berdaya. '
Anita menerima kotak merah itu dengan terpaksa dan sangat merasa bersalah, tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya.
pasti kejadian yang sangat buruk yang akan terjadi jika Anita bicara yang sebenarnya, tapi, ah... biarlah toh..kebohongan ini cuma sampai dua minggu, selanjutnya biarlah Akash yang bertanggung jawab Karena dia pun harus pulang kembali ke negri tercintanya.
Anita keluar dari kamar gauri dengan membawa kotak itu dan dengan perasaan masih sama seperti tadi, senang bercampur susah, Dan pastinya Susah Dan bersalahnya masih memdominasi pikiranya.
Anita berjalan pelan menuju kamarnya, dengan wajah menunduk dengan mimik wajah yang galau.
di sebelah Sana, saat Akash keluar dari ruang kerjanya Dan setelah menutup pintu lalu membalikkan badanya, dia memperhatikan gerak langkah Anita yang lesu.
Akash masih berdiri di depan pintu ruang kerja tadi dengan sikap menyelidik, tepat di saat Anita berjalan di depan ruang kerja Akash, Anita melihat sosok seorang pria berdiri dengan tegap tepat di depanya.
__ADS_1
Anita terkejut, lagi lagi harus berhadapan dengan Akash, sekilas Akash melihat pada kotak merah yang Anita pegang.
Anita pun tersadar akan arah pandangan Akash meskipun cuma sekilas, dia menghembuskan nafasnya Lelah dan langsung menuju ke pintu ruang kerja Akash, dia melewati Akash yang berdiri mematung, di pegangnya handle pintu ruang kerjanya, namun apalah daya, Akash menguncinya.
tentu saja itu adalah ruang pribadi Akash, begitu banyak file file Dan barang barang penting disana, dia harus menjaganya, Dan tidak sembarang orang diizinkan masuk di sana.
" hei, apa yang kau lakukan ? " pertanyaan akash reflek keluar dari mulutnya, setelah melihat ulah Anita yang main seenak nya saja mencoba membuka pintu ruang kerja nya.
Anita membalikkan badanya ke Akash,
" buka ! " perintah Anita setelah mendapati pintunya terkunci.
' hei gadis *****, memangnya kamu pikir siapa kamu memerintah orang seenaknya saja. '
" aku bilang buka ! " perintah Anita semakin mengeraskan suaranya.
' dasar pria aneh, kamu pura pura tuli apa tuli beneran sih ? bengong saja. ' geram Anita.
" sudahlah buka saja ! " perintah Anita semakin gemas.
' yang punya Rumah itu aku apa kamu ? kenapa seolah kamu yang jadi tuanya sedangkan aku budaknya. ' dengan terpaksa Akash pun mengikuti perintah tuanya, membukakan pintunya.
' eh... apa yang kau lakukan Akash ? ' merasa bodoh sekali menuruti perintah anita.
anita mendahului masuk ke ruangan kerja Akash tanpa permisi, sedangkan Akash masih berdiri mengekori pandanganya pada Anita yang masuk seenaknya saja.
Akash menghembuskan nafasnya dalam Dan menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang barusan dia lakukan, seolah tak berdaya untuk menolak perintah gadis aneh itu.
Anita sudah berdiri di sebelah sofa, menunggu Akash masuk Dan menutup pintu ruang kerjanya setelah Anita menyuruhnya untuk menutupnya.
' memang kamu mau semua orang melihat Dan mendengar perdebatan Kita ? '
__ADS_1
perdebatan ? kenapa satu kesimpulan terlintas di otak Anita ? apalagi kalau tidak perdebatan ? pikrnya akash tidak bisa diajak bicara layaknya seperti manusia, berbicara dengan pria bodoh seperti akash pasti menimbulkan puing puing emosi, Karena sok pintar Dan kuasanya itu, seperti raja firaun saja.
Akash mendekat ke Anita, Anita sedikit mendongak kan wajahnya, sedangkan Akash sedikit saja menundukkan wajahnya Dan pandanganya.
hahaha.... postur tubuh mereka memang jauh berbeda, Anita yang berpostur tubuh kecil imut sedangkan Akash yang berpostur tinggi tegap, membuat pandangan mereka mendongak Dan menunduk.
anita menyodorkan kotak merah pemberian gauri itu ke tubuh Akash dengan kasar.
" apa ini ? " menerima kotak merah itu Dan berjalan menuju ke kursi kebesaranya sedangkan matanya masih mengamati benda kotak merah itu, kemudian duduk dengan berwibawa.
sejenak senyum licik mengembang di bibirnya dia tahu kotak yang diberikan Anita padanya adalah kotak pemberian ibu nya, apalagi kalau bukan perhiasan isinya, namun Akash masih pura pura saja tidak tahu.
" itu pemberian ibu untukku " jawab Anita datar sambil melihat Akash membolak balikkan kotak itu seperti mainan, Dan mengocok Ocok kan ke dekat telinganya, seolah mencari tau isi di dalam nya dengan suara nya.
' itu isinya perhiasan bodoh ! kenapa kau buat mainan seperti itu ? hei jangan teruskan mengocok Ocok bisa rusak tau ! ' jengah melihat ulah Akash yang ***** itu.
Anita langsung menyambar kotak itu, takut kalau barang yang ada di dalam nya rusak, secara itu barang berharga Dan sangat Mahal pastinya.
" ini bukan minuman shake, kenapa kamu mengocok ocoknya ? tidak pernah melihat benda seperti apa ? " amuk Anita mengangkat kotak itu dengan tangan kananya ke hadapan Akash, lagi lagi membuat Akash senang.
" aku tidak peduli isinya apa ? " menaik kan pundaknya dengan ekspresi sok tak pedulinya itu.
" ini isinya perhiasan bodoh ! " geram anita, semakin membuat Akash semangat untuk lebih mengerjainya.
" hei, beraninya kau mengataiku bodoh ! " suara Akash semakin keras dan ada penekanan di nada suaranya.
matanya melotot ke arah Anita dengan penuh kemarahan, tidak terima dikatai bodoh oleh wanita yang ada dihadapanya itu.
' tadi kau mengatai dev kepiting cina, sekarang kau mengataiku bodoh, pintar sekali kau mengatai orang, apa cuma itu bakat mu? '
Anita dibuat menciut dengan perkataan Akash yang meninggi nada nya Dan ekspresi wajah Akash yang menyeramkan.
__ADS_1
berambung....