
Anita terasa menghadapi ulah nakal anak anak kecil, tapi menghadapi duo gila ini Makin menjengkelkan, dia frustasi tidak bisa menikmati sarapanya, diangkatnya piring yang masih tersisa seperempat itu hendak pergi dari ruang makan Dan meninggalkan duo gila yang sedang berdebat.
' yang satu gila yang satunya lagi oon ' dengus Anita kesal.
" hei kamu mau kemana ? " Akash menghentikan langkah Anita yang bahkan Baru saja mengundurkan kursinya.
" mau makan di dapur, kalian berisik tau tidak, membuat ku tidak nafsu makan saja. " omel Anita menatap kesal duo gila itu bergantian.
" Anita.. " panggil dev " kembali duduk, atau kamu tidak akan kembali ke negaramu " dev mengancam.
' eh, itu kan kalimat yang aku ucapkan untuk mengancam Anita, kenapa kamu pakai, tidak bisa Cari kalimat sendiri ? ' Akash.
" hei siapa kamu beraninya mengancam Anita ? " Akash melihat Anita yang masih berdiri menenteng piringnya melihat perdebatan nya dengan dev.
' ya tuhan ...kasihanilah aku, sampai kapan aku bertahan menghadapi duo gila ini ? sungguh stress aku pagi ini, padahal pagi pagi sekali aku bangun dengan semangat tujuh belas. '
dengan pede nya Dev mengeluarkan buku kecil tipis yang berisi tentang identitas Anita lengkap.
" benar kamu tidak mau kembali ? " mata Dev melirik tertuju ke Anita sambil mengipas ngipaskan buku kecil itu.
yes... dev telah berhasil membuat dokumen Anita Dan membuat paspor untuk Anita, tentu saja itu Karena kekuasaan Akash yang sangat berpengaruh, sehingga memudahkan apa saja yang menjadi urusanya lewat Dev.
tak sedikitpun kesulitan yang dihadapi Akash selama ada Dev Dan tentu saja kuasanya karena kekayaanya.
__ADS_1
' itu kan paspor ? memang paspor siapa yang kamu bawa ? ' batin Anita bingung.
" kembali ? maksudmu kembali ke negara ku ?tentu saja aku mau kembali, memang apa yang kau bawa itu ? "
" kembali duduk Dan makan disini bersama kami " ajak Dev
' ish... Makin kurang ajar sih dia ' masih berdiri kebingungan.
" duduk dulu dong ! " goda Dev
' bahkan sekarang kamu sudah sama seperti Akash semakin ngelunjak, main ancam ' Anita duduk dengan terpaksa.
" apa itu dev ? apa itu paspor Anita ? " Tanya Akash serius.
Anita cuma menganga tidak percaya, begitu cepatnya dia mengurus dokumenya, sungguh diluar pemikiran bagi seorang Anita.
" lihat " Anita langsung menyambar benda yang dipegang dev, sedikit masih tidak percaya.
' benar ini paspor ku ' membuka perlembar dengan pelan, melihat identitas dirinya terpampang di dalamnya, seketika mata Anita berbinar senang rasanya, senyum Manis Nan lebar mengembang di bibirnya mendapatkan paspor, itu berarti dia akan bisa kembali ke negaranya.
" terimakasih dev, kau sangat baik sekali, aku tidak akan melupakan kebaikanmu "
' aku kasih bintang sepuluh buat kamu, yah... meskipun aku akui kamu itu sama reseknya sama orang yang duduk di sebelahku ini ' Anita melirik Akash yang tengah sedikit kesal.
__ADS_1
" kau hanya berterimakasih kepadanya, tidak kepada ku juga ? biar bagaimanapun aku yang menyuruhnya " Akash tidak Terima dia menunjukkan seolah dialah yang lebih berjasa dan berkuasa dari pada Dev.
" iya iya.. terimakasih. " sedikit jutek
" yang ikhlas ! berterimakasih dengan benar ! " Akash
' ya ampun Makin mengesalkan saja nih orang'
" terimakasih tuan, kalau bukan Karena kebaikan tuan menyuruh dev mengurus dokumen saya, pasti Hari ini saya belum mendapatkan paspor " memuji Akash yang dibuat buat.
" hemm "
' cuma itu saja jawabanmu setelah aku berterimakasih panjang lebar , nggak Adil tau ! ' dengus Anita sedikit sewot
tiba tiba Akash mengambil paspor Anita yang tergeletak di atas meja depan anita setelah melihat gauri memasuki ruang makan.
" hai apa yang kau laku.... " Anita terdiam tidak melanjutkan kalimatnya setelah melihat aba aba tangan Akash untuk tutup mulut.
" sssttttt " Akash menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.
Anita tersadar kalau gauri telah memasuki ruang makan Dan sekejap Anita mengerti maksud Akash, pasti dia tidak ingin melihat gauri bersedih Hari ini setelah melihat paspor Anita.
bersambung ...
__ADS_1