
makan malam berjalan dengan sempurna, tanpa ada perdebadan, cuma ada sedikit sandiwara yang mereka buat dengan sedikit pujian pujian klise sebagai bumbu keromantisan yang mereka ucapkan di depan gauri.
kecuali untuk akash, dia masih saja tidak nyaman dengan ulah Anita yang memilih lebih diam, sementara Anita cukup menikmati dengan serius makanan ala indianya.
malam ini dia tidak makan nasi, makan makanan ala India yang telah dimasak oleh para pelayan Rumah dengan kerja keras mereka menjadi pilihanya untuk saat ini.
yang sedang marah biarkan marah, Anita menyelesaikan makananya, dia lebih memilih untuk tidak berbincang bincang dulu setelah makan bersama mereka.
Anita izin pergi terlebih dahulu setelah menyelesaikan makan malamnya, sementara Akash dengan hati dongkolnya cuma menyaksikan kepergian Anita.
sedikit kecewa Dan menyesal manghantui pikiranya, tidak sepatutnya dia membuat Anita kesal Dan marah.
' Akash kalau memang kamu juga menginginkan Anita menerima hadiah itu kan tidak harus dengan cara penindasan seperti itu, bisa kan bicara dengan baik baik, kenapa seolah olah Anita adalah mainan baru yang siap di permainkan kapanpun. '
makan malam selesai, para pelayan segera membereskan sisa sisa makan malam tuan mereka, setelahnya seluruh penghuni Rumah pun kembali ke peraduanya.
malam semakin larut, Anita tidur dengan nyenyak malam ini meskipun dia tidak makan nasi mungkin dia sudah sedikit beradaptasi dengan makanan india.
namun tidak dengan Akash, dia masih saja galau dengan hatinya.
' huft... dasar gadis bodoh, dia benar benar marah pada ku sampai tidak makan nasi malam ini, dia pasti kelaparan lagi malam ini. '
Akash keluar kamarnya pergi ke dapur, mungkin saja dia mendapati Anita yang yang sedang bergrilya mencari makanan di sana, namun Tak ditemukan.
dia melanjutkan pencarianya ke kamar Anita, dilihatnya kamar nya yang masih menyala terang, memang Anita tidak mematikan lampu kamarnya Karena dia ketiduran saat itu.
Akash yang salah menafsirkan kalau Anita belum tidur Karena kelaparan, dia berinisiatif untuk mengajaknya keluar lagi mencari makanan.
namun Akash mengurungkan niatnya saat dia akan mulai mengetuk pintu kamar anita.
' lebih baik aku keluar sendiri mencari makanan untuk nya. '
dia bergegas ke kamarnya Dan menyambar kunci mobilnya, dia melajukan mobilnya dengan cepat, ingin segera mendapatkan makanan untuk Anita.
sesampai dirumah Akash membawa sebungkus makanan, diketuknya pintu kamar Anita, dengan mengerjapakan matanya pelan Anita beranjak dari kasurnya membuka kan pintu.
' ini kan malam sekali, siapa sih yang mengetuk pintu, tidak sadar diri. '
__ADS_1
terkejut setengah mati mendapati Akash yang berdiri di depan pintu dengan membawa bungkusan makanan yang dia berikan ke Anita.
Anita memicingkan matanya heran dengan bungkusan yang diberikan Akash padanya.
' apa apaan dia ini, malam malam membangunkan ku, apa ini ? pikir Anita setelah Akash menyodorkan bungkusan Dan menerimanya.
" ini biryani makanlah ! kamu pasti lapar kan ? sudah aku bilang kalau malam makan nasi, dasar ! "
' cerewet sekali sih kamu, sok perhatian, lagi pula siapa yang kelaparan ? aku sedang bermimpi ke angkasa malah kau ganggu '
" terimakasih ! "
' tumben baik, kepala mu habis kebentur apa sih kok tiba tiba baik begini ? apa barusan dapat mukjizat dari malikat ? '
" sudah cepat makan " perintah Akash cepat.
Anita mengangguk kan kepalanya, hendak masuk Dan menutup pintu kamarnya, namun Akash mencegahnya.
" kamu mau kemana ? " Tanya akash melihat Anita hendak masuk ke kamarnya.
' memangnya kenapa? jangan bilang kalau kamu mau masuk juga ya.. awas saja kamu ! '
" maksudmu kamu mau makan di dalam kamar ? " suara Akash sudah mulai meninggi, seakan tidak percaya.
" iya " jawab Anita canggung.
' memang kenapa, apa ada yang Salah ? aku kan juga biasanya makan di kamar kalau di kos kosan '
" kemari " mengambil bungkusan di tangan Anita dengan paksa lalu menggandeng tanganya untuk mengikutinya.
' hei ada apa ini ? kamu mau membawaku kemana ? woi pelan dong ! ' jerit Anita dalam hati saat Akash berjalan menyeretnya dengan cepat.
sementara Anita sedikit berjalan sempoyongan Karena menyeimbangi langkah Akash yang cepat, disamping kondisi Anita yang masih mengantuk.
Akash menyeret Anita dalam ruang makan, ditaruhnya bungkusan itu Dan mengambilkan piring Dan sendok untuk anita.
malam ini sungguh tidak disangka sangka bagi anita, kenapa Akash bisa sebaik ini terhadapnya, dia melayaninya dengan baik.
__ADS_1
Anita cuma bengong mengikuti tingkah Akash yang melayaninya malam ini, dia sibuk menyiapkan makanan untuk nya, mulai membelikan makanan, mengambilkan piring, sendok, membuka bungkusan sampai makanan itu siap untuk di makan Anita.
' kenapa aku jadi sesibuk Dan seheboh ini ? ' Akash mulai bingung dengan tingkah nya sendiri.
" makanlah " akash menyodorkan makanan itu ke depan Anita.
' hei .. memangnya kamu sampai kapan disini ? kamu mau menyaksikan ku makan ? itu kan seperti anak kecil yang lagi belajar makan Dan harus ditunggui ibunya. '
Anita masih canggung makan dihadapan Akash yang menunggunya, dia mengambil sendok hendak memakan namun diurungkan.
" kamu kenapa ? kamu tidak suka ?" Tanya Akash melihat anita yang tidak jadi makan.
' aku suka makananya, tapi aku tidak suka kalau kamu menungguiku makan begini '
" aku suka makananya, tapi... emm... aku makan di kamar saja ya... " izin Anita ragu ragu.
" tidak menghargai aku sama sekali sih kamu ? aku sudah susah payah menyiapkan makan malam ini untukmu, tapi kamu mau makan di dalam kamar. " nada suara Akash mulai meninggi.
' ampun...ampun....sudah ya jangan marah, baiklah aku makan disini, tapi bisa tidak kamu pergi dari sini, aku tidak bisa menelanya tau ! '
" baik lah aku makan disini, maaf kan aku ! tapi.... apa kamu mau menunggu ku makan disini juga ? "
Akash tersadar dengan ucapan Anita, ' benar juga untuk apa aku menemaninya makan disini ? '
Mana mungkin dia mau menunggu Anita makan, dia pergi ke ruang tamu meninggalkan Anita, sementara Anita makan dengan lahapnya.
Anita menemui Akash yang sedang duduk diruang tamu setelah menyelesaikan makanya.
" terimakasih, maaf sudah membuatmu repot "
" hem " jawab akash menganggukkan kepalanya, lagi lagi senyum tipis mengembang di bibirnya.
' kalau tersenyum kamu seperti malaikat, meskipun senyum mu cuma secenti '
sebelum mereka kembali ke kamarnya masing masing, sejenak mereka pun berbicara layaknya seorang teman bukan seorang yang hanya bisa diajak untuk berdebat.
bersambung...
__ADS_1