
Hari ini penuh dengan tragedi, Anita ngluyur menemui gauri yang masih asyik dengan tanamanya, hah... Baru pagi sudah dihadapkan dengan duo gila.
Anita memang pandai memberi kan gelar seenak perutnya saja, asal bicara, asal apa apa saja yang terlintas diotaknya itulah yang keluar dari mulutnya.
seperti petir yang kemudian menghasilkan gemuruh, seperti itulah otaknya mengirimkan pesan ke mulutnya Dan keluarlah kata kata itu.
setelah selesai menemani gauri, Anita hanya lebih memilih untuk berdiam saja di dalam kamar, dari pada harus melihat mukanya yang datar itu Dan menimbulkan benih benih kebencian dalam hati nya, lebih baik dia berdiam diri saja di dalam kamar.
dia berniat hanya keluar saat waktunya makan saja, ' apa, saat waktunya makan saja ? ' enak sekali hidupmu Anita, seharian dirumah Tanpa aktifitas apa pun cuma makan saja kerjanya.
' kapan lagi bisa hidup seperti ratu, aku selama ini kan bekerja keras, jadi biarlah Hari ini aku ratunya. ' pikirnya.
cuma santai seharian di Kamar Dan keluar kamar hanya untuk makan, malam nanti aku mau makan nasi goreng lagi, perkataan itu teringat di otaknya.
' ish.... aku tidak perduli masak sendiri saja Sana ! biar Hari ini aku bermalas malasan saja. ' tekad Anita bulat Tanpa memperdulikan ancaman yang dilontarkan Akash kepadanya.
" Anita.... " panggilan gauri memecah lamunanya, dia beranjak bangun dari sofanya Dan menemui gauri yang sedang berdiri di depan pintu kamar Anita.
" ada apa bu ? silahkan masuk ! " pinta Anita sopan pada gauri.
" tidak ada apa apa Sayang, ayo ikut ibu ke kamar ibu ! " ajak gauri langsung menggandeng tangan Anita menuju ke kamarnya.
Anita hanya diam mengikuti langkah gauri, tiada kata yang keluar dari mulutnya, namun beberapa pertanyaan terusik di pikiranya.
' ha... ada apa ini ? kau mau mengajak ku kemana bu ? '
Baru saja bertekad untuk keluar kamar saat makan saja, sekarang gauri sudah menyeretnya keluar kamar.
__ADS_1
' sepertinya aku tidak ditakdirkan menjadi ratu walau Hanya sehari saja. '
mereka berhenti di satu ruangan, tepat di depan pintu kamar gauri, gauri membuka pintu kamarnya dengan tangan kananya sedangkan tangan kiri nya masih menggenggam tangan Kanan Anita.
'' masuklah Sayang. ! "
" iya bu. " lebih heran lagi saat gauri mengajaknya masuk ke kamarnya.
' kenapa kau membawa ku ke kamarmu bu ? tanyanya dalam hati.
' bagus sekali ' gumam Anita pandanganya mengelilingi seluruh ruangan kamar gauri yang di dominasi warna pink Dan ungu muda.
sekali melangkah kan kakinya masuk, aroma Bunga mawar menghiasai suasana damai dalam kamar gauri, semerbak tercium lembut di Indra penciumnya.
tentu saja wangi Bunga mawar mendominasi aroma seisi ruangan gauri, di setiap tepi Dan sudut tembok Dan meja meja terdapat banyak Bunga mawar yang tersusun dengan cantiknya, bahkan seluruh ruangan itu dipenuhi dengan Bunga mawar.
setiap rangkaian Bunga mawar hanya ada satu warna dengan beberapa Bunga mawar yang besar Dan segar, satu botol berisi dengan satu warna, namun banyak sekali botol botol penuh air yang membuat rangkaian mawar itu tidak cepat layu, begitu cantik gauri menyusun rangkaian itu.
Anita duduk Manis di sofa sedangkan gauri membuka Laci yang berada di bawah kaca rias gauri yang besar.
selain pemandangan banyaknya Bunga mawar yang menghiasi ruanganya, semua perabot di dalam Lamar gauri pun Tak kalah cantiknya dengan rangkaian Bunga mawar.
gauri membuka Dan mengambil sebuah kotak merah Dan memberikanya kepada Anita.
" ini untuk mu Sayang " dengan senyum khas nya yang hangat gauri memberikan kotak itu ke tangan Anita yang bingung dengan sikap gauri.
" apa ini bu ? " Tanya nya bingung.
__ADS_1
gauri tersenyum membantu Anita membukakan kotak merah itu, Karena memang kotak merah itu agak sulit Dan tidak seperti membuka kotak biasa, maklum Anita tidak tahu caranya membuka kotak merah yang berharga seperti punya gauri.
satu set perhiasan yang sangat luar biasa indahnya, mulai dari anting, cincin, gelang tangan, gelang kaki, kalung semua terukir dengan cantik.
model satu set itu dibuat seirama, dengan batu mulia yang berwarna merah Dan hijau itu saling melengakapi mulai dari anting sampai kalung yang melebar ke leher.
matanya takjub akan keindahan benda yang sekarang ada di pangkuanya itu, mata Dan mulutnya serentak terbuka seolah mereka sudah bersepakat untuk terbuka bersama, terpukau akan keindahanya.
tidak pernah Anita melihat barang seindah Dan semewah itu, sungguh sempurna tangan ahli pengrajin perhiasan itu membuatnya.
" ini untuk ku ? " Anita tidak percaya dengan pemberianya, barang semahal itu diberikanya untuk nya, pasti barang itu sangat mahal, pikirnya.
" iya, cobalah ! ibu akan membantumu mengenakanya." gauri sudah mengambil sebuah kalung untuk di kenakan Anita.
" tidak bu, " sontak memundurkan badanya saat gauri akan memasangkan kalung itu di lehernya.
" kenapa Sayang ? kamu tidak suka ? " Tanya nya heran Karena penolakan Anita.
" bukan begitu bu, bagaimana aku tidak suka dengan barang seindah ini ? tapi aku tidak pantas menerima ini. " mengambil kalung yang dipegang gauri Dan mengembalikan ke kotaknya Dan menutup nya.
bermaksud mengembalikan ke gauri, namun gauri menahanya, dia adalah calon menantunya, bagaimana mungkin gauri tidak memberinya hadiah terindah kepadanya.
" ini terlalu berharga bagi ku "
' Dan lagi aku juga bukan calon menantu mu yang sebenarnya, kau terlalu sangat menyayangiku bu, mendapatkan kasih Sayang yang melimpah darimu mengalah kan seluruh hadiah terindah darinya.
bersambung....
__ADS_1